SOULMATE

SOULMATE
82


__ADS_3

Aku berhenti turun di depan Agen gas.


"Berapa tabung teh?"


"12 aja."


"Ok siap. Si bapa nya ke rumah dulu, tunggu sebentar ya."


"Iya. A kalo nanti gas bisa dianter ke toko ga?" Aku bertanya pada pegawainya."


"Boleh teh, paling juga beda seribu harga nya. "


"Oh iya barang kali nanti mobilnya udah dijual, aku ga bisa ngambil sendiri kesini."


"Emang kenapa masalahnya? "


Aku ceritakan semua nya, dan dia hanya terdiam.


"Yang sabar teh, saya percaya teteh kuat."


"Iya a."


Si bapa agen gas nya dateng dengan tersenyum.


"Eh Zara ayo sini-sini. Berapa gas nya?"


"Siap pa,12 aja." Aku mengikutinya ke dalam dan duduk di depan meja kasirnya.

__ADS_1


"Pa kalo gas bisa di anter ke toko ga?"


"Boleh, kenapa emang?" sambil senyum senyum.


"Mobil mau dijual, udah ga sanggup nyicilnya."


"Berapa cicilan perbulan nya? "


"3.402.500, 34 kali lagi Daihatsu sigra matic 2020."


"Teteh sanggupnya bayar berapa perbulan? nanti saya bantu perbulannya. "


"Hah.. maksudnya? ga ngerti aku pa? takut di jadikan istri muda kalo gitu.


Si bapa nya tertawa. mau nggak?


Si bapa nya tertawa lagi.


"Ya sudah nanti saya kabarin ya, saya tanya ke temen saya dulu.


"Iya pa makasih. "


Aku pulang ke toko, merapikan barang dagangan ku.


Selesai itu, aku setrika baju-baju ku sambil ngobrol dengan ayah. Ibu tertidur dikamar.


"Mobil mau ditawarin kapan? aku bertanya kepada ayah."

__ADS_1


"Belum ketemu orang nya. "


"Yah, kenapa ya satu persatu mimpi ku setelah istikharah tu jadi kenyataan. bahkan akhir-akhir ini pun mimpi nya selalu jadi kenyataan. Hanya satu yang belum jadi kenyataan yaitu A Rangga mengajak aku untuk mengisi bareng-bareng satu bangunan kosong. Aku kira aku akan menikah dengan nya ternyata tidak. "


"Ya mungkin karena kamu selama ini selalu berdo'a pada Allah untuk selalu meminta petunjuknya. Dan Allah menjawabnya melalui mimpi. Agar kamu tau apa yang harus kamu lakukan. "


"Iya mungkin begitu."


Tanpa di duga ibu langsung berteriak dari kamar. Sampai aku kaget.


"Bangun woy, mau sampe kapan berkhayal terus. kenyataan Emas ibu abis. Mau di ganti kapan? "


Sampai segala kata-kata kasar semua keluar dari mulut ibu. Masya Allah, sadar bu. Aku juga tidak tau hidup ku akan seperti ini.


Ibu menyalahkan a Rangga.


Aku tidak terima karena a Rangga tidak salah, aku yang membawa nya terlibat. Justru A Rangga lah yang mengajarkan ku banyak hal. Aku bertengkar hebat dengan ibu.


Aku juga sebenarnya sakit, aku juga sebenarnya tidak kuat. Tapi aku punya Allah bu, yang selalu mendampingi ku, menguatkan aku.


Semua perkataan ku tidak mempan, yang ada hanya emosi dalam pikiran ibu. Mau ga emosi gimana jika ibu tidak memasrahkan semua urusan ku kepada Allah. yang ada sakit sendiri.


Kalo aku bisa memilih, aku ingin mati sekarang juga. Tapi takdir tidak mengijinkan seperti itu, buktinya aku masih berdiri tegak sampai saat ini, meskipun badai menerpa ku silih berganti tapi dengan kekuatan dari Allah. aku mampu berdiri tegak sampai saat ini, sayang nya ibu tidak terima itu.


Ibu memaksa ku untuk menjual mobilnya hari ini. Memang seperti menjual gorengan segampang itu. Mobil kan lain. Silahkan aku berikan kunci nya pada ayah kalo mau dijual sekarang aku ikhlaskan. Biar aku dapat modal lagi untuk ku dan ibu memakai emas lagi. Biar ibu puas.


Dan aku bersumpah, Jika mobil ku terjual. Aku tidak akan menikah lagi seumur hidupku. Aku akan membesar kan Jarel sendiri. Untuk apa jika nanti aku sukses ada laki-laki datang melamar ku. Semuanya tidak akan berarti, karena yang aku butuhkan saat ini. Seseorang yang dapat membantuku. Jika memang tidak ada sampai mobil ku terjual. Aku bersumpah tidak akan pernah menikah lagi seumur hidupku. Aku akan hidup bahagia berdua dengan anakku Jarel.

__ADS_1


__ADS_2