SOULMATE

SOULMATE
Soulmate


__ADS_3

"Alka demam, sayang" dokter Yopi segera mengangkat tubuh mungil itu ke atas tempat tidurnya.


"Jaga Alka sebentar, Aa mau ambil stetoskop"


dokter Yopi berlari ke kamar atas untuk mengambil alat itu.


Ineke memegang tangan mungil itu.


"Maafkan mama, nak." ucap Ine.


Ia memeluk putra sulungnya itu.


"Bu Min.." teriak Ine


Bu Min segera menghampiri Ine, dan mengambil baskom berisi air dan handuk kecil untuk mengompres Alka.


"Mama gak marah sama Alka lagi?" tanyanya


Ineke mengangguk dan mencium kening anaknya.


"Alka capek, ma. Alka mau tidur."


dokter Yopi segera memeriksa putra sulungnya. Panasnya 38°


"Tetap di kompres ya, sayang" ucapnya pada Ine.

__ADS_1


"Sayang, bangun. Minum obat, nak" dokter Yopi mencoba membangunkan Alka yang semakin lama semakin membaik.


Alka membuka matanya.


"Papa.. Abang laper." dokter Yopi tersenyum melihat putra sulungnya itu.


"Sebentar sayang, papa ambilkan makan dulu ya. Biarkan mama tidur."


Alka mengangguk, dan memandang perempuan cantik berparas mungil itu. "Mama, Alka sayang mama" Alka mencium mamanya.


Ineke terbangun dan melihat Alka yang duduk di sebelahnya.


"Alka sayang... kenapa bangun"


"Ini makannya Abang.. Loh kok mama bangun?" tanya dokter Yopi ketika masuk kembali ke kamar Alka.


"Aa juga lah.. tidur di sini aja, gak enak tidur sendirian.." ucapnya nakal.


"ma.. tadi Abang mimpi. Abang ketemu papa Herli"


Ineke dan dokter Yopi kaget mendengar cerita Alka.


"Alka kejar papa, tapi, papa bilang, Alka harus jaga mama, gitu. Kan mama sudah gede. Kok Alka yang suruh jaga, kan mama yang harus jaga Alka dan adek?"


Mereka tersenyum dengan gaya bicara anak kecil yang sok dewasa itu, sekaligus sedih.

__ADS_1


"Habiskan makannya, terus makan obat dan kita tidur lagi ya." Ineke menyuapi Alka kembali.


Azan subuh sudah terdengar. Dokter Yopi segera membuka mata dan melaksanakan tugasnya.


Setelah sholat subuh, ia melihat pemandangan indah di rumah itu lagi.


"Gun.. undangan gue udah diterima kan. Jangan lupa ya" dokter Yopi mengingatkan sahabatnya, untuk datang ke akikah Alika.


Pesta kecil dibuat sebagai tanda syukur, kalau mereka sudah melewati semua cobaan. Mereka semua sibuk menerima tamu yang datang.


Rutinitas Ine sekarang hanya menjadi ibu rumah tangga untuk anak-anak dan suaminya. Alka pun sudah masuk sekolah. Walau terkadang ia merindukan suasana kantor, dia akhirnya bisa menerima semua takdirnya. Dokter Yopi, pun menghargai semua keinginan Ine.


Seperti biasa, hari Minggu adalah hari keluarga untuk mereka.


"Paa... hari Minggu kan. Kita pergi ya." ajak Alka menagih hari keluarga itu. Anak kecil itu selalu bersemangat ketika akhir pekan sudah datang.


Dokter Yopi mengajak mereka piknik ke sebuah taman. Semua sudah dipersiapkan.


"Sudah siap.. Ayo kita pergiiii" teriak Alka.


Seperti biasa, hari kelurga itu terasa sangat Indah. Bu Min dan pak Min pun ikut merasakan kebahagiaan itu. Pak Min dan Bu Min selalu setia mendampingi keluarga kecil itu.


"Terima kasih, sayang," ucap dokter Yopi.


"Kalian adalah jiwaku, Jangan pergi jauh dari hidup Aa lagi ya" kemudian dokter Yopi memeluk Ineke, Alka, dan Alika.

__ADS_1


Kini, hidup mereka terasa lengkap. Ineke merasa Istri yang sempurna, Ada suami dan anak-anaknya di sampingnya. Ia hanya percaya, bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan umatnya.


#Terima kasih untuk setia dengan "SOULMATE" , Semoga para pembaca novel soulmate selalu bahagia bersama keluarga, seperti ending dari cerita ini. ☺️☺️


__ADS_2