SOULMATE

SOULMATE
Ratu


__ADS_3

"Yakin mau minum sekuteng? Masih sore gini, enaknya maen basket di lapangan komplek. Boleh gak, sayang? Di lapangan sering banyak makanan yang nongkrong juga, kesana yok" tanyanya ketika kami berjalan keluar rumah.


"Boleh." jawabku.


"Bentar, Aa mau ambil bola dan handuk" kemudian dia berlari.


Aah.. seandainya kami punya anak, pasti dia jago basket seperti papanya. Kenapa tiba-tiba aku memikirkan anak. Aku mengingat. Kenapa bulan ini jauh sekali mundur haidnya. Biasanya paling lama mundur 1 minggu. Ah.. mungkin karena aku capek, dan dia mundurnya jauh.


"Dah, yok jalan" sambil merangkulku.


"Udah dikabari yang lain?" tanyaku


"Udah. bentar lagi mereka nyusul ke lapangan" ucapnya sambil mendrible bolanya.


Sampai di lapangan, kami hanya berdua, Aa langsung berlari berkeliling lapangan basket dan latihan sendiri, sedangkan aku, memesan batagor.


Aku melihat 1 per 1 dari mereka berdatangan, dan saling sapa. Tak lama mereka sibuk dengan bola itu.


Seru sekali mereka latihan.


Setelah mereka lelah, mereka mengerubungiku, Aa langsung memelukku.

__ADS_1


"Iih.. keringetnya loh.. Sana, bau." aku mengusirmya. Tapi, bukannya menjauh malah terus nempel, Aku memukul lengannya.


"A.. A.. Ine galak gini ditungguin. Coba lihat, masih spt Ineke yang dulu. Ne.. kurangin galak lu. Nanti Aa diambil orang, nangis lu" ucap Adit yang sambil tertawa diikuti yang lain.


"Galaknya itu yang bikin gue jatuh cinta." balas Aa kemudian mereka tertawa.


Aku membukakan air mineral yang kubeli tadi di warung seberang.


"Tuh, lu orang mana, bini lu orang begini gak kayak bini gue ini. Udah cantik, sayang sama gue, perhatian pula, ya kan sayang"


Aku hanya tersenyum sinis.


Mereka langsung bersorak.


"Iya gapapa, tapi udah selesai kan jadwal buat besok, Ne?" tanya Igun kepadaku.


"Udah, bos. Di atas meja gue ya. Gue izin ya, daripada laki gue yang julid ini gak bolehin gue kerja, jadi gue ikut dulu deh, disuruh periksa" jawabku.


Dan berakhirlah latihan malam itu,


"Sayang, enak makan martabak telur ya" ucapku sambil menggandeng tangannya.

__ADS_1


"jauh amat, kita pesen online aja ya."


kemudian dia membuka ponselnya, dan memesan martabak telur.


"Jangan satu ya, beli 2 ya. kan di rumah ramai. Bisa seru makan ramai-ramai."


"Baiklah, ratuku" jawabnya sambil terus memegang ponselnya.


Ternyata, martabak itu sampai ketika kami sampai di depan pintu pagar rumah papi.


"Yeay.. asik.. terima kasih sayang akuuuu" pelukku ke pinggangnya. Dan Aa membalas pelukanku.


"Tante, bawa apa?" tanya Amel yang masih belajar di ruang keluarga.


"Martabak telor, makan sama-sama yok.. mana Andrea, Ashraf, mami, papi dan opa?" tanyaku.


"Opa mah jam segini udah tidur, tante.. " jawab Amel. Kemudian Amel memanggil semua untuk makan bersama.


"Seru ya kalau ada om dan tante, rumahnya jadi rame. Kapan-kapan ajak Alka juga dong om.. biar Ashraf bisa main sama Alka." ucap Ashraf.


"Ya Ashraf, Om dan tante gak sengaja minap di sini. Nanti Alka dibawa deh. Kalau kita bikin acara ya" ucap Aa.

__ADS_1


"Ih.. bukannya mandi dulu, A.. jorok ih"


"Nanti ajalah, sekalian mau tidur," jawabnya, dan mereka pun tertawa melihat pola kami.


__ADS_2