SOULMATE

SOULMATE
124


__ADS_3

Tidak terasa hari Raya idul Adha telah tiba, aku kira masih bulan syawal. Baru aja kemarin Lebaran idul Fitri.


"Zara tenang aja, nanti syawal kita semua ke rumah Zara. Ia kan a Rangga, sekarang bawa aja dulu beras nya, terigu nya, gula nya. Nanti prawedding nya di bukit baros ya A Rangga." dengan mudah nya Yuda berkata seperti itu dulu.


"Lucu." Zara tertipu orang-orang toxic, manipulatif, player kelas kakap. ha.. ha...


Mereka tidak pernah berfikir akibat apa yang ditimbulkan dengan kelakuan mereka yang seperti itu. Ya Allah, aku tau engkau maha kuasa, maha adil, maha membolak-balik kan hati dan keadaan. Aku harap engkau bisa mewakili aku untuk memberikan tamparan keras dan balasan yang engkau mampu berikan sedangkan aku tidak kuasa akan hal itu. Karena Zara yakin hukum tabur tuai itu nyata adanya. Seperti hal nya Ditto yang saat ini hidup nya dipenuhi rasa ketakutan berbanding terbalik dengan hidup ku yang aku rasa semua beban masalah ku terasa hilang.


Aku telah melihat apa yang terjadi pada Ditto sekarang, tinggal menunggu apa yang akan engkau lakukan terhadap Rangga dan kedua temannya. Bismillah aku serahkan segalanya padamu ya Allah.


"Aa ayo bangun, kita shalat ied di tempat nenek. "


"Iya. " Anak ku bangun tapi ga mau mandi, dingin. "


"Ya udah ga apa-apa cuci muka sama gosok gigi aja ya. "


Aku berangkat jalan kaki menuju masjid dekat rumah ibu untuk melaksanakan shalat Idul Adha.


Setelah shalat Idul Adha aku mendengarkan khutbah yang isinya tentang kisah nabi ibrahim.


Siti Hajar ditinggalkan bersama putranya di suatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh satu Batang pohon pun. Tapi Allah memberikan keajaiban dengan menciptakan mata air Zam-Zam yang subhanallah sampai saat ini air nya tidak pernah habis.


Dari situ Zara mendapatkan pelajaran kenapa aku takut ditinggal kan ditto dulu, Padahal Allah itu maha kuasa, maha pemberi Rezeki, Buktinya Alhamdulilah Zara merasakan pertolongan Allah sangat nyata.


Saat itu Zara berpikir hidup Zara akan hancur selama-lamanya. Namun lihatlah ternyata detik ini Zara masih ada dan baik-baik saja. Alhamdulilah Zara sangat bersyukur atas kasih sayang mu Ya Allah. Padahal Zara tau Zara memiliki banyak dosa di masa lalu, dan Zara jauh dari mu ya Allah.


Kemudian bagaimana Nabi ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anaknya yang sangat ia inginkan dahulu. Nabi ibrahim melaksanakan perintah Allah itu sebagai ujian, keimanan, ketaqwaan tawakal kepada Allah dan pada akhirnya Allah menggantinya dengan seekor kambing.

__ADS_1


Tak terasa Zara meneteskan air mata ketika mendengar khutbah itu. Karena Zara rasa ujian yang diberikan Allah adalah ketika Zara harus melepas suami, karena suami itu bukan milik kita seutuhnya. Baik dengan cara bercerai atau meninggal suatu saat kami akan berpisah juga. Apalagi mobil, harta hanyalah perhiasan dunia yang tidak boleh kita cintai melebihi Cinta kita kepada Allah. Zara juga harus mampu melepasnya ujian memerangi hawa nafsu duniawi. Alhamdulilah Zara ikhlas melepas semuanya.


Satu lagi Rangga, apalagi. Mencintai sebelum waktunya. Maaf kan Zara ya Allah. Zara berharap bisa melupakan Rangga seiring berjalan nya waktu. Bantu Zara ya Allah. Karena jika Rangga bukan yang terbaik untuk Zara maka sampai kapanpun kami tidak akan bersama, seperti yang selalu aku panjatkan dalam setiap do'a ku, Jika Rangga yang terbaik untuk ku, maka dekatkan lah dia dengan ku, Jika Rangga bukan yang terbaik untukku maka jauhkan lah dia dariku, lalu ganti dengan seseorang yang lebih baik yang pantas yang telah engkau persiapkan untukku ya Allah.


Aku pulang ke rumah ibu, makan bersama dan berfoto. Aku merasa muda kembali, aku bahagia berkumpul bersama keluargaku.


"Yah kemakam Abah yuk. "


"Iya sebentar ayah bawa air sama buku yasin dulu. "


"Siap. Ibu ikut ga? " Aku bertanya pada ibu.


"Nggak, kalian aja. Ibu cape ga kuat jalan kaki nya. "


"Oh ya udah ga apa-apa. Dirumah aja tunggu pembagian daging kurban. " ha.. ha.. aku tertawa karena tahun ini aku tidak berkurban Domba, cukup berkurban perasaan aja.


"Assalamu'alaikum abah, mih, om semuanya. " Sampai di area pemakaman aku langsung duduk di samping makam almarhum kakek.


Tidak seperti hari Raya idul Fitri, kali ini tidak banyak orang yang mengunjungi pemakaman. Aku dan ayah berdo'a dan membaca surat yasin.


Selesai berziarah kami pun kembali kerumah ibu.


Ternyata benar banyak pembagian daging kurban dari tetangga.


"Jarel ayah dimana? Ayo nyate, paling suka kan dia nyate nyate kaya gini. " Ibu bicara pada Jarel. "


"Ga tau dimana ayahnya juga." Jarel menjawab.

__ADS_1


Karena memang setiap lebaran idul Adha Ditto yang selalu paling antusias dan paling banyak menghabiskan sate.


"Ya sudah lah bu, aku gantinya sekarang. Ayo yah kita bakar-bakar siap. "


"Ayo. " ayah ku menyiapkan tempat bakar-bakaran nya.


Seru sih kalo momen Idul Adha seperti ini, sayang nya Ditto tidak ada. Entah dimana keberadaan nya sekarang aku tidak tau. Susah juga sih orang nya tidak bisa di ajak berdamai. Malah selalu mengajak berkonflik.


Ada pesan masuk dari Kevin.


"Assalamu'alaikum. Jikalau ada seseorang disampingmu yang membuat mu bahagia pasti lupa akan rasanya sakit. "


Aku tidak membalas pesan dari Kevin.


"Masih teringat Rangga kah? Jangan pernah melupakan ya, harus terus diingat. Karena itu orang tuamu menyayangimu." Kevin mengirim pesan lagi.


Aku tidak menjawab.


Aku takut untuk membuka hati, aku takut terluka lagi, aku takut patah lagi. Lebih baik aku bahagia dengan diri sendiri dan keluarga ku.


Karena seperti hal nya Rangga, yang aku kira awalnya baik ternyata pada akhirnya apa. perkataan nya tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan. Mungkin memang Zara adalah manusia paling bodoh di dunia yang dibutakan dengan Cinta.


Empat hal yang tidak boleh kamu hancurkan adalah Kepercayaan, Kesetiaan, Janji, serta hati. Entah kapan dan kepada siapa Zara bisa membuka hati lagi nanti hanya tuhan dan waktu yang akan menjawab.


Perkataan Rangga yang manis di awal hanyalah sekedar kata tanpa realita yang nyata. Mungkin Zara terlalu mudah untuk jatuh hati pada Rangga waktu itu. tanpa tau bahwa Cinta dibangun atas pondasi komitmen serta kepercayaan. Jendela-jendelanya adalah komunikasi yang baik, saling memahami. Pintunya adalah memaafkan. Dan atapnya adalah mau menerima kekurangan dan kelebihan. Itulah yang disebut bangunan Cinta. Kokoh dan tahan lama.


Bagaimana bisa Rangga dan Zara bersatu jika Rangga tak punya keinginan untuk berkomitmen, bahkan pada akhirnya Rangga berkata bahwa hatinya untuk Mawar,

__ADS_1


Jodoh memang ditangan tuhan, tapi kita sebagai manusia harus mau berusaha untuk menjemput jodoh tersebut. Pilihan nya kan dua, Halalkan atau tinggalkan.


__ADS_2