SOULMATE

SOULMATE
131


__ADS_3

Satu minggu berlalu, aku mulai sibuk dengan usaha ku di toko dan mengantar anak sekolah juga. Aku sangat menikmati keseharian ku sekarang.


Terkadang aku mengisi hari-hari ku dengan bernyanyi, bershalawat, bahkan Zumba bareng bersama anakku di rumah. Banyak hal yang bisa aku lakukan sekarang yang bisa membuat hati ku bahagia setiap harinya.


Tidak perlu repot-repot belanja isi stock toko kesana kemari. Semua nya berdatangan dengan sendiri nya ke toko. Barang-barang di anter. Dulu aku memang bermimpi andai nanti stock barang bisa berdatangan sendiri nya. Pasti aku ga perlu repot-repot kesana kemari lagi.


Alhamdulilah ternyata sekarang jadi kenyataan. Aku udah pensiun juga dari belanja ke pasar, pensiun angkat-angkat galon, pensiun angkat-angkat gas, pensiun angkat-angkat tepung dan dus-dusan minuman.


Pada saat waktunya tiba, akhirnya semua mimpi ku satu persatu terwujud. Mungkin memang inilah bukti bahwa rencana Allah itu memang Indah. Akan ada kemudahan setelah kesulitan dan semuanya terbukti pada Zara sekarang.


Nunggu barang dateng bisa sambil nonton, setiap hari tidur siang. Nikmat mana lagi yang kau dustakan. Ya allah engkau memang maha pengasih dan maha penyayang. Setelah aku melewati ujian mu, sekarang aku merasakan kebahagiaan itu, dalam hidup. Ketenangan hati dan tak lupa selalu bersyukur atas segala sesuatu yang telah Allah berikan pada ku sampai detik ini.


Si om dateng mengantar barang seperti biasa.


"Setengah hari om, udah dianter barang jam segini? "


Karena memang ini hari minggu.


"Iya, kan minggu. Lagi apa itu seru banget kaya nya?"


"Nonton Frozen om. " Sambil ketawa Zara. Memang Zara suka sekali film-film disney, tentang Barbie, Cinderella, Frozen, Aladin dan masih banyak yang lainnya, Ga inget umur ya. he.. he..


"Ngopi dulu hayo, ni ada ubi juga. " Ayah ku menawarkan ubi rebus ke si om karena ayah ku lagi ngopi sambil nunggu toko.


"Wah kaya nya enak nih pa, coba ya. " Si Om juga ikut makan ubi rebus nya.


"Hayo sambil istirahat om. "


"Wahh.. enak pa, manis ya ubi nya. Lagi ya pa." Si om duduk bersama ayahku.


Aku ketawa aja. Laper ya om? karena di toko sana kan ga ada yang bisa di makan, beda sama di toko ku. Lama-lama gendut Zara juga karena terlalu banyak cemilan yang menggoda, belum lagi jajanan yang lewat depan rumah, terus depan sekolah juga banyak. Ya sudah aku ga mau dikilo sekarang. Berat badan ku pasti naik, gagal diet kalo gini caranya.


Aku masuk ke rumah, melanjutkan nonton bersama Jarel. Si om masih ngobrol bersama ayahku ditoko lumayan lama, entah apa yang mereka bicarakan. Yang jelas si om pasti laper. Makanya istirahat dulu sambil makan ubi. ha..ha..


Tiba-tiba ada pesan masuk di Telegram.


Tumben ada pesan masuk DiTelegram, siapa? Aku pake tele buat grup drama korea on going aja. Bukan chating-chating.


A Rangga.

__ADS_1


Ga salah, tumben banget kirim pesan duluan, setelah sekian Purnama berlalu. Aku juga udah lupa yang namanya Rangga itu siapa. Apakah udah terjadi hujan badai, apa gempa bumi ya. Entahlah.


Rangga kirimkan screenshoot novel ku,


"A Rangga bilang itu baru satu yang aku lihat, masih banyak yang lainnya. Dengan bangga nya dia pikir dia adalah penakluk banyak wanita, siapapun akan dia dapatkan, dengan modal tampang dan kata-kata bijaknya. Ketika merasa tidak cocok dan bosan maka akan mencari yang lebih baik lagi. Bahkan dia pernah bilang mungkin jika aku dandan sedikit dia akan tergoda katanya. Allahu akbar Keren sekali ya.


Kalaupun A Rangga mau punya pacar, dia pernah bilang ga akan yang dekat katanya. Mending yang LDR, mungkin aku paham sekarang agar kelakuan nya tidak terbongkar, dan bisa dengan mudah memanipulasi wanita tersebut. Apa orang seperti ini yang aku idamkan sebagai Imam.


"Kok kaya playing victim ya?" Ucap Rangga dengan emot ketawa.


Lah playing victim dari mana ya, apa dari hongkong kali. Mungkin Rangga lupa dia pernah berkata seperti itu dulu.


"Jika hanya mengenal seseorang belum terlalu lama, tidak usah sok tau lalu menghakimi karna anda merasa tersakiti.


Terbongkar ?? Apanya yg terbongkar ? Kelakuan ??


Emang pernah bilang ya saya tergoda kalo anda dandan ??" Ucap Rangga lagi.


Lucu sekali, ketika aku sudah melupakan Rangga, eh dia muncul lagi dengan huru hara. Mungkin Rangga Amnesia. Dia lupa dengan segala ucapannya.


Untuk apa Zara mengenal Rangga lama-lama. 3 bulan juga udah lebih dari cukup, untuk Zara mengenal kepribadian Rangga seperti apa, ngapain buang-buang waktu lama untuk mengenalnya.


Aku tidak membalas pesan Rangga.


Lalu, Rangga mengirimkan screenshoot novel ku lagi. Baru tau Zara sekarang. Ternyata diam-diam Rangga mengikuti cerita novel ku juga sampai saat ini. Aku kira dia tidak baca novel ku.


"Kalo boleh jujur, aku tidak pernah mempermasalahkan status. Ada satu alasan kenapa sampai sekarang aku belum punya pendamping. Jujur, masih punya tanggungan keluarga. Ayah udah meninggal, dan masih punya adik. Kalo laki-laki kan beda tanggung jawabnya sama perempuan. Perempuan kalo sudah menikah, tanggung jawab pada orang tuanya berkurang, karena pindah tanggung jawabnya pada suami. Sedangkan kalo laki-laki meskipun sudah menikah tanggung jawab terhadap orang tua nya tetap sama. Paling harus bisa adil aja dalam nafkah materinya."


"Saya memang tidak mempermasalahkan status Zara, tapi bukan berarti saya bilang dulu mau kan ??" Ucap Rangga.


Wawww.. amazing sekali ucapan nya Rangga. Bukan berarti saya bilang dulu mau kan. Tolong garis bawahi kata-kata itu. sedangkan dia dulu bilangnya.


"Kan udah bilang alasannya, kamu masih menjalani masa iddah. Nanti insya allah kalo jodoh, kita bertemu di depan penghulu. Masih ngerasa belum bisa bertanggung jawab sepenuhnya. Sepenuhnya dalam kewajiban sebagai suami, kamu bantu sepenuhnya dalam kewajiban sebagai istri. tanggung jawab yang lain dijalankan berdua."


"Boleh nanya? ini seandainya ya, karna aku tipe orang yang mikir jelek dulu, baru bagusnya, untuk segala hal. Seandainya aku jadi sama kamu. Tapi ga bisa bantu terlalu banyak buat cicilan, gimana?


Masih mau nerima apa adanya? aku pernah bilang Belum bisa menolak dan belum bisa menerima juga.


Alasan ga bisa nolak karena aku ga tahu jodohku siapa. Ga akan nolak karena aku bukan tipe orang yang suka pilih-pilih, apalagi masalah status. Rasulullah juga menikah dengan khadijah yang status nya seorang single parent, malah usianya diatas rasulullah.

__ADS_1


Ga akan nolak juga, masa mau nolak wanita cantik yang suka sama aku, tulus lagi.


Ga akan nerima karena masih ada orang tua dan adik yang harus dibahagiakan, ga akan nerima karna sadar dengan kekurangan diri dan keluarga, apalagi tentang masalah materi, takutnya ga sanggup ngebantu dengan apa yang udah jadi tanggung jawab nantinya. Ga akan nerima karena agama ku belum sempurna. Aku punya prinsip mulai dari nol bareng-bareng.


itu alasannya.


"Intinya, karna kamu masih dalam masa iddah. Aku ga mau terburu-buru yang ujungnya malah buruk. Kasarnya gini ya, pasti ga mau kan kalo misalnya jadi sama aku, terus tau keburukannya aku terus kamu ga bisa nerima kekurangan dan keburukannya aku yang pada akhirnya gagal lagi.


Pasti ga mau kan? sambil berjalan aja, toh masih banyak waktu.


Apakah arti dari semua perkataan Rangga waktu itu. Adakah nama Mawar di waktu itu. Siapakah yang playing victim disini? ha.. ha.. Zara hanya bisa ketawa sekarang melihat semua hal yang selama ini telah terjadi. Coba dulu Rangga bilang di awal aku tidak tertarik sama kamu zara maaf jangan hubungi aku blokir udah. selesai urusannya Zara ga akan nunggu sampai masa iddah selesai sampai ibuku masuk ICU. Inikan cerita nya lain.


Rangga mengirimkan pesan lagi.


"Tolong dibaca ulang wa nya dan jangan sampe ada kesalah pahaman yg seolah memojokkan saya.


Sebenernya ga masalah sih bagi saya hanya saja aneh gitu.


Aneh nya, saat saya mencoba baik terhadap seseorang namun disalah artikan yg akhir nya malah dipandang buruk. "


Aku hanya tertawa membaca pesan Rangga ini. Rangga mencoba baik. Baik dari mana nya ya. Apakabar ketika aku telpon berkali-kali di IGD waktu itu. Apakah ada salah satu panggilan ku yang Rangga jawab, Ga sama sekali. Saat aku meminta pertolongan meminjam uang ketika aku tidak memegang uang waktu ibu di ICU. Apa Rangga membantu, ga sama sekali. Padahal Zara bukan mau pinjam uang ratusan ribu. Di kasih pinjam 20 ribu aja udah seneng pasti waktu itu.


Ketika di awal Zara selalu anggap Rangga baik. Rangga selalu bilang Aku ta sebaik yang kamu kira. Lah sekarang Zara udah anggap Rangga brengsek. Rangga mau aku anggap orang baik. Orang macam apa ini.


Rangga mengirimkan pesan lagi.


"Saya berharap tak ada lagi kesalah pahaman yg berakhir dengan playing victim."


Terserah ya, Zara udah ga peduli sekarang dengan perkataan Rangga. Karena perkataan nya tidak sesuai. fakta. Hanya baik di awal, namun setelah masa iddah ku selesai Rangga berubah 360 derajat.


Ada Mawar lah, rumah jelek lah, ga pernah pegang uanglah. Segudang alasan yang sangat membuatku muak sekarang.


Tapi aku beruntung dibalik semua cerita ini, aku menjadi wanita kuat, independen, dan cukup terkenal juga sekarang. Rangga seperti alkohol yang disiramkan pada luka yang masih menganga waktu itu. Sakitnya sungguh luar biasa. Tapi mungkin ini juga salah ku karena aku yang mengijinkan dia masuk ke dalam hidupku dulu.


Aku balas pesan Rangga.


"Maaf itu hanya cerita novel. Ga ada kaitannya sama kamu. Kalo ada ceritanya yang sama itu hanya kebetulan."


"Oh oke kalau begitu, kebetulan ya. " dengan emoticon ketawa Rangga menjawab.

__ADS_1


Aku tidak mau berurusan lagi, karena terlalu sakit untuk aku ingat. Aku harap kamu jangan pernah muncul lagi dihadapan ku Rangga. Jika kamu belum bisa memperbaiki dirimu tolong jangan membuat orang lain terluka.


__ADS_2