
"Ada apa sayang? Kenapa kau belum tidur, hm?"
Laksh menyentuh pipi Ragini dan mengelusnya. Ragini membenamkan kepalanya di pelukan Laksh.
"Hmm.. Ada apa?"
Laksh mengelus rambut Ragini dan mengecupnya pelan.
"Laksh.. Aku takut kehilanganmu"
Laksh terperanjat, dia langsung menarik dagu Ragini agar melihat wajahnya.
"Ada apa sayang? Kenapa kau tiba-tiba mengatakan hal seperti itu"
"Aku takut Laksh.. Aku takut jika kau akan meninggalkan aku"
Laksh tersenyum, dia mengecup kening Ragini.
"Apa kau meragukan cintaku, hm? Bahkan aku rela di penjara seumur hidup demi kebahagiaanmu, Ragini"
Ragini menggelengkan kepalanya, dia menutup mulut Laksh. Dia kembali memeluk erat tubuh suaminya.
"Aku hanya takut Laksh jika kau akan meninggalkan aku"
Laksh mengelus rambut Ragini dan mengecupnya.
"Sudah ku bilang.. Aku tak akan pernah meninggalkanmu, sayangku"
"Laksh"
Laksh mengecup bibir Ragini membuat Ragini berhenti bicara.
"Diamlah dan tidur, aku sudah sangat mengantuk. Ayo tutup matamu"
Laksh memeluk erat tubuh Ragini.
Ragini masih menatap lekat wajah suaminya yg sudah terlelap itu.
"Aku hanya takut jika suatu saat nanti kau meninggalkanku Laksh" ucapnya pelan.
"Tidurlah Ragini"
Ragini mulai memejamkan matanya sekalipun surat kaleng tadi siang mengusik pikirannya terus menerus.
***
Ragini membuka matanya perlahan saat sinar matahari mulai mengusik tidur lelapnya lewat tirai. Tangan Ragini meraba samping tempat tidurnya, dia membuka matanya dengan cepat dan menoleh saat tak menemukan Laksh di sampingnya.
Dia langsung beranjak dari tempat tidurnya dan mencari Laksh di sekeliling kamarnya. Matanya celingak-celinguk dan hatinya berdebar tak karuan.
"Laksh.. Laksh.. Laksh"
Dia terus berteriak mencari keberadaan Laksh. Pintu kamar mandi terbuka dan Laksh keluar dengan tangan yg masih memegangi handuk untuk mengusap rambut kepalanya yg masih basah.
__ADS_1
"LAKSH" teriak Ragini dan langsung memeluk Laksh erat.
"Hei sayang, kau kenapa? Apa lagi yg terjadi denganmu? Kenapa kau mulai lagi, hm?"
Ragini menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia semakin mempererat pelukannya dengan Laksh.
"Ada apa sayang, hm?"
Laksh mengelus rambut Ragini.
"Jangan tinggalkan aku, aku mohon" ucapnya pelan.
Laksh tersenyum. Dia menjadi sangat bingung dengan sikap Ragini yg seakan sangat manja dan takut kehilangannya akhir-akhir ini.
"Nampaknya istriku sekarang sangat mencintaiku" godanya.
"Laksh.. Berjanjilah apapun yg terjadi kau tak akan pernah meninggalkanku"
Laksh mengangguk.
"Aku mana sanggup meninggalkanmu sayang, kau adalah belahan jiwaku, aku bisa tak utuh nantinya jika tak bersamamu"
Ragini tersenyum.
"Aku sangat mencintaimu, Laksh.. Sangat mencintaimu"
"Aku lebih mencintaimu sayang"
Laksh mengecup pucuk rambut Ragini. Dia benar-benar bahagia karena Ragini-nya sekarang semakin takut kehilangannya.
***
"Ibu.. Aku ingin bertemu ayah"
Bocah itu kesal karena tak dihiraukan, dia kemudian menggoyangkan lengan ibunya.
"Ibu.. Aku ingin bertemu ayah" rengeknya lagi.
"Ibu.. Aku punya ayah kan?"
Wanita itu menaruh rokoknya di asbak dan menatap tajam putra yg masih berumur delapan tahun itu. Dia memegang lengan mungil bocah itu.
"Tentu kau memiliki seorang ayah, nak. Ayahmu kan sudah ibu bilang siapa namanya, kau masih ingat?"
Bocah itu mengangguk.
"Laksh Maheswari"
"Bagus"
"Tapi ibu.. Aku ingin bertemu langsung dengannya, mengapa dia tak pernah menemuiku? Kata ibu dia ayahku?"
Wanita itu hanya tersenyum.
__ADS_1
"Mungkin dia sibuk, nak. Sekarang kau kembalilah bermain sana, ibu ingin sendiri"
Dengan wajah murung bocah kecil itu berlari meninggalkan ibunya.
Wanita itu menatap foto dirinya bersama Laksh.
"Laksh.. Aku akan datang kembali kehidupanmu dengan membawa Sidd. Aku akan menghancurkan pernikahanmu dengan si bodoh Aanchal itu karena dia telah merebutmu dariku, tunggu pembalasanku Aanchal. Dan kau Laksh, aku akan membuat hidupmu hancur seperti apa yg kau lakukan dulu saat meninggalkanku dan lebih memilih wanita bodoh itu"
Wanita itu tersenyum sinis dengan menghisap rokoknya kembali.
***
"Kau ini.. Pakai dasi saja tidak benar, sini aku rapikan"
Ragini menghampiri Laksh dan merapikan dasi yg Laksh kenakan. Laksh hanya tersenyum saat melihat istrinya itu, dia menarik pinggang Ragini. Ragini meronta berusaha untuk melepaskannya.
"Lepaskan Laksh"
Tapi Laksh semakin menarik tubuh Ragini dan mendekatkan wajahnya.
"Laksh.. Kau mau apa?"
Ragini berusaha meronta, namun tenaga Laksh memang lebih kuat.
Dia semakin mendekatkan wajahnya untuk mengecup bibir Ragini.
Ragini memejamkan matanya. Laksh semakin mendekatkan wajahnya dengan Ragini.
TOK.. TOK.. TOK..
"Kak Laksh.. Ayo.. Klien kita sebentar lagi sampai" teriak Tanya dari luar kamar.
Laksh dan Ragini saling lirik, Laksh memasang ekspresi merajuknya Ragini hanya terkekeh.
TOK.. TOK.. TOK..
"Kak Laksh.. Ayo.. Ayo.. Laksh"
"Iya bawel" teriak Laksh.
Ragini menahan senyumnya.
"Lihat saja nanti malam aku akan menerkammu" bisiknya.
Laksh kemudian mencubit hidung Ragini.
"LAKSH"
Dia tersenyum dan hanya melengos pergi.
"Dewa lindungilah pernikahan kami, aku sangat mencintainya Dewa"
Ragini terus menatap punggung suaminya yg perlahan menjauh.
__ADS_1
To be continued...