SOULMATE

SOULMATE
73


__ADS_3

Aku tiba di rumah kakakku.


"Ibu gimana?"


"Masih di ICU teh."


"Dendaan BPJS nya gimana? "


"470 ribu, uang anting nya abis. Ibu nyuruh pinjem gelang chira. "


"Oh iya, jual aja dulu. Bentar ambil surat nya dulu ya, tau gitu tadi pagi sekalian ya, kirain dendaanya 20 ribu gitu."


"Iya, ternyata 470 ribu. "


Kakakku pergi ke kamar mengambil surat gelang chira. Kasian sih chira nya terus memegang gelang nya.


"Ate pinjem dulu ya, buat nenek nanti di ganti lagi ko."


"Mmmmm.. "


Anak nya terus memegang gelang nya, ga mau di lepas. Setelah sekian lama baru dia kasih ke aku gelangnya.


"Ngopi dulu mau ga? pusing bolak balik terus. Air panas nya ada tuh di dapur."


"Ok. Ayo ngopi dulu lah dari pada mabok di jalan, pusing muter-muter terus kaya sopir angkot. "


selesai ngopi makan cemilan aku berangkat lagi ke Sukabumi untuk menjual gelang Chira. Tengah hari jalanan macet. Pusing liat jalan nya juga. Dapet lagi uang nya 1 juta 30 ribu.


Aku kembali ke Rumah sakit, ada Ayahku di depan ICU, "Gimana dapet lagi uangnya?"


"Udah jual gelang chira dapet 1 juta. "


Pintu ICU nya terbuka, aku cepat-cepat masuk.


"Gimana bu? "


"Mendingan, mau makan beli nasi padang. Ini nasi nya lembek. "


Aku ketawa.


"Ya udah, satu apa dua porsi?"


"Dua, satunya buat aki."

__ADS_1


"Siap. "


Aku keluar lagi beli makan, nyebrang jalan. Jalanan padet maklum masih tengah hari. Aku nyebrang seperti biasa. Tiba tiba ada motor melaju dengan kecepatan tinggi akan menabrak aku. Ga bisa rem mungkin karna kecepatan nya tinggi. Ya udah aku berenti aja tengah jalan dari pada lari. Kalo pun harus meninggal sekarang tertabrak motor ga apa-apa. Akhirnya 2 motor nya yang senggol senggolan, aku sih ga apa-apa. Untung mereka juga ga sampe jatuh. aku liat aja ditengah jalan. Ga lama mereka langsung melanjutkan jalan lagi, aku pun melanjutkan menyebrang jalannya.


Aku kembali ke ICU.


"Bu ni makan nya. "


"Mau di suapin? "


"Nggak. Makan bareng, kamu juga belum makan dari pagi?"


"Udah makan gorengan tadi pagi. "


Ibu bertanya.


"Gimana A Rangga? "


Pertanyaan itu lagi.


"Tadi sebelum pulang mampir ke tokonya, mau pinjam uang, Tapi ga ngasih. Bilangnya ga pernah pegang uang, dikasih semua ke ibunya. "


"Oh, kasian ya. " Ibu menghela nafas.


"Padahal kerja nya berat, rajin juga. Ibu seneng liat orang nya tanggung jawab. "


"Seperti Adrian dulu mungkin ya, ibu sangat sayang dengan orang nya, tapi ga jodoh."


Aku teringat mantan pacar ku yang kedua, memang sifat dan karakternya persis sama dengan A Rangga, bahkan perasaan ku juga sama, ketika aku dulu sangat mencintai Adrian, seperti sekarang aku sangat mencintai A Rangga.


"Kenapa orang-orang yang ibu sayangi semua nya meninggalkan kamu, dari Ko Afu, Ka Jo, Adrian, Daffin, Ditto bahkan sekarang Rangga."


"Entahlah bu aku juga tidak tau."


Pacar pertama ku sebenarnya Ihsan, tapi itu zaman kelas 1 SMP, aku takut untuk bilang ke ibu.


Setiap bertemu pun sembunyi-sembunyi maklum cinta monyet, sampai pada akhirnya ibu tau. Waktu itu aku ga punya Handphone seperti teman-teman yang lain karena aku orang ga punya. Untuk di telpon pacar aja susah. Sampai aku diberi Handphone oleh bos Ayahku, tapi handphone nya jelek, suara yang nelpon kedengarannya kecil sekali. Sehingga ketika a Ihsan telpon pun sering ga nyambung.


Aku dan a Ihsan punya cita-cita, A Ihsan bilang.


"Nanti kalo kamu masuk SMK, kita berangkat bareng setiap hari ya karena sekolah nya berdekatan dengan kampus ku."


Aku dan a Ihsan beda usia 3 tahun, aku masuk SMK, A Ihsan masuk Kuliah.

__ADS_1


Pas setelah shalat Idul Adha A Ihsan Menghampiri ibu, Bersalaman dengan Ibu. Eh siang nya minta putus.


Lucu sekali.


Mantan ke dua ku Adrian, sifatnya persis dengan A Rangga, cara bicaranya, tutur katanya. Bahkan aku sering menangisi A Rangga persis ketika dulu aku sering menangisi Adrian.


Adrian mantan Kedua ku, aku dan Adrian putus nyambung Selama 6 tahun. Aku dan Adrian jauh berbeda statusnya di masyarakat.


Aku sangat mencintai Adrian, setelah aku putus dengan A Ihsan, aku sering pergi ke Warnet Adrian untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah karena aku tidak punya komputer, Adrian selalu membantu mengerjakan tugas-tugas sekolah ku. Awal nya ibu tidak tau hubungan kami, tapi akhirnya ibu tau. Karena terlalu lama putus nyambung. Setelah berpisah bertemu lagi, pisah lagi bertemu lagi.


Bahkan ketika aku pertama kali melamar kerja pun


Adrian yang menerima, karena dia bagian Personalia penerimaan karyawan baru.


"Kenapa kamu ngikutin aku?" pertanyaan pertama yang pertama kali dia ucapkan ketika kami dipertemukan kembali di tempat kerja.


"Takdir kali. Aku ga tau kamu kerja disini?"


Pulang bareng nanti.


"Iya." Sampai akhirnya aku dan Adrian balikan lagi, setiap hari pulang kerja Adrian pulang nya ke rumah aku, makan masakan ibu, tidur dulu di rumah. Kita bekerja satu departemen di Personalia. Jam sembilan malam baru lah pulang ke rumah nya. Sedekat itu hubungan kami. Bahkan ibu ku sudah menganggap nya seperti anak sendiri.


Tapi jika aku bertanya kapan aku dikenalkan pada ibu nya. Dia selalu beralasan dan sampai berpisah pun tak pernah aku dikenalkan pada ibunya. Ternyata dia sangat takut dengan ibu apalagi Abah yang agamanya sangat kental. Tapi kelakuan Adrian nya sungguh sungguh pintar mempermainkan wanita.


Aku selalu dibuat menangis oleh nya, tapi aku selalu memaaafkan karena aku sangat mencintainya. Entah berapa puluh wanita yang dipacari nya yang aku tahu, apalagi karyawan baru mereka adalah target utama Adrian untuk di pacari. Dan aku selalu mengetahuinya karena wanita-wanita yang dipacari nya juga karyawan-karyawan yang aku pegang.


Ketika aku mendengar A Rangga tidak pernah pegang Uang karena Setiap gajian juga langsung diberikan kepada Ibunya. Nah hal itu yang mengingatkan aku pada Adrian, Adrian tidak pernah memegang uang gajinya. Bahkan untuk makan sendiri pun sering meminjam kepadaku, atau bahkan makan dirumah ku. Aku tidak pernah mempermasalahkan. Bahkan ketika dia memberikan kado ulang tahun kepadaku juga, bukan dengan cara romantis, malah langsung dilempar ke kamarku. Karena tidak pernah membelikan hadiah pada wanita, uangnya selalu dipegang ibunya. Setiap berpacaran dengan banyak wanita pun paling wanita-wanita nya yang selalu memberi.


Yang tidak bisa aku ampuni ketika Adrian memilih kos dekat tempat kerja, dari pada pulang kerumahnya bersama ku setiap hari. Aku mendengar kabar dia selalu membawa wanita-wanita ke tempat kos nya.


Aku menghampiri meja kerja nya, dan aku minta putus. Aku tidak pernah bisa melupakan Adrian sampai sekarang, tapi bisa berdamai dengan keadaan mungkin hal itu yang harus aku lakukan untuk A Rangga sekarang, Aku tidak akan pernah bisa melupakan A Rangga tapi setidaknya aku harus bisa berdamai dengan keadaan.


Karena setelah aku bertunangan dengan Daffin barulah Adrian menyadari perasaannya. Dia marah dan selalu meminta balikan. Dan aku rasa semuanya sudah terlambat waktu itu. Kita hanya bisa berteman sampai aku keluar kerja pun masih berteman baik. Dia belum menikah sampai aku punya Jarel.


Karena Dia tidak pernah serius dalam hubungan, tidak pernah mau berkomitmen dan tidak pernah mau mengenalkan wanita kepada Ibu dan Abah. Karena Agama nya yang sangat kental. Kelakuan di luar dengan wanita sungguh luar biasa. Aku hanya tertawa dan memaklumi memang dia seperti itu, Nakal.


Sampai pada akhirnya Dia menikah dengan wanita yang masih Sodaranya, seorang single parent. Tapi sayangnya aku tidak diundang.


Ibu bertanya.


"Apa A Rangga juga nanti akan menikah dengan wanita pilihan ibu nya ya?"


"ha..ha...Ga tau lah bu. Udah lah ga usah dipikirkan."

__ADS_1


"Iya." Ibu tersenyum."


Syukurlah ibu udah mau tersenyum, dengan bercerita tentang mantan ku yang ibu kenal. Sambil berbaring di ranjang ICU, untuk menunggu pindah ke ruang Rawat inap. Karena kondisi nya yang mulai stabil.


__ADS_2