
Hari ini acara pentas seni kenaikan kelas Jarel di sekolah.
"Aa ayo bangun ke sekolah. "
"Iya. " anakku bersemangat sekali langsung bangun dari tidurnya.
"Ayo mandi dulu. "
"Iya. "
Sebelum ke sekolah aku mengirim kan pesan kepada Ditto karena aku teringat Jarel harus mulai daftar sekolah Diniyah tahun ini berarti, biar nanti lulusnya ga bareng dengan Sekolah Dasar, Kasian pas ujiannya.
"Jarel mau didaftarin Sekolah Diniyah sekarang apa SDIT langsung tahun depan? Kalo daftar sekolah Diniyah berarti harus tahun ini, biar nanti lulus Diniyah dulu Terus baru lulus SD. Kata tetangga kemaren kalo mau masuk SDIT tahun depan daftarnya harus tahun ini, ga bisa ngedadak kuota nya penuh. "
Aku minta pendapat Ditto karena Jarel masih anak Ditto sampai kapanpun. Dulu aku berniat memasukan Jarel ke SDIT favorit di Sukabumi agar ketika SMP bisa langsung masuk pesantren dan jadi Hafiz qur'an. Ternyata diluar rencana, aku berpisah dengan Ditto dan masalah pendidikan anak pun tidak ada pertanggung jawaban Ditto dalam surat perjanjian perceraian. Mungkin gimana rezekinya aja nanti, kalo pun aku tidak sanggup dengan biaya sekolah SDIT Jarel sendiri, aku masukan Sekolah dasar dan Diniyah saja. Mudah-mudahan aku mampu membiayai nya sendiri, aku tidak mau dan tidak akan berharap kepada mahluk lagi, karena sebagai contoh dulu ketika aku meminta tolong masalah mobil, ga ada yang mau sama aku, malah aku di pandang rendah oleh orang banyak. Bahkan oleh orang yang bersangkutannya sendiri, apalagi sekarang masalah Jarel, mungkin jika aku minta bantuan kepada laki-laki yang akan menjadi calon suamiku, mungkin dia akan lari sampai ke kutub utara dan ga akan terlihat lagi batang hidungnya..ha..ha..
Lebih baik aku berjuang sendiri aku yakin Allah akan selalu membantu aku, karena Allah maha pemberi Rezeki bukan seperti manusia yang sama-sama penerima rezeki dari Allah juga.
"Cari info yang lebih akurat lagi. Minta langsung ke sekolahnya?"
"SDIT bukan? "
"Iya. Minta brosurnya atau telpon dulu. Kalo Sekolah Diniyah itu sebelum SD bukan?"
"Bukan, sekolah agama barengan sama Sekolah SD, sama-sama 6 tahun. "
Aduh dasar, ayah macam apa Ditto, untuk menyekolahkan anaknya pun tidak tau, karena dulu dia tidak sekolah agama, meskipun Ayah Handoko agamanya kuat, tapi lain halnya dengan Ditto. Karena pergaulan bebasnya ketika kuliah sarjana pun sampai dapat gelar butuh waktu 9 tahun. Makanya Allah mempunyai rencana terbaik dengan memisahkan Ditto dan aku sekarang. Karena dulu ayah Handoko yang menitipkan Ditto kepadaku, bukannya istri yang dititipkan kepada suami. Aku pun belum belajar dulu, yang aku lihat hanyalah materi.
__ADS_1
Dari kesalahan dimasalalu mengajarkan kita untuk sama-sama belajar memperbaiki diri dan menjadikan pribadi diri sendiri lebih baik untuk masa depan. sekarang aku baru mengerti, ternyata tanggung jawab seorang Imam dalam rumah tangga itu sangat berat, dialah yang menentukan rumah tangga itu sakinah mawaddah warahmah dengan selalu mengajarkan istri dan mengingatkan istri bahkan menegur istri ketika melakukan kesalahan dan menjadi contoh teladan untuk anak-anaknya nanti. Saling menghargai, menyayangi, melengkapi satu sama lain.
Sekuat aku bertahan jika Seorang Nahkoda nya pergi tetap saja kapal itu oleng, meskipun tidak lama. Aku berusaha bangkit dari puing reruntuhan sebuah bangunan berharap dengan satu harapan bahwa Allah akan selalu ada dan akan selalu menolong hambanya dalam keadaan apapun dan terbukti memang nyata pertolongan Allah sangat dekat.
"Nanti kalo udah dapet info kabarin lagi."
"Ok. "
"Jarel jadi nari ga? " Ditto bertanya
"Jadi. "
Aku kirimkan foto Jarel di sekolah
"Tuh anak-anaknya baru pada masuk ke kelas, acara pentas seninya di dalam kelas. "
"Oh iya. "
Acara pentas seni dimulai. Anak-anak menampilkan kreasi dan bakat mereka masing-masing. Lucu sekali melihat anak-anak menari ceria. Jadi kangen masa kecil, aku tidak mengalami masa taman kanak-kanak karena balik lagi orang tua ku tidak mempunyai biaya untuk Sekolah TK aku. Lain halnya dengan kakakku dia sekolah TK dulu tahun 90 an. Karena ayah ku sedang berjaya waktu itu, orang bilang sih bos besar, tapi aku tidak tau karena aku tidak mengalami nya karena ayah bangkrut sebelum aku lahir. Aku langsung masuk sekolah Dasar tahun 2000, ketika teman-teman ditanya apa menu sarapan pagi nya. Mereka bilang segala macam makanan yang enak, dengan santai aku bilang, nasi dan goreng garam bata pake bawang merah, karena dulu garam bata bukan garam bubuk yang seperti sekarang. Keren kan Zara kecil... he.. he..
Setelah rangkaian acara pentas seni selesai, tiba-tiba Jarel di panggil pertama kedepan.
Ibu-ibu yang lain bertanya padaku.
"Jarel dipanggil ke depan tuh, dapet apa-dapet apa? "
"Oh iya, aku pun tidak tahu."
__ADS_1
"Apa ya, 6 orang tuh kedepan. "
Ibu- ibu memang selalu rempong, aku yang ibunya juga biasa aja.
"Ya udah dengerin aja, nanti bu guru bilang apa. "
Ternyata pembagian Piala peringkat terbaik di kelas. Alhamdulilah di luar dugaanku, ga pernah bermimpi dan berharap juga. Jarel Mendapatkan Peringkat 1 dikelas. Alhamdulilah, aku sangat bersyukur dan bangga kepada anakku. Terimakasih banyak anakku kamu telah membuat ibu bangga tanpa aku sangka, karena yang aku takutkan dengan kejadian kemaren akan mempengaruhi kondisi mental Jarel. Alhamdulilah kamu bisa bertahan dan melewati semuanya dengan baik bersama ibu nak, kamu memang penyemangat dan penyembuh untuk aku tetap melanjutkan hidup.
Aku kirim kan foto Jarel yang memegang buket buku, piala dan piagam penghargaan kepada Ditto.
"Jarel peringkat 1."
"Wiihhhh pinter, terus ditingkatkan ya prestasinya. Nanti kalo dapet peringkat lagi, ayah kasih hadiah lagi." Ditto membalas.
Tak lupa juga aku kirimkan Foto Jarel kepada A Rangga.
"Jarel. " Dengan emoticon ketawa.
"Alhamdulilah. " a Rangga langsung membalas pesan ku, mungkin lagi istirahat sehingga langsung bisa membalas pesan Whats app dari aku, alhamdulilah sekali.
Tak lama a Rangga langsung memasang foto masa kecilnya dijadikan foto profil Whats app nya. Tadinya tidak memakai foto.
Aku kirimkan video Jarel menari kepada a Rangga.
"Lucu nih untuk mengenang masa kecil. "
A Rangga tidak membalas pesan aku.
__ADS_1
A Rangga jika kamu merasa hidup mu berat, semoga video lucu anak-anak ini bisa menjadi penyemangat dan pengobat rasa rindumu kepada ayah. Aku yakin ayah mu akan tersenyum disana jika melihat mu bahagia. Aku ga tau keadaan mu yang sebenarnya seperti apa, entah kamu sudah bahagia sekarang atau tidak aku tidak tau, yang jelas jika kamu memang merasa bahagia saat ini aku juga ikut bahagia. Tapi jika kamu tidak merasa bahagia hiduplah seperti anak kecil, tidak apa-apa terkadang hidup dewasa itu menyakitkan melelah kan, apalagi berfikir dewasa sebelum waktunya seperti pengalaman aku dulu. ada kala nya ingin seperti anak kecil kembali, tertawa, ceria, menangis sesaat lalu kembali tertawa. Tanpa beban apapun itulah yang aku rasakan sekarang.
Aku merasa apapun yang aku lakukan sekarang yang membuatku bahagia akan aku lakukan walaupun dengan hal sederhana. Seperti jajan makanan pinggir jalan depan Sekolah Dasar, jajan bersama anak-anak Sekolah Dasar aku tidak malu. Itu udah membuat aku mampu membahagiakan diriku sendiri. Karena bahagia itu sederhana.