SOULMATE

SOULMATE
Batagor


__ADS_3

Mobil itu berhenti, tepat di depanku.


Seorang lelaki tampan turun, menghampiriku, dan membukakan pintu untukku.


"Silahkan masuk permaisuriku" ucapnya.


Aku tersenyum.


"Maaf sayang, Aa telat, bentar"


kemudian dia mengambil setangkai bunga mawar yang indah sekali. Dan dia memberikannya kepadaku.


"Suka?" tanyanya


Aku pun mengangguk. Dan mobil itu dijalankannya.


"Sayang, tadi Ine liat tanggalan, hari raya waisak, jatuh hari Jumat. Kita ngadainnya apa hari Jumat itu ya?"


"Oh ya? Nanti sampai rumah, Aa lihat ya. Sayang, kita mampir sebentar nanti ke klinik Bahagia ya. Sepertinya Aa bakal ambil tawaran gabung di sana."


"oke, mampir beli batagor dong" ucapku sambil tersenyum lebar.


Aa melihatku dan tersenyum, dengan lesung pipinya yang.. hm..


"Tapi di klinik Bahagia, katanya batagornya enak loh sayang. Mau sekarang atau yang di depan klinik saja?" tanyanya.


"Ya sudah, yang di klinik saja" jawabku, sambil merogoh tasku yang masih menyimpan biskuit.

__ADS_1


Aa memelukku ketika kami sampai di lanpu merah.


"Laper ya? Kita beli yang ketemu di jalan aja ya?"


Aku menggeleng.


"Gapapa, masih sanggup kok"


sambil mengelus perutku.


Dia mencium tanganku.


Yopi Adrianus, lelaki yang aku kenal sejak aku melangkahkan kakiku di sekolah menengah atas, yang menahan sabarnya saat egoku mulai tinggi, yang sanggup menungguku, dan sekarang dia menjadi suamiku, imamku. Tidak ada kata lain yang bisa ku ucapkan selain kata terima kasih.


Dia membukakan air mineral yang selalu ada di mobil itu, untukku, saat aku merasa haus. Aku tersenyum. Dia tidak tahu bagaimana aku memperhatikannya sejak aku naik mobil ini.


Dia menceritakan kegiatannya selama sehari ini di rumah sakit, bagaimana kelakuan teman-teman sesama dokter, kelakuan pasiennya, dan aku mendengarkan semua ceritanya.


Aku mengelus perutku, dan berkata


"Kelak kalau dedek besar, dedek harus bangga sama papa dedek ya nak. Mama tahu bagaimana letihnya papa, tapi, papa tidak pernah menunjukkan rasa letih itu kepada mama"


Aa memberi sen ke kiri, kami sudah sampai di depan klinik Bahagia. Dia memarkirkan mobilnya.


"Sayang, mau ikut, atau mau tinggal?" tanyanya.


"Ine di sini saja ya, Ine mau makan batagornya" ucapku.

__ADS_1


"Ya sudah, Aa turun ya, doain semoga tidak salah langkah" kemudian dia mengecup keningku.


Aku tersenyum, "Semangat" ucapku sambil mengepalkan tanganku.


Langkahnya yang tegap, melangkah ke dalam klinik itu.


Aku turun menghampiri pedagang batagor.


"Bang, saya pesen seporsi ya" ucapku


"Makan di sini, bu?" tanya si abang ramah.


"Ya bang," ucapku dan aku mencari tempat duduk.


Tak lama, batagor pesananku pun datang.


Aku menikmati batagor itu, tidak salah, Aa bilang di sini enak. Setelah selesai. aku meminta 4 porsi untuk dibawa pulang.


"Saus kacangnya, dipisah ya bang" ucapku lagi.


Setelah selesai, aku bergegas untuk membayar semua yang aku pesan.


kemudian, aku melangkah menuju mobil.


Aa datang, urusannya sudah selesai.


"Udah makannya? Enak?" tanyanya.

__ADS_1


"Udah, enak kok. Aa mah emang jago, tau aja makanan enak" ucapku


"Kan deket rumah, jadi Aa tau dong, Bulan depan, Aa udah mulai gabung, sayang" ceritanya, kemudian kami berlalu, dan memang jarak dari klinik ke cluster perumahan kami, tidak terlalu jauh.


__ADS_2