
Aku kembali mengirim kan A Rangga pesan.
"A Rangga punya hati nggak? "
"Maksudnya? "
"Pikir aja."
"Iya. "
Masya Allah, terbuat dari apa hati mu a Rangga.
"Semoga lebih peka. "
"Ga ngerti. "
Haha... aku hanya bisa tertawa. Apa perjuangan ku selama ini tidak pernah terlihat sedikit pun dimata mu. Apa Cinta ku yang tulus selama ini tak pernah berharga bagimu.
aku balas.
"Iya ga apa-apa. "
"Iya. "
Emosi jiwa juga aku lama-lama, Sudah cukup selama ini aku bersabar, menahan sakit dan menangis.
"Kamu tuh kejam banget orang nya A Rangga, asli ga punya hati. "
"Ga ngerti. "
Aku hanya bisa menghela nafasku dan mengelus dada, Ya Allah kenapa aku dipertemukan dengan orang seperti ini.
"Sampe kapanpun mungkin ga akan pernah ngerti. "
"Iya. "
Ya Allah kalo kamu ada di depan ku sekarang, udah aku tonjok, dan aku jambak rambutmu yang gondrong itu. heuhhhhh..
__ADS_1
"Ya sudahlah, Terserah A Rangga aja, Emang ga jodoh mau gimana lagi. Berusaha sekuat apapun kalo ga dianggap ya percuma. "
"Aku hanya berkomitmen, siapa yang bersama saya dia yang saya perjuangkan. Jadi atau tidak Allah yang menentukan. "
"Mau setulus apapun aku mencintai a Rangga, kalo a Rangga nya ga bisa membuka hati ya ga bisa."
Kamu menjawab.
"Allah yang maha membolak balikan hati manusia. "
Aku jadi pusing dengan jawaban kamu a Rangga.
Dan kamu menjawab lagi
"Buka hati ya, lalu bagaimana dengan dia yang ada di hati? "
Jlebbbb.. hati ku tertusuk tusuk, inilah luka yang tak berdarah, menangis tanpa air mata. Karena mungkin air mata ku telah habis selama ini. Aku tidak bisa meneteskan air mata lagi.
"Mawar kan? "
"iya. "
Apa arti kata-kata Yuda waktu itu teh nanti prawedding di bukit baros aja ya. Teh A Rangga nya mau sekalian di bawa pulang katanya, kita masukin dus aja. Teh nanti syawal kita bareng-bareng ke rumah teteh, iya kan A Rangga. Kata-kata yang hanya bualan belaka.
"Hatinya A Rangga ada Mawar, sedangkan hati aku ada A Rangga. ga nyambung. "
"Sama aja mainin hati dia dan juga kamu kalo gitu sistemnya. Perasaan bukan sesuatu yang bisa dipaksakan teh. "
Tepuk tangan untuk kamu a Rangga, selamat kamu hebat, kenapa ga bilang kata-kata itu sejak awal. sebelum aku terlalu jauh mengenalmu. Setelah aku berjuang sampai titik darah penghabisan sampai aku lelah menunggu, sampai air mata ku kering tak dapat menetes lagi, kamu baru bilang perasaan bukan sesuatu yang bisa dipaksakan.
Aku teringat dengan kata-kata mu, kamu pernah merasakan pahitnya dibenci seseorang. Ya aku juga sadar sekarang, memang sikap kamu pantas untuk di benci.
"Perasaan ku mungkin yang salah a. Susah untuk menghilangkan nya, butuh waktu. "
"Allah yang memberi, minta lagi aja sama Allah untuk menghilangkan nya. "
"Ngomong gampang sih emang, Andai saja waktu itu kamu ga balas chat pertama aku, mungkin ga akan terjadi seperti ini. "
__ADS_1
"Maaf, jadi aku yang salah. "
"Bukan, Zara yang salah. Telah begitu lancang mencintai kamu dengan tulus, Aku yang salah. "
Aku teringat ucapan mu ketika aku mempertegas pertanyaan ku waktu itu apa A Rangga akan menolak atau menerima ku.
Kamu menjawab,
Intinya karena sekarang kamu masih dalam masa iddah dengan emoticon tersenyum,
yang aku balas.
Oh jadi ditolak nya nanti tanggal 22 mei, nangis nya dipending gitu.
kamu balas,
jangan suudzon, Aku ga mau terburu-buru yang ujung nya malah buruk, kita jalani aja dulu. Toh masih ada waktu.
Lucu sekali, semua hanyalah omong kosong.
Aku menemukan kata-kata mu lagi A Rangga.
Belum ngerasa bisa bertanggung jawab sepenuhnya, sepenuhnya sebagai suami, teteh bertanggung jawab sepenuhnya sebagai istri, tanggung jawab yang lain kita jalani bersama.
Apa kamu mengatakan hal yang sama kepada Mawar.
"Lucu sekali kamu A Rangga. "
"Siapa yang ngelucu. "
Allahu akbar, kamu belum sadar juga. Apa aku bicara dengan tembok aja ya.
"Itu kata-katamu a Rangga, kalo udah punya mawar, kenapa kamu masih bisa berkata seperti itu kepadaku. Wanita single parent."
"A Rangga, aku beruntung bisa belajar banyak dari orang sepertimu, Ternyata di dunia ini ga ada laki-laki yang pantas untuk aku cintai ya. "
"A Rangga terimakasih banyak ya, Akhirnya aku tau baik Ditto, A Rangga, ataupun A Chandra semua nya sama saja. Ga ada yang mampu untuk menjadi pasangan hidup aku, ga ada yang pantas untuk menjadi pendamping hidupku, mungkin aku terlalu berharga untuk kalian sakiti. Lucu. "
__ADS_1
"Emang siapa yang menyakiti? "
Bodo amat, kamu punya otak kan A Rangga. Coba pake buat mikir, cari jawaban nya sendiri. Itu tugas dari aku.