SOULMATE

SOULMATE
105


__ADS_3

Hari ini hari minggu aku mengajak anakku keluar sekalian ke toko a Rangga juga. Aku berjalan kaki bersama anakku dari terminal karena jika naik angkutan umum pun tanggung.


Ada si om di depan.


"Eh Zara, nah gitu dong main kesini."


"Mau belanja om bukan mau main. " sambil aku tersenyum.


Aku langsung masuk mencari barang belanjaan bersama anakku. Ketika aku kembali ke tempat kasir aku lihat a Rangga ada disamping meja kasir sedang merapikan barang belanjaan orang lain.


Ya tuhan, ternyata setelah lama tak melihat nya perasaanku masih sama. Deg-degan gimana gitu, ga bisa di ungkapkan kata-kata. Tapi ya sudahlah mencoba biasa aja, meskipun hati ingin mata ku untuk memperhatikan nya terus dan terus. Aku berusaha menghindar saja.


"Zara sering-sering keluarlah, jangan diem ditoko terus bosen." Si om mengagetkan aku.


"Iya om ini juga sekalian main bawa Jarel keluar. "


"Iya gitu, seminggu sekali. "


"Biar apa om, ketemu jodoh bukan di luar?" aku ketawa.


"Iya dong harus. " Si om ketawa.


Aku menunggu barang belanjaan ku.


Jarel duduk dikursi depan sambil bermain game di handphone aku. Aku lihat a Rangga keluar dan duduk bersebelahan dengan Jarel anakku.


"Om aku ketoko sebelah dulu ya. Barang nya aku titip disini."


"Siap."


"A ayo ke sana dulu. "aku ajak anakku ke toko frozen food di dekat toko a Rangga.


Pulang dari toko Frozen food aku kembali ke toko a Rangga. Aku berpapasan langsung dengan a Rangga dipintu masuk toko. Tak sengaja aku langsung melihat matanya karena saling berhadapan.


"Ya Allah tolong bantu kondisikan hatiku ku mohon."


Aku tersenyum dan berlalu tanpa menyapanya, karena aku tidak berani. Aku langsung menghampiri si om.


"Om mana belanjaan ku."


"Ini teh. Ayo saya antar kedepan." Mang Dedi langsung membawakan barang belanjaanku.


"Antar ke rumah langsung bukan mang? "


"Boleh teh boleh. "


"Ke angkot aja. " sambil aku ketawa.


Mang Dedi membantu ku membawakan barang belanjaanku ke dalam angkot.


"Makasih ya mang. "


"Sama-sama Zara, hati-hati. "


"Iya. "


Aku bertanya kepada Jarel anakku.


"Aa tadi ngobrol ga sama a Rangga? "

__ADS_1


"Nggak diem aja. "


"Oh iya. "


Apalah aku sekarang, bahkan untuk menyapa nya saja aku tidak berani. Hanya sekedar melihatnya pun udah membuat hati aku bahagia benar-benar mood booster bagiku jika sudah melihat a Rangga.


Aku kembali ke toko, merapihkan barang belanjaan.


"Gimana, udah ketemu pujaan hatinya? "


"Ayah,, kok ngomongnya gitu sih?"


"Bukannya belanja tuh cuman alasan, bilang aja kangen pengen ketemu Rangga."


"Kok ayah tau sih? " aku tertawa dan malu ternyata ayah tau isi hati kecil ku yang sebenarnya.


"Ga usah pura-pura, ayah sama ibu juga tau kok."


"Kan a Rangga nya juga pacar orang yah. "


"Tapi hati mu juga gak bisa bohong kan? "


"Aku cuman belanja ayah, ga lebih dari itu. "


"Ya udah terserah kamu aja deh, kamu sendiri yang merasakan." Ayah ku ketawa sambil membantuku merapikan barang belanjaan.


"Yah apa ibu ga punya calon untuk aku? "


"Emang nya Zaman Siti Nurbaya main jodoh-jodohan gitu? "


"Iya ga apa-apa kalo ibu bisa nyariin, aku terima aja. kan jodoh yang dipilihkan orang tua bisa jadi jodoh yang terbaik untuk aku nanti. "


"Ibu mu ga mau, takut salah katanya bilang nya sih gitu kemarin. "


"Iya, suruh tunggu Rangga aja mudah-mudahan berjodoh. Ibu mu maunya seperti itu. "


"Emang ibu udah ga marah sama a Rangga? "


"Nggak, biasa aja."


"Syukurlah kalo gitu, tapi percuma juga yah, A Rangga kan udah punya pacar. Ga mungkin lah mau sama aku. "


"Iya kita kan ga tau kedepan nya gimana. Kalo nggak Rangga juga mungkin ada yang lain yang lebih baik. "


"Amin.. mudah-mudahan ya yah.Yang penting sekarang kita fokus jalanin usaha aja dulu. "


"Iya. "


Seminggu kemudian.


Aku mengantar Jarel sekolah seperti biasa, aku langsung ke kantor pos, butuh untuk membeli materai karena materai di toko udah abis, sekalian mampir ke toko a Rangga untuk membeli rokok. Kalo belanja rokok aja kan bisa langsung dibawa sendiri ga usah dianter si om, tanggung belanjaan nya juga sedikit.


Pulang dari kantor pos, aku turun di didepan Grosir A Rangga, aku langsung masuk toko. Aku lihat sekeliling terasa asing bagiku, karena mungkin udah jarang juga belanja langsung dan posisi penataan barang pun berubah.


Aku menunggu didepan kasir karena rame pembeli juga. Aku hanya membeli rokok. Ada si om menyapa.


"Pulang jalan-jalan bukan Zara? "


"Dari kantor pos om, beli materai. "

__ADS_1


"Oh iya. "


Aku melihat sekeliling, hati kecil ku masih berharap bisa bertemu a Rangga atau sekedar melihatnya sebentar saja, Ternyata tidak ada. Mungkin a Rangga ada digudang, tapi untuk apa aku kesana. Biarlah, belanja ya belanja aja.


Aku menyebutkan barang belanjaan ku


"Satu bal ya rokok nya, bukan satu slop." A Hilmi ikut bicara.


"Eh, apaan uangnya juga sedikit ga akan kebayar kalo beli rokok satu bal, mahal." aku ketawa.


"Bawa aja dulu, bayar nya nanti. "


"Haha.. kalo bisa sih boleh-boleh aja. "


Aku lihat bajunya A hilmi putih-putih semua.


"A hilmi udah perang tepung bukan? "


"Iya barusan. " A Hilmimenjawab sambil ketawa.


"Seru ga? "


"Seru banget, ayo mau ikutan ga? "


"Ha.. ha.... aku hanya tertawa.


"Zara. "


"Teh Syifa memanggil."


"Hadir. "


"Oh ada, kirain di anter. " sambil tersenyum melihat bon belanja aku.


"Hadir teh, dibawa langsung cuman rokok belanja nya juga. "


"Oh iya, ditunggu sebentar ya. "


"Iya siap. "


Sambil menunggu barang disiapkan, aku melihat sekeliling, ternyata a Rangga masih tidak terlihat.


"Ini teh barang nya." ada karyawan baru memberikan rokok belanjaan aku.


"Oh iya, makasih a. "


Aku keluar toko dan pulang.


"Udah belanjanya? " Ternyata si Om ada didepan.


"Udah Om, pulang dulu ya. "


"Barang belanjaan nya mana? "


"Ini. "Aku perlihatkan kantong keresek ku yang berisi rokok.


"Oh iya, hati-hati. "


"Iya Om.

__ADS_1


Aku berjalan ke terminal mencari angkot untuk pulang, aku merasa sedikit kecewa karena tidak melihat a Rangga. Tak apa lah mungkin tuhan tidak mengijinkan aku untuk bertemu a Rangga hari ini.


Aku naik angkot dan membuka handphone ku, aku buka whats app aku. Aku lihat kontak a Rangga, aku pandangi chat terakhir dengan a Rangga. Tak lama kemudian, aku lihat a Rangga online. Aku senang sekali. Sesederhana itu kebahagiaan ku sekarang. Hanya melihat whats app nya, hanya melihat nya dari kejauhan sudah membuat hatiku bahagia dan tak mengharapkan lebih dari itu.


__ADS_2