
Aku lihat uang di dompet ada 750 ribu. Makanan di toko abis. Ya sudah aku belanja secukupnya uang aja.
"Aa mau ikut belanja ga? "
"Mau. "
Jarel langsung masuk mobil duluan. Aku menuju toko A Rangga.
Pikiran ku masih kurang fokus. Tiba-tiba di didepan sekolah yang belum jauh dari rumah. Ada motor bapak-bapak yang tiba-tiba berhenti didepan mobil ku, aku kaget dan langsung menginjak rem mendadak.
Brukkkk. Terdengar suara benturan keras di luar. Aduh aku nabrak. Aku keluar langsung menghampiri si bapak yang berhenti tiba-tiba di depan mobil ku. Pas dilihat ternyata ga kena sama sekali.
"Saya ga apa-apa bu." Si bapa nya langsung turun dari motor menghampiri ku.
"Oh syukur lah kalo gitu, maaf ya pa. "
Aku masuk kembali ke mobil ku dengan perasaan ga enak hati, yang tadi suara apa ya ga kena tapi ada suara benturan keras.
Aku menepi kan mobilku karena masih penasaran. Aku lihat sekeliling ku. Ternyata belakang mobil ku yang ketabrak orang. Lecet lumayan banyak dari cat motor orang itu seperti nya, tapi ya sudah lah. Orang nya juga entah kemana sekarang karena tadi aku ga sadar kalo sebenarnya mobil ku yang ditabrak orang.
Aku melanjutkan lagi perjalanan menuju grosir. Sampai di depan toko, aku parkirkan mobilku. Masih sepi juga karena mungkin masih pagi. Aku langsung masuk dan mulai belanja.
Tidak lama, karena belanjaan nya juga sedikit, Om dan mang Dedi mengantar kan belanjaan ku ke mobil.
"Kenapa teh, ketabrak bukan? " mang Dedi bertanya.
"Iya mang, ada-ada aja. Ya udah pulang dulu, makasih mang."
"Iya teh, hati-hati."
Aku pulang kembali ke toko ku bersama anakku.
"Mamah mobil nya jadi jelek, ketabrak orang." Jarel berkomentar
__ADS_1
"Iya ga apa-apa nanti kita benerin aja."
"Iya."
Siang nya ada saudara ke rumah menawarkan untuk over kredit mobil ku. Dengan berat hati aku mencoba meng iya kan nya, Karena aku tidak tau harus bagaimana lagi untuk mempertahankan mobilku. Kalau memang harus aku lepaskan, aku akan lepaskan dan aku tidak akan pernah merasa menyesal karena selama ini aku telah berjuang kasarnya sampai titik darah penghabisan tapi tidak berhasil.
Aku berfikir apa aku harus mencari jodoh via online gitu ya, untuk ikhtiar ku yang terakhir. Barang kali aku bisa menemukan jodoh secepatnya.
Aku download aplikasi taaruf.co.id. Diluar dugaan ternyata banyak sekali chat masuk kepadaku, ada yang single, ada yang single dad. Bermacam-macam latar belakang, ternyata banyak orang yang suka sama aku, aku kira ga akan ada yang suka sama aku karena orang yang aku cintai dengan tulus tidak pernah bisa membalas apa yang aku rasakan. Ternyata aku tidak seburuk itu, masih banyak laki-laki diluar sana yang suka sama aku.
Mereka menyetujui CV yang aku ajukan, Kalo memang ada yang serius ya silahkan datang ke rumah. Pintu rumah ku terbuka lebar. Aku sudah tidak percaya lagi dengan ucapan-ucapan manis mereka, jika memang ada yang bisa membuktikan keseriusan mereka untuk datang kerumah, Dan sesuai dengan kriteria ku, aku pasti menerima dengan senang hati.
Aku seleksi mereka satu persatu.
Ada Pangestu 35 tahun Lajang dari Bekasi.
"Assalamu'alaikum dik Zara. Senang sekali, boleh berkenalan dengan dik Zara. Semoga adik dan keluarga sehat sehat aja. Dik Zara anak keberapa dari berapa bersaudara? "
Aku ketawa, ternyata seru juga ya. Aku balas chat nya.
"Adik ikut orang tua atau tinggal sendiri? Saudara perempuan atau laki-laki? sudah menikah belum?"
Lucu ya, kaya interview kerja aja. ha.. ha...
"Aku tinggal berdua sama anak, sudara perempuan 1 udah nikah. "
"Anaknya laki-laki atau perempuan? berapa tahun?
"Laki-laki, 5 tahun. "
"Orang tua masih lengkap? adik pisah udah berapa lama sama mantan suami? "
"Alhamdulilah orang tua masih lengkap, aku pisah tangga 11 februari kemarin. "
__ADS_1
"Mantan suami orang mana? "
"Cirebon. "
"Rumah nya deket pesantren ya. "
"Iya, deket ada banyak sih pesantren disini. "
"Masukin aja anak adik disana. Bagus ko. "
"Iya udah masih belajar ngaji sore aja, belum mondok. "
"Usaha sembako nya lancar? besar kaya agen? "
"Omset nya turun drastis semenjak ditinggal suami, ga besar warung biasa aja. "
"Sama aku juga, tapi sama jual sayuran juga. Aku dua bersaudara adik kerja di puskesmas. "
"Oh iya, sayuran aku ga jual, sembako, pulsa, fotokopi."
"Mesin fotokopi mahal ga sih? aku juga jual pulsa sama token listrik. "
"Tergantung mesinnya, aku sih pake printer epson yang murah aja."
"Oh iya, udah nemu yang cocok belum di aplikasi taaruf ini? "
"Belum, baru mulai nyari nya juga. " aku ketawa
"Boleh main kerumah adik"
"Boleh, kalo mau serius ke rumah aja. Nanti aku kasih alamatnya."
"Iya siap, nanti kalo udah ada waktunya ya. Tapi ga usah ditunggu."
__ADS_1
"Ok. "
Sekarang sih aku udah ga baper ya, kalo mau serius ya silahkan kerumah berlaku untuk siapa aja. Nanti setelah dirumah. Barulah aku interview lagi.