SOULMATE

SOULMATE
75


__ADS_3

Suara dari alat-alat yang ada di ruang ICU membuatku healing. Aku menemukan inspirasi untuk melanjutkan menulis novel ku.


Dengan kesunyian ini membuat pikiran ku jauh lebih tenang, aku melihat ibu tertidur.


Aku dipanggil ibu yang ada disebelah ranjang ibu ku. Seorang Ibu Lansia, suami nya sudah meninggal. Manja dan ga sabaran, bawel juga. Infusan dia cabut sendiri, selang oksigen dilepas juga. Bosan katanya mau pulang. Dia kira aku seorang gadis. Ha..ha..Aku hanya tertawa karena aku seorang single mom punya satu anak laki-laki.


Dia ingin tau kisah ku, Aku menceritakan semua nya bahkan aku memberi tahu tentang novel ku, sampai akhirnya dia tertidur. Seperti anak kecil yang tertidur pulas setelah mendengarkan cerita ibu nya.


Perawat laki-laki datang, Alhamdulilah ibu udah bisa dipindahkan ke ruang perawatan. Aku mengemasi barang ibu, dan kita pindah ruangan.


Aku lihat handphone jam 20.00


"Bu aku pulang dulu ya, kalo ada apa-apa telpon aja. Kasian jarel dijemputnya kalo kemaleman."


"Iya, hati-hati kalo udah nyampe rumah telpon."


"Iya siap. "


Aku menuju parkiran mobil lantai dua. Ternyata hujan, Aduh aku paling ga bisa bawa mobil malam hari saat hujan. Ditto bilang nya aku rabun Ayam. Aku tidak bisa melihat dengan jelas ketika bawa mobil dimalam hari dengan cuaca hujan.

__ADS_1


Benar dugaan ku, Ketika masuk jalan Raya. Kaca mobil ku berkabut karna diluar hujan. pandangan ku tidak jelas apalagi ketika melihat lampu mobil lawan arah saat berada depan aku. Aku ga bisa lihat apa-apa, Silau.


Ditto selalu bilang jangan lihat lampu mobil orang. Tapi susah, cahaya nya itu yang membuat mataku jadi kabur penglihatan nya.


Aku paksakan mobilku berjalan pelan ketika berpapasan dengan mobil orang. Lampu nya yang membuat mataku terganggu. Jika terlalu pinggir takut ada lubang tak terlihat.


Aku terus bicara dalam hati, Ya Allah aku bisa.. aku bisa... terasa jauh untuk sampai rumah karena kendaraan masih ramai. Apalagi motor yang jalannya cepat. banyak berpapasan dengan mobilku. yang aku takutkan itu kaca spion mobil yang ga ada lampunya takut kena. karena gelap tidak terlihat.


Mending pulang jam 00.00 Sepi serasa jalan milik sendiri, dari pada jam 20.00 cuaca hujan kendaran lain masih padat. Haduh selama perjalanan menuju rumah aku terus berdo'a. Mata ku dipaksa melek.


Sampai juga di rumah kakakku.


"Jarel ayo pulang."


"Ibu gimana sekarang?"


"Udah pindah ruangan barusan, tensinya udah turun lumayan stabil. Tapi ga tau kapan diijinkan pulangnya."


"Oh syukurlah. Makan dulu disini nasi anget."

__ADS_1


"Boleh-boleh, ini juga ada udang goreng tadi siang beli padang."


"Aa hayo makan suapin sama mamah. Nanti pulang ke rumah tinggal mandi langsung tidur."


"Ok. Mamah, Nenek di lantai berapa sekarang?"


"Di lantai 4." aku menjawab.


"Oh naik tangga ya. Aa mau ikut besok."


"Ga bisa anak kecil ga boleh ikut."


"kenapa mamah?"


"Banyak virus."


"Oh serem ya."


"Ga juga, ga kelihatan mata."

__ADS_1


"Oh, kaya hantu ya."


Aku hanya tertawa. Beres makan aku siap-siap pulang ke rumah. rasanya badan ku udah lelah sekali, beres mandi langsung tidur karena besok kembali lagi ke rumah sakit. Bolak balik terus ga tau berapa hari lagi.


__ADS_2