SOULMATE

SOULMATE
78


__ADS_3

Pagi ini aku ke sekolah mengantar Jarel dan pembagian Gizi untuk anak-anak, siang paling aku bisa kerumah sakit.


Pagi-pagi ayah telpon, Ibu ga mungkin pulang hari ini sepertinya. Tapi tidak memberikan penjelasan apapun.


Ya sudah aku selesai di sekolah dulu, baru nanti siang ke Rumah Sakit.


Pulang sekolah aku titipkan Jarel ke rumah kakakku, Sambil ngopi dulu, menunggu jam 11 siang. Agar ketika sampe rumah sakit pas waktu makan siang, aku sekalian bawa makan untuk ayah.


Dijalan Ayah telpon, Ibu sudah diijinkan pulang hari ini.


Sampe Rumah sakit aku langsung masuk ruangan ibu. "Ibu tidur? "


"Efek obat jadi seperti itu. Malem sempet drop lagi, sampe jam 02.00 malem baru selesai EKG dan dibuka selang buang air kecilnya, demam juga."


"Tapi boleh pulang sekarang? "


"Boleh, nunggu berkas nya lagi di siapin perawat." Ayah ku menjawab.


"Ya sudah, aku tunggu di bawah aja ya depan farmasi. Kalo ada apa-apa telpon. "


"Iya. "


Aku kembali ke lantai satu, shalat dzuhur dulu di mushola dekat parkiran mobil. Masih belum ada kabar dari perawatnya. Aku menunggu sambil melanjutkan untuk menulis novel. Aku khawatir juga takut nanti ada biaya yang harus dibayar lagi, karena aku hanya bawa uang 600 ribu sisa uang penjualan gelang Chira kemarin. Mudah-mudahan semuanya di tanggung BPJS.


Jam 4 baru ada kabar dari perawat.


"Ibu ini berkasnya dibawa ke kasir dulu ya di lantai 1."

__ADS_1


"Oh iya. "


Aku merasa was-was, dalam hati terus bertanya. bayar nggak ya? berapa? mahal ga ya? takut uang nya ga cukup, menunggu pintu lift terbuka, aku terus memandangi berkas yang aku pegang.


Aku memberikan berkas nya ke bagian kasir.


"Ini berkas ibu Nani pasien dr. Vicky. "


"Oh, disebelah aja bu, administrasi rawat inap? "


Aku salah tempat, aku menuju meja yang pas awal aku bayar denda 470 ribu, deg degan juga sih.


"Bu, ini berkas ibu Nani pasien dr. Vicky. "


"Iya sebentar bu, ditunggu. silahkan duduk dulu."


"Iya. "


"Bu ini untuk ke farmasi ambil obat ya. " Petugas nya memberikan catatan resep kepadaku.


"Iya, terus nanti kemana lagi bu?"


"Udah beres bu, udah bisa langsung pulang. "


"Ada biaya lagi nggak? "


"Ga ada bu, udah semua. "

__ADS_1


Alhamdulilah, akhirnya aku merasa lega. Rasanya mau kentut pun udah bisa sekarang dengan suara yang gede. ha.. ha... saking senengnya.


Aku ke farmasi, ambil obat ibu. banyak banget ternyata. Dan kembali ke ruangan. Ibu udah duduk di kursi roda dibantu oleh perawat.


Suster memberikan berkas-berkas ibu yang bisa dibawa pulang, kontrol kembali tanggal 27.


Aku berpamitan kepada mereka semua, dan berterima kasih. Pelayanan nya sangat baik.


Di mobil om video call, ga bisa aku angkat. tanggung udah pegang setir juga. Akhirnya ibu pulang juga dari Rumah sakit.


Aku melewati Toko a Rangga kan. Eh ternyata orang nya ada, lagi bersantai duduk di kursi depan toko. Udah mau tutup juga mungkin karena udah jam setengah 5.


Ibu melihatnya.


"Tuh ada orang nya, masih belum dicukur juga rambutnya? "


"Ha..ha.. biarkan bu, biar gampang di jambak nanti."


Aku berlalu pulang menuju ke rumah.


Sampai di rumah aku kirim kan pesan kepadanya.


"Ibu udah dibawa pulang ke rumah, ini baru nyampe. Alhamdulilah. Tumben nongkrong di depan, ga diem terus digudang? "


Ga ada balasan.


Entah mahluk apa A Rangga. aku tidak mengerti dengan nya. Ga apa-apa sudah biasa, ga berharap lebih hanya sekedar memberinya kabar.

__ADS_1


__ADS_2