SOULMATE

SOULMATE
Perpisahan


__ADS_3

Ragini masih terdiam dan merenung, surat yg telah selesai dia baca masih tergenggam erat di telapak tangannya. Dia masih setia memeluk foto Rohit tanpa frame itu. Dia seakan tak percaya dengan apa yg telah terjadi. Bayangan senyuman Rohit berkelebat muncul di benaknya. Serta bayangan pilu saat jasad Rohit di kremasi perlahan muncul.


#FLASHBACK..


Ragini mengambil secarik kertas yg terlipat itu, dia mulai membukanya. Matanya membulat saat mengetahui jika secarik kertas itu adalah sebuah surat yg dituliskan Rohit tepat sehari sebelum dia meninggal.


"Dear.. Maafkan aku jika selama ini aku tak bisa menjagamu, tak bisa melindungimu. Aku merasa jika aku telah gagal menjadi suamimu dear, aku merasa jika kehadiranku di hidupmu tak bisa menghapus luka yg kau rasakan saat ini. Aku merasa telah gagal! Sangat gagal! Aku tau dear jika setiap malam kau menangisi dan meratapi nasibmu, aku mendengarnya.. Aku selalu mendengar isakan tangismu, tapi aku hanya terdiam karena aku tak bisa merubah takdirmu. Aku bisa apa? Andai aku bisa ingin aku temui Dewa langsung dan memberitahukan kepadanya untuk mengubah takdirmu, membiarkanmu tersenyum bahagia tanpa harus ada lagi kesedihan di hidupmu, aku tak tahan dear, aku tak tahan selalu melihatmu seperti ini. Hari ini langkahku terasa berat dear, entah mengapa aku merasa telah kehilangan tujuan hidupku, saat aku melihatmu tersenyum tapi hatimu sebenarnya menangis aku sedih, aku tak tahan.. Aku tak kuat melihatnya dear, entah hari ini aku tiba-tiba merasakan firasat jika ada yg akan terjadi kepadaku, semalam tadi aku bermimpi pergi jauh darimu dear, menatapmu dari kejauhan dan melihatmu bahagia dengan seseorang yg pastinya akan bisa menjagamu dan mencintaimu dengan sepenuh hatinya. Aku melihat pria itu sangat pantas untukmu dear, dia terlihat sangat dewasa dan pastinya dia mampu menjaga dan merawatmu. Kau tau dear siapa pria itu? Dia adalah boss ku, Laksh Maheswari. Entah mengapa di dalam mimpi itu saat aku melihatmu dengannya aku merasa bahagia, seolah beban di hidupku hilang jika aku bisa meninggalkanmu dengannya. Malam ini aku harus bertemu dengannya dear, aku ingin menjelaskan maksudku, aku ingin menyerahkanmu kepadanya agar kau bisa bahagia. Entahlah dear, aku merasa jika hidupku tak akan lama lagi. Firasat itu seakan muncul di benakku, jika hari ini aku tak kembali atau mungkin Dewa benar mengambil nyawaku hari ini, aku mohon kepadamu dear untuk berhenti menangisiku, berhenti untuk selalu bersedih karenaku, karena yg aku inginkan Raginiku seperti dulu, yg selalu ceria dan tersenyum, kau tau dear senyumanmu selalu bisa membuat orang yg melihatnya tergila-gila. Ingat pesanku dear, jaga dan selalu rawat bayi itu, bagaimanapun juga dia tak bersalah. Aku sangat mencintaimu dear, lanjutkanlah hidupmu dan terus bahagia"


Your Husband's


Rohit


Ragini menangis histeris setelah membaca surat yg sekaligus pesan terakhir dari Rohit, dia tak menyangka jika suaminya itu mempunyai firasat sebelum dia meninggal.


Dan Laksh?


Dia ada di dalam mimpi dan surat yg dituliskan Rohit.


Apa maksud semua ini?


Ragini terus bertanya di dalam hati, dia mencoba untuk menerka semua ini.

__ADS_1


DRRTT.. DDRRRTT..


Ragini mengalihkan lamunannya saat mendengar suara getar di ponselnya.


"Ya halloo"


"......."


"Baiklah.. Aku akan segera kesana"


Ragini menghapus airmatanya, dia mengambil tas kecilnya.


"Aku harus menyelesaikan apa yg memang seharusnya selesai" ucapnya dengan lantang.


"Apa ini Akash?" tanya Laksh bingung saat Akash menyodorkan sebuah dokumen di dalam map.


Laksh langsung membuka map itu, matanya membulat saat dia membaca surat gugatan cerai dari Ragini.


Laksh meneteskan airmatanya, hatinya terasa perih. Benar-benar sakit!


"Ragini bilang dia akan menjaga anakmu asalkan kau mau menandatangani surat perceraian itu, jika tidak dia akan menggugurkan bayi yg ada di dalam kandungannya"

__ADS_1


Laksh memejamkan matanya, dia merasakan hatinya seakan di tusuk oleh belati.


Sangat perih!


Sebuah pilihan yg sangat sulit, Ragini adalah cintanya sedangkan bayinya adalah hidupnya, bagaimana mungkin dia harus memilih diantara dua pilihan yg sangat penting di dalam hidupnya.


Akash membuang mukanya, dia benar-benar iba dengan kondisi Laksh yg terjepit saat ini. Benar-benar dilema.


Laksh menghembuskan nafasnya, tangannya mulai meraih pulpen itu walaupun ragu.


Tangannya gemetar saat memegang pulpen itu, airmatanya kembali menetes. Dia langsung menandatangani surat perceraiannya itu dan diakhiri dengan tetesan airmatanya.


Laksh memejamkan matanya, menikmati rasa sakit di dalam hatinya dan sesak di dadanya.


Lagi dan lagi..


Dewa mempermainkan takdirnya dan menggariskan takdir pilu di dalam hidup Laksh.


Airmatanya terus mengalir, bayangan kenangannya bersama Ragini berkelebat di pikirannya.


'Sakit.. Sangat sakit.. Tapi aku yakin ini yg terbaik, maafkan aku Rohit tak bisa menepati permintaan terakhirmu, maafkan aku' batinnya pilu.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2