
•SOULMATE•
PART 26
CEKLEEKK..
Suara pintu tiba-tiba tertutup membuat Ragini yg sedang menimang putranya menoleh.
Laksh tersenyum dari sudut kamarnya, dia langsung menghampiri Ragini dan memeluknya dari belakang. Menopangkan dagunya di bahu Ragini dengan tangan yg membelai putra mungilnya itu.
"Dia sangat manis yah"
Ragini mengangguk.
"Dia tampan, tapi dia mudah sekali mengantuk"
"Oh ya?"
"Tertidur terus?"
"Iya.. Persis seperti ayahnya"
Laksh mencium pipi Ragini, membuat Ragini terperanjat dan langsung menoleh.
Laksh mengembangkan senyuman di bibirnya, dia kini sudah berada di depan Ragini membawa jagoan kecilnya ke dalam gendongannya, menimangnya sebentar lalu merebahkannya di dalam box bayinya.
"Good night jagoan kecil ayah" bisiknya.
Ragini tersenyum saat melihat Laksh yg seakan sangat menyayangi putra mereka.
Ragini bergegas pergi namun tangan Laksh dengan sikap langsung menarik lengan Ragini hingga tubuh Ragini terhempas jatuh ke dalam pelukan Laksh.
"Laksh.. Lepaskan" ucap Ragini pelan dan meronta.
Laksh hanya tersenyum, matanya menatap tajam wajah Ragini dan membelainya lembut. Bibirnya di tempelkan di pipi kanan Ragini cukup lama.
Ragini memejamkan matanya, dia menikmati sentuhan jemari Laksh yg menyusuri setiap inchi wajahnya.
"Laksh" ucapnya pelan saat Laksh menarik tali baju Ragini.
Laksh hanya tersenyum, dia kemudian menggendong tubuh Ragini dan merebahkannya di ranjang pengantin mereka.
Laksh mulai mencondongkan badannya, hingga wajah mereka saling berdekatan hingga suara deru nafas mereka saling bersautan.
"Laksh"
Laksh menaruh jari telunjuknya di bibir Ragini dan menggelengkan kepalanya.
Tangannya bergerak melepaskan gelang-gelang yg dipakai Ragini satu persatu. Lalu bergerak ke telinga Ragini untuk melepaskan anting-anting itu.
Bibir nakalnya mengecup sekejap telinga Ragini hingga membuat bulu romanya merinding.
Ragini memejamkan matanya, dia seakan pasrah dengan apa yg akan dilakukan Laksh kepadanya.
Laksh membuka kurta yg dia kenakan hingga dada bidangnya terlihat, otot-otot sixpack yg sangat menggoda mengusik pikiran Ragini. Ragini menggigit bibit bawahnya saat Laksh mulai membuka celananya, dia menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
Memang mereka sudah memiliki anak tapi ini merupakan pengalaman pertama baginya dan Ragini. Malam ini mungkin akan menjadi malam yg sangat panjang untuk mereka.
Ragini terperanjat saat merasakan tubuhnya terasa dingin karena kain sari yg sedari tadi melekat di tubuhnya terkesingkap jatuh di lantai.
Laksh meneguk air liurnya saat melihat tubuh Ragini yg begitu sangat menggoda. Laksh mulai menindih tubuh Ragini.
Dia menarik sedikit ujung rok yg dikenakan Ragini hingga sebatas paha. Ragini merasakan seluruh tubuhnya bergetar, menggeliat saat tangan Laksh mulai menyusuri paha mulusnya.
"Ahh Laksh" desah Ragini saat tangan Laksh terbenam di lipatan paha Ragini.
Laksh hanya tersenyum, dia menarik CD yg Ragini kenakan. Ragini masih memejamkan matanya dengan wajah yg sangat tegang hingga membuat Laksh terkekeh.
Dia menyentuh bibir Ragini dengan jemarinya.
__ADS_1
"Jangan tegang seperti itu sayang, rileks"
Ragini berusaha mengatur nafasnya, dia kembali memejamkan matanya saat tangan Laksh mulai bergerak membuka boxer yg dia kenakan.
Tangan Laksh menarik kembali tali baju Ragini hingga punggung mulusnya terlihat, dia mulai menciumi dan mengecup punggung Ragini.
"Laksh"
Laksh seakan terhipnotis dengan tubuh Ragini yg sangat memabukan baginya, dia seakan kehilangan kendalinya. Padahal ini bukan pengalaman yg pertama baginya, tapi tubuh Ragini seolah menjadi candu baginya hingga dia tak henti menciumi setiap inchi tubuh Ragini.
Tangannya mulai bergerak nakal ke bongkahan padat dan kenyal itu. Meremasnya pelan hingga mulut Ragini terbuka dan menimbulkan bunyi desis yg keluar dari mulutnya.
"Ouhh.. Laksh"
Wajah Ragini turun, bibirnya menyapu dengan indah bongkahan itu, sesekali dia mencium dan menjilatnya hingga membuat tubuh Ragini menggeliat, tangannya semakin meremas kuat rambut Laksh dan semakin menekannya.
"Ouhh Laksh hentikan" rintih Ragini.
Tapi Laksh tak menghiraukan, dia mulai mengarahkan senjata miliknya untuk masuk ke dalam milik Ragini.
Ragini menggigit bibir bawahnya dan wajahnya menegang, Laksh tersenyum dia kemudian mencium bibir Ragini dan melumatnya di sertai dengan hentakan miliknya di bawah sana.
Ragini memekik kesakitan saat milik Laksh sudah terbenam di dalam sana, dia menggigit bibir Laksh. Laksh hanya tersenyum, dia melepaskan bibirnya dan bibirnya turun mengecup leher jenjang Ragini. Tubuh Ragini semakin menggeliat saat milik Laksh menghujamnya dengan sangat cepat.
"Ouuhh Laksh"
Laksh semakin mempercepat gerakannya"
"Laksh.. Aku maauuuuu.... Aaahhhhhh"
Ragini menarik nafasnya dalam dia merasa lega karena telah mendapatkan pelepasannya, begitupun dengan Laksh tubuhnya ambruk di atas tubuh Ragini. Dia tersenyum menikmati sisa-sisa pelepasannya di bawah sana.
"Terimakasih Ragini"
Ragini hanya tersenyum.
Laksh mengecup kening Ragini.
Ragini hanya tersenyum, dia semakin mempererat pelukannya.
Mereka terlelap dengan posisi yg sama.
***
"Woy.. Woy.. Buka woyyy" teriak Tanya.
Ragini dan Laksh masih tertidur dengan posisi saling berpelukan, mereka seakan sangat kelelahan hingga tak mendengar suara gaduh itu.
Bayangkan saja, Rohit sedari tadi menangis dan Tanya menggedor-gedor pintu kamar mereka namun satu diantara mereka tak ada yg terbangun.
"Ooaaa.. Oaaaa.. Oaaaa"
Tangisan Rohit semakin kencang seolah dia mengerti jika tangisannya tak di tanggapi.
"Kakak.. Buka.. Woyy.. Apa kalian tak dengar suara tangisan Rohit?" teriaknya.
"Ragini.. Bangun.. Ragini.. Anakmu menangis daritadi" teriak Tanya.
Namun Ragini dan Laksh belum juga terusik dari tidur lelap mereka.
"Bagaimana Tanya, mereka belum bangun juga?"
Tanya menggeleng cepat.
"Ibu.. Apa mereka pingsan?"
"Kau ini.. Mana mungkin"
"Kak.. Kak Laksh bangun.. Kasihan Rohit sedari tadi menangis" teriak Tanya.
__ADS_1
Ragini terusik, dia perlahan membuka matanya, dia masih mendengar suara gaduh Tanya di luar kamarnya.
Namun Ragini langsung menoleh dan terkejut saat mendengar suara tangisan putranya itu.
"Oaaa.. Oaaa.. Oaaa"
"Astaga Rohit"
Ragini berteriak, dia langsung mendorong tubuh Laksh yg berada di atas tubuhnya dengan sangat kencang hingga tubuh Laksh jatuh terhempas ke bawah lantai.
"Aawwww" rintihnya.
Ragini seolah tak peduli, dia langsung beranjak menghampiri Rohit dan menggendongnya, dia langsung menyusui Rohit.
"Maafkan ibu sayang.. Cup.. Cup.. Jangan menangis lagi yah"
"Ragini.. Apa kau sudah bangun?"
"Iya Tanya"
"Ya sudah.. Daritadi Rohit menangis aku pikir kalian pingsan.. Baiklah aku tinggal ya"
"Terimakasih Tanya"
Ragini masih menyusui Rohit dan memebelai lembut wajah mungilnya menghapus airmata yg emgalir di pipinya.
"Uhh.. Sayang.. Maafkan ibu yah, nak"
"Rag.. Apa kau tak kasihan kepadaku?" ucap Laksh dengan mengusap bokongnya.
Ragini menoleh dan langsung memejamkan matanya.
"Laksh.. Kau tidak memakai baju, astaga kau ini"
Laksh langsung melihat badannya dia tersenyum, dia kemudia mendekati Ragini dan mengecup lehernya.
"Kau pikir kau pakai baju sayang?" godanya.
Ragini langsung menoleh ke tubuhnya, matanya membulat dengan cepat dia berlari kecil menuju ranjangnya dan menutupi tubuhnya yg sedang menyusui Rohit dengan selimut.
Laksh hanya terkekeh.
"Tidak usah malu sayang, aku bahkan sudah menikmatinya" godanya.
"Laksh"
Ragini melotot, dengan santai Laksh langsung mengambil handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Lihat itu nak, kelakuan ayahmu. Jika kau sudah besar jangan meniru kebiasaan buruknya yah"
Laksh membuka pintu kamar mandinya, kepalanya celingak-celinguk melirik ke arah Ragini.
"Sayang.. Jika kau sudah selesai menyusi Rohit, kau masuk ke dalam sini yah aku juga ingin menyu......"
"Laksh" teriaknya.
Ragini melempar bantal ke arah Laksh hingga Laksh menutup pintu kamar mandinya kembali.
"Menyebalkan" gumamnya.
"Ragini.. Aku akan menunggumu disini, jika kau tak juga masuk ke dalam kamar mandi aku tak akan keluar dari sini, lihat saja" teriak Laksh dari dalam kamar mandi.
"Terserah kau saja Laksh" jawab Ragini.
Laksh hanya mendengus kesal. Ragini terkekeh geli dengan tingkah manja Laksh itu.
"Usianya sudah tua dan selisih jauh denganku tapi kelakuannya, ckck.. Untung dia tampan dan aku mencintainya, jika tidak"
Ragini menggelengkan kepalanya. Dia membelai lembut pipi Rohit, Ragini tersenyum saat melihat ekspresi Rohit yg mulai tertidur kembali.
__ADS_1
To be continued....