SOULMATE

SOULMATE
Simalakama


__ADS_3

PRAAANNKKK..


Ragini langsung terkejut saat mendengar suara pecahan kaca jendela kamarnya. Dia yg sedari tadi sedang menidurkan Rohit langsung terkejut.


Dia benar-benar gelisah, perlahan Ragini mulai turun dari ranjang. Dia mengambil surat kaleng yg lempar menggunakan batu itu.


Dia membukanya perlahan, tangannya gemetar. Dan dia langsung terduduk lemas setelah membaca surat itu.


Dengan cepat dia mengambil Rohit yg sedang tertidur dan membawanya ke dalam gendongannya. Dia mengambil tas kecil lalu pergi dari kamarnya dengan raut wajah yg sangat ketakutan.


***


Laksh sedari tadi gelisah, matanya memang tertuju pada layar laptopnya tapi pikirannya sangat gelisah. Sesekali dia melirik jam di tangannya. Dia mengusap wajahnya kasar.


"Apa yg terjadi denganku? Mengapa hatiku sangat gelisah.. Ahh mengapa perasaanku menjadi tidak enak seperti ini"


Laksh meremas rambutnya. Dia mengambil ponselnya yg tergeletak di laci.


Saat dia ingin menghubungi Ragini, tiba-tiba sekretarisnya masuk.


"Permisi Tuan Laksh, seluruh klien dan kepala divisi sudah berkumpul di ruang meeting"


Laksh menepuk dahinya.


"Astaga aku lupa jika hari ini ada meeting, baiklah aku akan segera kesana"


Laksh langsung bergegas pergi dan tanpa sengaja meninggalkan ponselnya.


"Hallo.. Hallo Laksh.. Laksh.. Tolong aku.. Aku takut" ucap Ragini melalui teleponnya.


***


Ragini terus bersembunyi di kamar tamu, dia masih memeluk Rohit kecil. Badannya gemetar, dia sangat ketakutan.


PRAANNKKK..


"Hei.. Dimana kau? Keluarlah"


SRRRTTT.. SRRRTTT...


Keringat Ragini mengucur deras, dia menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara.


Ragini terus menatap wajah polos putranya itu. Dia berharap jika Rohitnya akan tetap terlelap.


Namun harapannya sirna saat tubuh mungil Rohit perlahan menggeliat.


"Oeeekk.. Oeeekk.. Oeekk"


Bayi mungil itu menangis karena merasa sangat panas.


"Sstt.. Sstt.. Putra kesayangan ibu diamlah.. Ibu mohon, nak"


"Hei.. Kau keluarlah.. Mau kemana lagi kau bersembunyi wanita jalang" teriaknya lagi.


Ragini benar-benar merasa sangat ketakutan.


"Ssstt.. Diamlah sayang" ucap Ragini pelan sambil menepuk pelan tubuh mungil putranya.


BRRAAAKKK...


Karena posisi Ragini yg membelakangi wanita itu, wanita itu tersenyum sinis. Dia mengambil seikat tali dari dalam saku jaketnya dan mulai menjerat leher Ragini.


"Aaaaaa"

__ADS_1


"Kau harus mati.. Karenamu aku kehilangan cintaku, kau telah merebut Laksh dariku wanita jalang"


"Aaaaaaa"


Ragini berusaha meronta melepaskan tali yg mencekik lehernya.


"Oeekk.. Oeekk.. Oeekk"


Wanita itu tersenyum sinis saat melihat bayi Rohit. Dia langsung merebut Rohit dari dekapan Ragini.


Tangisan Rohit semakin kencang.


"Cup.. Cup.. Cup.. Jadi ini buah cinta kalian? Wajahnya benar-benar sangat mirip dengan Laksh.. Hai anak manis yg tampan, kau harus ucapkan selamat tinggal kepada ibumu. Ayo ucapkan"


"Oeekk.. Oeeekk"


"Lepaskan aku.. Ku mohon"


"Aku tak akan pernah melepaskanmu AANCHAL.. KAU HARUS MATI..!!" teriak..


"A-aku.. Bu-kan.. Aa-an-chal" ucap Ragini terbata.


Wanita itu terkejut, dia mengendorkan cengkraman tali itu.


Dia menoleh dan terkejut saat melihat jika wanita yg dia jerat dengan tali itu bukanlah Aanchal.


Tubuh Ragini tergulai lemah, dia kemudian tergeletak di lantai.


"Jika wanita ini bukan Aanchal, lalu siapa dia? Dan anak ini? Mengapa wajahnya mirip sekali dengan Laksh?"


***


Meeting pun telah usai, Laksh buru-buru langsung menuju kembali ke ruangannya. Dia mengambil tasnya dan juga ponselnya.


Hatinya benar-benar sangat gelisah. Dia langsung pergi untuk pulang ke rumahnya.


"Aku akan pulang ke rumah, jika ada urusan yg urgent kau handle dulu"


"Tapi..."


Laksh tak memperdulikan ucapan sekretarisnya. Dia semakin mempercepat langkahnya.


"Entah mengapa aku ingin secepatnya kembali ke rumah"


***


Sesampainya di rumah....


Laksh merasa heran karena banyak orang yg memenuhi apartemennya.


"Cucuku.. Menantuku.." teriak histeris ibunya Laksh.


Laksh langsung berlari menghampiri ibunya.


Ibu Laksh tergeletak lemah di lantai dengan berderai airmata.


"Ibu.. Ada apa? Apa yg terjadi?"


"Laksh.. Ragini.. Rohit.."


"Katakan ibu.. Ada apa? Apa yg terjadi pada Ragini dan Rohit?"


"Laksh.. Mereka.. Hiks.. Hiks.."

__ADS_1


Laksh merasa sangat cemas, dia kemudian menuju kamar tamu itu. Dia terkejut saat melihat tetesan darah yg menetes di lantai.


Laksh menghampiri polisi yg sedang mengecek ruangan itu.


"Pak.. Apa yg terjadi?"


"Tuan menurut laporan ibu anda, istri dan putra anda dibawa lari oleh seseorang dan nampaknya satu diantara mereka ada yg terluka karena ada tetesan darah di lantai ini"


Laksh menutup mulutnya.


"Kemana dia lari?"


"Kami sedang menyelidiki kasusnya tuan, kau bersabarlah"


"Bersabar bagaimana? Istri dan putraku di culik dan salah satu diantara mereka ada yg terluka? Bagaimana aku bisa tenang disini" teriak Laksh.


"Kak.. Tenangkan dirimu" ucap Tanya.


Laksh dengan geram menghampiri Tanya.


"Kau.. Kau dimana hah? Kau dan ibu kemana saat Ragini dan Rohit di culik?"


"Kak.. Aku izin dari kantor karena ibu sakit tadi, jadi aku menghantar ibu ke rumah sakit dan aku tak tau jika...."


Laksh mengacuhkan adiknya itu, dia keluar dan berlari.


Yg dipikirannya hanya satu, hanya ingin Ragini dan Rohitnya kembali.


Laksh mulai masuk ke dalam mobilnya dan melakukannya.


***


"Aawww.. Awwww.."


"Sssttt.. Kau diamlah.. Aku sedang mengobati lukamu"


Ragini meringis kesakitan saat pergelangan tangannya yg tergores pisau itu di basuh dengan alkohol.


"Siapa suruh kau berani melawan? Jika kau diam saja tadi aku tak akan terpaksa menyakitimu tadi"


Ragini hanya terdiam.


"Tadinya aku mengincar Aanchal istri Laksh yg dulu, ternyata mereka telah bercerai.. Hmm tapi tak masalah jika aku juga menghabisi nyawamu bukan? Sama saja! Kau adalah istri Laksh yg baru! Berarti kau sama saja penghalang untukku memiliki Laksh.. Jadi aku juga akan menghabisi nyawamu"


Ragini hanya terdiam, dia menoleh wajah mungil anaknya.


Wanita itu geram karena diacuhkan oleh Ragini, dia mengambil paksa Rohit dari dekapan Ragini.


"Kau berani mengacuhkanku, hah! Apa aku harus menghabisi anak ini juga? Hmm tapi dia begitu manis, sayang jika dia tidak bisa menikmati hidup ini lebih lama lagi"


"Ku mohon! Aku mohon jangan sakiti putraku"


Wanita itu menatap sinis Ragini.


"Kau ingin aku tak menyakiti putramu?"


Ragini mengangguk.


"Ceraikan Laksh.. Aku akan mengurus dokumen perpisahan kalian, kau tinggal pilih saja.. Kau ingin bayi mungil ini atau Laksh? Jika kau masih menginginkan Laksh aku akan menghabisi bayi mungil ini, jika kau ingin aku tak menghabisi nyawa bayi ini kau harus menceraikan Laksh, simpel bukan?"


Ragini memejamkan matanya, keduanya sama-sama sangat penting untuknya. Ragini mengangguk lemah, walaupun pilihannya telah dia ambil tapi hatinya sangat ragu.


'Maafkan aku, Laksh' batinnya.

__ADS_1


Wanita itu tersenyum licik dan penuh kemenangan.


To be continued....


__ADS_2