SOULMATE

SOULMATE
Mimpi Alka


__ADS_3

"Ya sayang.. Alka, Maafin Aa karena ini semua salah Aa. Tapi sekarang, kita bersama. Aa gak mau kita berpisah lagi, kita juga berjanji, akan sehidup semati, tak ada yang akan ditinggalkan."


Ine merasakan sakit kepala yang luar biasa. Kesedihan akan masa lalunya membuatnya depresi.


"Bawa ke sini anak-anak Ine, A.. Tolong." ucap Ine sambil menangis.


"Cepat A.. bawa kesini. Aa yang harus membawa mereka ke sini" lanjutnya.


Dokter Yopi mengiyakan, dan segera meninggalkan rumah sakit itu.


Selama di perjalanan, dokter Yopi selalu memikirkan kondisi Ineke. Dia tidak fokus di jalan. Sehingga terkadang dia keluar jalur.


Perjalanan bukannya sebentar. Alka dititip di rumah ibu dan ayah, sedangkan baby di titip di rumah papi.


"Kenapa tidak minta antar saja, nak.. Kan ini hari minggu, ayah dan ibu bisa mengantarkan Alka ke rumah sakit" ucap ayah sambil membawakan beberapa perlengkapan Alka.


"Ineke baru mengingat semuanya pagi ini, ayah. Dan dia ingin bertemu anak-anak sekarang. Maaf ayah, Yopi tidak bisa lama-lama. Kasian Ine sendiri di rumah sakit"


Kemudian mereka mencium punggung tangan kedua orang tua itu.


"Alka, jangan bandel ya sayang. Nurut sama papa. Mama masih belum sehat" ucap ibu kepada Alka.

__ADS_1


Alka mengangguk tanda setuju.


Setelah mobil berlalu, ada perasaan tidak enak di dalam hati ibu.


"Ada apa ya yah, kok perasaan ibu tidak enak"


"Sudahlah ibu. kita doakan saja mereka baik-baik. Ayo kita masuk" ajak ayah.


Perjalanan di lanjutkan ke rumah papi.


Alka yang duduk di bangku depan, asik memegang mainannya.


"Ya bang.. Kita jemput adek di rumah opa dulu ya. Nanti kalau adik sudah kita jemput, abang jaga adik ya. Nanti kita lihat mama di rumah sakit."


"Mama sudah sembuh ya pa? Abang kangen mama" raut muka Alka berubah ketika menyebut nama mama. Papanya tau kalau anak sulungnya merindukan mamanya.


"Pa.. abang mimpi, kalau kita pergi ke tempat indah ber empat." cerita Alka. Tapi papanya hanya tersenyum, mencoba fokus dengan perjalanannya.


Sampai di rumah papi, mereka tak kalah kaget dengan ayah dan ibu.


"Kan bisa telepon loh dek. Kami antar ke rumah sakit." mbak Linda agak kesal dengan kelakuan adik bungsunya sambil menyiapkan perlengkapan baby.

__ADS_1


Semua dimasukkan dalam 1 tas.


"Nanti malam kami jemput, baby. Kasian kalau dia di rumah sakit lama-lama ya" ucap mas Koko. Beruntungnya mempunyai kakak ipar yang pengertian.


"Hati-hati di jalan, nak. Fokus. Kamu bawa 2 anak kecil. Cuaca juga sedang begini" nasihat papi ketika mereka berpamitan.


Mobil mereka berlalu dengan cepat. Pikiran dokter Yopi bercabang.


"Pa.. hati-hati."ucap Alka karena papanya hampir menabrak pengendara sepeda motor.


Dokter Yopi menarik nafas. Siang itu sangat panas dan macetnya Jakarta membuat dia jenuh. "sebentar lagi, sayang. Aku sudah membawa kedua buah hati kita" ucap dalam hati.


Sampailah di rumah sakit, dokter Yopi segera menuju ruang perawatan istrinya.


Ia terkejut melihat istrinya sedang tidur dan terpasang alat oksigen kembali. Suster menjelaskan, bahwa Ineke mengalami sesak nafas.


"Abang, jaga adik di sini ya" dokter Yopi meletakkan bayi kecilnya di tempat tidur untuk penjaga pasien.


Ia langsung mengambil stetoskop yang ia letakkan di dalam lemari kamar itu.


"Sayang. Mana anak-anak" Ineke terbangun dan melepas oksigen yang menempel di hidungnya.

__ADS_1


__ADS_2