SOULMATE

SOULMATE
Malam Bahagia


__ADS_3

Ayah, ibu, dan Aa segera menyusulku ke kamar.


Betapa terkejutnya kami, ternyata Alka kecilku, tidur disana sambil memegang mainannya.


Aku memeluknya.


Alka kecilku terbangun.


"Mama" ucapnya mengusap matanya.


Aku memeluknya.


Ayah mendekatiku, dan Alka.


"Alka kenapa di sini, ayo sayang, pindah ke kamar Alka." ajak ayah.


"Biarlah yah, Alka mungkin ingin tidur bersama kami" ucap Aa tersenyum melihat Alka tertidur di atas kasurku.


"Jangan.. biarkan ayah menggendongnya." ucap ayah. Ayah paham, kalau ini adalah malam pertama kami, dan ayah tidak ingin Alka mengganggu kami.


"Tidak apa ayah, Yopi kan papanya, Yopi ingin Alka lebih dekat lagi dengan Yopi"


Ayah dan ibu tidak bisa melarang keinginannya. Akhirnya mereka keluar dari kamar pengantinku.


Hari semakin larut. Dan Alka ada di antara kami. Aa tertawa kecil melihat Alka.


"Maaf ya A.. " ucapku.


"Tidak apa-apa sayang, Aa hanya tertawa bahagia, akhirnya bisa hidup bersama kalian, Aa berjanji akan membahagiakan kalian" Dia mengecup keningku dan kening Alka.


"Tidurlah, kita lelah seharian ini"

__ADS_1


Akhirnya kami tertidur dengan rasa lelah dan tidak melakukan apa-apa di malam itu.


Seperti biasa, Alka membangunkanku ketika azan subuh. Anak itu dikirim untukku untuk mengingatkan subuh sudah datang.


"Mama... "


Alka menciumku.


Aku membuka mataku, dan memeluknya, Aku terkejut, karena menyentuh badan seseorang, Aku terbangun. dan ternyata, dia adalah dokter yopi, suamiku.


Aku melihatnya denhan dekat. Alka membalikkan badannya.


"Papa"


Alka pun mencium Aa.


Aa terkejut dan melihat ke arah Alka.


tanyanya.


Dia melihatku sudah membuka mataku.


"Selamat pagi istriku, bidadariku" ucapnya.


Alka memelukku lagi, dan disusul Aa. Aa memelukku dan Alka.


"Sholat dulu yok" ajaknya.


Aku dan Alka segera menyusul ke kamar mandi dan berwudhu. Sementara kami berwudhu, Aa menyiapkan 3 sejadah. Untuknya, untukku, dan untuk Alka.


3 hari si rumah ibu, dan kami masih seperti semula, belum ada baku hantam. ups..

__ADS_1


"Kalian akan honeymoon kemana?" tanya ayah.


"Sepertinya tidak sekarang, yah.. Masa cuti Aa tidak panjang, lusa, Aa dan Ine sudah harus kerja."


Siang itu kami bergegas untuk pulang ke rumah Aa. Bu Min dan pak Min, kami ajak untuk kerja kembali dan tinggal di rumah Aa. Rumah lama, kami tinggalkan sementara, sambil menunggu untuk disewakan.


Rumah Aa kami sulap, di lantai atas, yang hanya ada 2 kamar, untuk kamar kami dan ruang kerja, sedangkan 2 kamar di bawah, untuk kamar Alka dan 1 nya kamar untuk bu Min dan pak Min.


Rumah yang tadinya luas, karena perabotan seadanya, kini penuh dengan alat-alat yang baru Aa beli.


Kami memulai hari-hari kami dengan bahagia.


Malam itu, malam pertama kami tinggal di rumah Aa, bersama Alka dan orang yang setia di sampingku, bu Min dan pak Min.


"Aah.. akhirnya kita mulai kehidupan kita, sayang" ucapnya sambil memelukku di atas tempat tidur itu.


"Aa bahagia telah mewujudkan impian Aa kembali" lanjutnya.


Aku menyiapkan diri untuknya.


Setelah ke kamar mandi, aku mengganti pakaianku.


Aa membelalakkan matanya ketika aku keluar dari kamar mandi.


"Iih.. jangan seperti itu ngeliatnya, Ine malu" ucapku.


Dia bangun dari tempat tidurnya.


"Ada bidadari sungguhan di kamar Aa" keisengannya mulai kembali,


Aku menutupi baju yang ku kenakan.

__ADS_1


__ADS_2