SOULMATE

SOULMATE
Perjalanan hidup kembali dimulai


__ADS_3

Aku rasa tidak pantas memakai baju itu, dan akhirnya aku ingin menggantinya dengan baju tidur biasa. Tapi Aa buru-buru lari menarikku dari depan pintu kamar mandi, dan mendorongku ke dinding dengan pelan.


"Mau kemana sayang?"


"Mau ganti baju aja" ucapku malu.


Dia menghimpitku di dinding, dan menciumku dengan pelan.


"Gak usah ganti, Ine kelihatan sangat seksi." kemudian dia menciumku kembali.


Dia menggendongku ke atas tempat tidur, dan kembali menguasai tubuhku. Luar biasa sensasi yang kami rasakan saat itu, ini sangat berbeda, aku melakukan dengan orang yang aku cintai.


Kami tidak tahu bagaimana mencurahkan rasa cinta kami, malam itu, yang aku rasakan kenikmatan ketika melakukannya,


Untuk perjaka sepertinya, dia melakukan dengan hebat dan membuat aku sangat kewalahan. Tapi kami menikmatinya. Sampai di puncak kenikmatan, kami mengeluarkan cairan murni kami.


Kenapa kamar ini tiba-tiba menjadi panas? Padahal tidak sehelai benangpun yang kami kenakan. Aku tersenyum padanya. Dia memelukku,


"terima kasih, sayang" ucapnya.


"Akhirnya, untuk pertama kalinya, dan aku merasakan dengan wanita yang aku cintai" lanjutnya sambil mencium keningku,


Dia menarik selimut, bantal dan guling, yang terjatuh di lantai,

__ADS_1


Tempat tidur itu seperti medan perang, yang meluluh lantakkan seisinya.


Kami masih berada di dalam selimut kami dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


Rasa lelahku, akibat perang itu, membuat seluruh badannku lemas. Aku tertidur lelap dalam pelukannya.


Hari ini, terakhir kami bersantai di rumah. Tugas pertamaku sebagai istrinya, menyiapkan susu panas. Ya.. Aa tidak suka kopi, dia hanya minum susu panas.


Aku membawakan segelas susu panas untuknya dan sebotol untuk Alka. Mereka sedang asik mendrible bola basket di halaman rumah.


"Mama" teriak Alka melihatku membawakan sebotol susu untuknya.


Aa masih sibuk dengan bola basketnya, dia selalu begitu. Ketika melihat bola basket, sepertinya aku di nomor duakan.


"Lapin keringatnya, sayang" pintanya.


"Duduk. gak sampe kalau Aa berdiri gitu" perintahku.


Dia duduk di halaman, dan aku menyeka keringat yang ada di mukanya. Kemudian dia menciumku,


"Ih.. keringet gitu"


"Bodo, istri sendiri kok" ucapnya sambil tertawa.

__ADS_1


Dia meneguk susu panasnya.


Kita belanja yok. Besok kita sudah mulai kerja. Kasian bu Min kalau harus ke pasar, jaraknya kan tidak dekat.


Aku mengangguk setuju, dan kami pun bersiap untuk ke pasar. Setelah mandi kami turun dan segera menuju pasar.


"Sayang, tahu gak apa yang buat Ine makin cinta?"


"hm, karena Aa tampan, ya kan?"


"watdee... PD sekali."


"Hahaha.. apa dong. Jadi gak ngaku nih, kalau Aa tampan? "


"Gak jadi, pasti Ge eR tingkat dewa. udah gak usah dibahas" ucapku dongkol.


"Sayang, hari ini, Aa mau minta dimasakin sup iga sapi aja deh."


"Permintaan diluluskan, pak dokter" ucapku.


Begitulah kehidupan kami, setiap saat, kami merasakan cinta, dan harapan kami, cinta itu tidak akan pudar, walau sebesar debu.


##Terima kasih para pembaca novel ku yang berjudul "Soulmate", kalian memang terbaik. Tapi, jangan lupa di like ya.. Oh ya, kalau ada komentar yang membangun, bisa di ketik ketik deh ya.

__ADS_1


Maaf juga, kalau pengetikan banyak yang salah.


__ADS_2