SOULMATE

SOULMATE
4 bulanan


__ADS_3

"Dek.. kehamilan Ineke kan masuk 4 bulan, kita bikin acara di rumah papi aja ya, Papi maunya di rumah papi aja" ucap mbak Ike ketika menelpon Aa.


"Acara apaan ya mbak?" tanya Aa


"4 bulan itu, ruh ditiupkan ke rahim. Kita berdoa semoga Ine dan calon baby nya sehat dan selamat. Kata papi, lu gak usah sibuk. Biar kami yang urusin. Lu sama Ine kan sama-sama kerja, jadi pasti gak kepikiran." ucap mbak Ike lagi.


"Nanti Yopi rembukan sama Ine ya mbak. BTW, thanks ya, dah mau direpotin. hahha, mbak-mbak gue emang the best lah"


"Bukan lagi, dek. Tapi sebenernya papi loh yang antusias banget. Ya udah, nanti kami kabari lagi ya"


Sore itu, Aa mendapat telepon dari mbak Ike ketika ia sampai di depan kantorku dan sedang menungguku. Aa melihat kalender di layar ponselnya. Mencari tanggal yang enak untuk dilihat. Kehamilanku diusia 14 minggu. Tapi nanti dikonsultasikan kembali ke dokter Yusuf, bagaimana kondisiku.


Aku mengetuk kaca jendela mobil, karena ku lihat dia asik memainkan ponselnya.


"Maaf sayang," kemudian dia membukakan pintu mobil untukku.


"Aa lagi sibuk sekali, sampai Ine dateng gak dilihat" ucapku dengan muka ditekuk.


Dia mendongakkan mukaku dan menciumku.


"Maaf sayang, tadi Aa dapat telepon dari mbak Ike, Papi mau mengadakan acara 4 bulanan kehamilan Ine. Jadi Aa mencari tanggal yang pas." jabarnya


"Oh" ucapku singkat, dan masih merasa kesal,


Dia tidak menjalankan mobilnya. Dan masih menatapku.


"Sayang, masih ngambek ya?"


Ia meraih tasnya yang ada di jok tengah, mengeluarkan coklat kesukaanku.

__ADS_1


"Mau?" tanyanya.


Aku diam saja.


Kemudian ia membukakan coklat itu, dan menyuapiku.


Dia tau banget, saat mood aku lagi gak bener.


"jangan marah lg ya sayangnya Aa, bidadarinya Aa, istri tercantik dan sholehah, mamanya anak2 Aa"


Aku tertawa dengan gombalan gak mutunya.


"Nah gitu, kan enak liatnya." Kemudian dia menjalankan mobilnya.


"Sayang, coba cari tanggal yang pas buat acara ya. Papi mau kita ngadain di rumah papi, kasian kalau tidak diikuti. Oke." ucapnya sambil fokus menjalankan mobilnya di tengah keramaian.


"Sayang, makan dulu. Laper. Padahal tadi siang udah makan, kok laper lagi ya" ucapku mengelus perutku. Sambil mencari biskuit untuk mengganjal perutku.


"Mie goreng papi"


"Hah"


"Mie goreng yang kita beliin untuk papi waktu itu"


"Oh, yakin? Bukannya nanti mual baunya?"


"Tapi kebayang mie itu aja, tapi makan di sana ya"


Bukan Yopi namanya, kalau dia menolak semua permintaanku. Tidak sedang mengandung anaknya saja, apa keinginanku selalu diikuti, apalagi saat ini. Padahal aku tahu lelahnya dia. Itulah yang buat aku makin cinta sama dia.

__ADS_1


Jarak yang cukup menyita waktu, akhirnya mempertemukan kami ke tempat itu.


"2 makan di sini ya" ucapnya ke pelayan.


"1 aja," ucapku


"emang cukup?" tanyanya


Aku mengangguk.


Aku memeluk tangannya. Dan menyender di tangannya yang kekar


Dalam hatiku, aku sangat berterima kasih kepada Allah, telah menjodohkan kami kembali.


"Silahkan" ucap pelayan ramah itu.


Aku mengambil garpu, dan melilitkan mie itu, kemudian aku menyuapinya.


"Loh, Ine yang harusnya makan"


"Ine cuma mau menghirup aromanya saja,"


Aa tampak bingung. Dan aku terus menyuapinya.


"Aneh sekali" ucapnya dalam hati.


Aku cukup meminum es lemon yang ku pesan.


"Mas, saya mau bawa pulang, 5 porsi ya" ucapku kepada pelayan.

__ADS_1


"Kita mampir ke rumah papi ya"


ucapku ditengah kebingungannya, dan dia pun tersenyum.


__ADS_2