
Kelas 2 SMK Semester 2 aku dipinta perusahaan Alat kesehatan untuk magang dibagian Accounting karena karyawan nya cuti melahirkan.
Aku mendapatkan gaji 10 ribu sehari lewat ATM. Senang nya hati ku waktu itu masih sekolah udah dapet gaji tahun 2010.
Setiap hari berangkat ke perusahaan di antar jemput ayah, karena ayah punya motor inventaris dari kantor. Kantor ayah searah dengan tempat magang aku.
4 bulan aku magang diperusahan. Aku sekolah hanya seminggu sekali sehingga nilai ku turun waktu itu karena pusing membagi waktu antara kerja dan belajar. Setelah magang selesai aku diminta BPR untuk Program Pendidikan Sistem Ganda waktu itu atau yang biasa di sebut PKL/PSG. Karena teman-teman ku sudah selesai aku ditempatkan sendiri Dibagian HRD waktu itu selama 2 bulan.
Alhamdulilah dimanapun aku berada, aku selalu dikelilingi orang baik, orang-orang yang sayang sama aku. Meskipun aku tidak punya teman sebaya. Tapi teman ku adalah orang-orang dewasa yang selalu menyayangi aku, menjaga aku, memberikan perhatian nya kepadaku, dimana pun aku berada. Urusan perut pasti tidak akan pernah kekurangan mereka selalu memberikan makanan kepada ku. Aku tau makanan-makanan enak, ya dari mereka. Orang-orang yang baik hati. Kalo untuk beli sendiri uang nya dari mana. Uang jajan ku ketika sekolah pun hanya cukup untuk membeli 1 teh gelas dan 1 Risol, Setiap hari seperti itu. Lain halnya dengan teman-teman yang lain yang jajan sepuasnya.
Aku juga mengikuti extrakulikuler Marching band, alhamdulilah setelah Parade pertunjukan selalu mendapatkan uang, lumayan untuk tambahan uang jajan. Apapun yang menghasilkan uang pasti aku tertarik untuk mengikutinya.
Entah mengapa sejak aku sekolah SD aku harus mencari uang sendiri untuk jajan. Lain halnya dengan kakakku yang segala kebutuhannya selalu dipenuhi ibu ku. Aku sedikit punya rasa iri pada kakakku. Tapi mau bagaimana lagi memang aku yang dijadikan tulang punggung untuk membantu ekonomi Keluarga membantu penghasilan Ayah dan ibu.
Apalagi ketika aku lulus SMK ayah ku di PHK, dan harus membayar persentase uang kemacetan nasabah yang berpuluh-puluh juta, kalo tidak Ayah akan dipenjara.
Lagi-lagi aku dihadapkan dengan ujian hidup yang berat. Aku menangis karena belum mendapatkan Ijazah, baru selesai Ujian Nasional hari kemarin.
Aku teringat ka Jo dia kepala penanggung jawab toko Perhiasan Silver di Sukabumi waktu itu.
Aku kirimkan pesan di Messenger.
"Ka Jo apakabar? "
"Baik, ada apa Zara? "
"Boleh minta tolong nggak? "
"Minta tolong apa? "
"Zara mau ikut kerja ditoko ka Jo boleh? "
"Boleh, emang sekolah udah beres?"
"Udah ka, Hari kemarin beres UN. Tapi belum dapet Ijazah. "
"Ga apa-apa ga perlu pake ijazah, dateng aja. Yang penting bisa nulis dan berhitung. " Ka Jo ketawa.
"Siap ka. Terus besok Zara bawa persyaratan apa ke toko?"
"Bawa nasi goreng aja buat sarapan kakak. "
"Ha...haha.. Siap ka Nasi goreng spesial ya. " Aku tertawa.
"Ok. "
Pagi hari aku datang ke toko di anter ayah.
"Pagi ka Jo, Ini nasi goreng pesanannya."
"Terima kasih Zara, ayo langsung masuk. Kia tolong ajarin Zara ya, Karyawan baru. " Ka Jo memanggil salah satu pegawai nya.
"Siap ka. " ka Kia langsung menghampiri aku.
"Nama kamu siapa? " ka Kia bertanya padaku.
"Zara ka. "
"Oh iya, ayo aku kenalin ke anak-anak yang lain." ka Kia membawa ku menghampiri anak-anak pegawai yang lain.
"Iya ka."
"Cici orang singkawang ya?" anak-anak yang lain bertanya padaku.
"Bukan, aku orang sunda. Sukabumi asli." Aku tersenyum.
"Oh, kirain Sodara ka Jo dari singkawang."
"Bukan, Zara teman ka Jo."
__ADS_1
"Oh iya, Zara muslim?"
"Muslim ka. Besok aku pake hijab deh gimana?"
"Ha..ha..ga usah ga usah, maaf ya kita kira kamu masih chinese gitu."
"Bukan, mata aku aja ga ada sipit-sipitnya " Aku tertawa.
"Ko bisa kenal ka Jo, padahal ka Jo Jutek tau, pelit lagi?"
"Oh ya? masa sih? setau aku ka Jo baik."
"Euuuhhh. belum tau kamu Zara, Ka Jo pelit tau."
Aku hanya tertawa, karena ka Jo baik banget sama aku, beberapa kali Ka Jo mengatakan perasaan nya sama aku tapi aku selalu tidak memberi jawaban karena aku suka nya sama ko Afu yang ternyata player. Aku selalu dekat dengan laki-laki dewasa beda 7 tahun paling sedikit beda 3 tahun. Karena mereka uangnya banyak suka ngasih aku makan dan jajanan, cinta ku kan berawal dari perut. Perut kenyang cinta datang waktu muda aku seperti itu orang nya.
Karena laki-laki yang benar-benar aku cintai dengan tulus waktu itu hanya Adrian. Tapi Adrian nya Player jadinya aku tidak punya rasa cinta yang tulus kepada orang lain ketika Adrian datang dan pergi ke dalam hidupku sesuka hati dia.
Selama aku 3 bulan kerja ditoko ka Jo, ko Afu dateng lagi. Orang yang aku sukai, tapi bukan cinta. Ko Afu selalu membawa kan ku makan siang, jajanan bukan hanya untuk aku saja. Tapi untuk teman kerja ku yang lain juga. Mereka memanfaatkan aku untuk meminta traktiran ko Afu. Mereka tau aku dekat dengan ko afu waktu itu. Gaji ku di toko waktu itu dibayar 17 ribu perhari dan 150 ribu gaji bulanannya.
Aku tidak sadar bahwa ka Jo waktu itu punya perasaan sama aku. Aku baru tahu ketika aku sudah keluar dari toko. Kita pernah dekat tapi hanya sebentar karena ka Jo sudah terlanjur memiliki komitmen dan segera akan menikah dengan seseorang yang menjadi istrinya sekarang.
Setelah Aku dapet ijazah aku melamar kerja ke pabrik sepatu, agar aku bisa kuliah ngambilnya kelas karyawan sabtu minggu. Kalo jadwal toko kan ga ada liburnya ga akan bisa kuliah.
2 kali panggilan dari pabrik sepatu tidak terjawab karena aku sedang melayani pembeli ditoko. Sampai pada akhirnya telpon ke 3 yang terjawab. Aku izin ke ka Jo untuk dateng ke interview kerja di pabrik. Ka Jo pun mengijinkan.
Aku menghadiri tes kerja di pabrik sepatu, aku menunggu sampai semua orang selesai dipanggil. aku heran kenapa namaku tidak dipanggil juga.
Aku mendekati bagian HRD nya yang berada di depan dan bertanya.
"Pa maaf kok saya ga dipanggil ya pa. "
"Namanya siapa? "
"Zara Aprilia."
"Sebentar ya saya cek dulu."
"Iya pa."
"Masa sih pa? terus gimana? "
"Pulang dulu aja, nunggu panggilan selanjutnya. "
Mata ku berkaca-kaca mau nangis ga mau pulang. Zara usia 18 tahun sedang berjuang melamar pekerjaan.
"Gini deh pa, rumah saya kan jauh. Gimana kalo saya bikin surat lamaran lagi disini. karena semua persyaratan fotokopi sama aslinya saya bawa ko. Aku bawa berkas 1 map waktu itu. "
"Yakin kamu? "
"Yakin pa, tapi saya ga bawa kertas folio. Boleh minta kertas ga pa? " Aku menatap bapak HRD nya sambil nyengir.
"Ya udah pake ini aja. " Dia memberiku 2 lembar kertas buku sidu yang kecil."
"Liatin aja ya pa 5 menit. "
"Ok. "
Aku mulai beraksi menulis surat lamaran kerja didepan Bapak HRD nya. Sampai dia bengong tidak bisa mengedipkan mata. Karena menulis surat lamaran kerja sudah menjadi makanan sehari-hari untuk anak lulusan SMK bukan masalah besar.
"Selesai, kurang dari 5 menit kan pa. Silahkan dibaca. "
"Si bapak HRD nya kaget. "
"Oh ya sudah. Tunggu dipanggil ya untuk penempatan bagian kerja nya. "
"Siap terima kasih pa "
"Sama-sama. "
__ADS_1
Ketika aku menunggu datang lah bapak-bapak bersama 2 perempuan cantik menghampiri bapak HRD tadi.
"Siang pa. " Bapak HRD nya menyapa.
"Siang, saya butuh 3 orang untuk QA minta dong."
"Oh iya boleh-boleh silahkan pilih aja pa."
Ih ko si bapak itu begitu banget ya. Emang nya kita apa main pilih-pilih gitu. Aku menggerutu dalam hati sambil memperhatikan mereka.
"Kamu sini kedepan."
Aku kaget karena si bapak itu menunjuk aku di antara banyak orang yang sedang menunggu disitu.
"Saya pa."
"Iya kamu sini kedepan. Namanya siapa?" dengan senyum menakutkan bapak itu bertanya.
"Zara pa."
"Oh Zara, ayo ikut saya."
"Iya pa." Aku mengikutinya bersama 2 orang yang lain. kami bertiga dibawa duluan ke area kerja. Aku lihat ternyata si bapak ini jago memilih hanya yang cantik nya saja. Ampun ternyata dunia kerja seperti ini.
Aku masuk gedung tempat pertama aku kerja. Masya Allah sekali area nya panas, bau kimia pula seharian kerja nya berdiri, Di shift pula.
Nanti pulang bawa ID Card dulu dikantin dan daftar finger print ya supaya besok sudah siap. Langsung masuk kerja kesini. Team leader ku memberikan pengarahan.
Aku ke kantin, dan ternyata yang membagikan ID Card itu Adrian.
"Kenapa kamu ngikutin aku kesini?" Adrian bertanya padaku.
"Aku ga tau kamu kerja disini."
"Pulang sama siapa?" Adrian bertanya padaku.
"Sendiri. "
"Tunggu disini, aku selesaikan bagi ID card setelah itu langsung pulang. Jangan berkeliaran sendiri disini bahaya."
"Iya." Aku duduk melihat Adrian membagikan ID Card. Aku bertanya dalam hati. Ya Allah kenapa kami dipertemukan lagi disini."
"Ayo pulang." Adrian mengagetkan aku.
"Iya."
Aku berjalan pelan dibelakang adrian karena aku salah memakai sepatu, aku memakai sepatu yang biasa aku pakai ketika PSG/PKL di BPR, tidak cocok untuk bekerja di pabrik seperti ini. Jalan menuju parkiran nya masih batu dan tanah merah.
Adrian menertawakan aku.
"Kenapa kamu pakai sepatu begitu. Emang nya mau kerja di supermarket jadi SPG gitu, ini pabrik non bukan Bank."
Aku cemberut dan tidak menjawab.
"Mau aku gendong gitu, biar kaya di drama korea." sambil tertawa.
"Nggak usah." aku semakin cemberut.
Aku pulang ke rumah dengan Adrian. Ketika ibu membuka pintu, ibu kaget. Aku dan Adrian nyengir.
"Kalian kenapa berdua?"
"Sehat bu, Adrian langsung salaman sama ibu."
"Nak Adrian kenapa nganter Zara pulang."
"Abisnya Zara ngikutin saya kerja bu."
"Ih apaan aku ga tau kamu kerja disana."
__ADS_1
"Ya sudah-sudah masuk dulu yu, nanti ngobrol nya sambil makan."
Aku dan Adrian kembali bersama, karena satu kerjaan tiap hari Adrian pulang kerumah ku, makan shalat. setelah itu barulah dia pulang ke rumahnya.