SOULMATE

SOULMATE
64


__ADS_3

Hari ini aku kembali belanja ke tempat A Rangga seperti biasa, agak banyak belanja nya karena dapet uang transfer dari Ditto.


Aku jongkok didepan kasir sambil menyebutkan barang belanjaan ku untuk di input, Tiba-tiba ada orang lewat dibelakang aku.


"Maaf teh kerudungnya. "


Aku lihat ke orang nya, Oh ternyata A Rangga. Aku memakai hijab syar'i yang panjang. Aku mulai terbiasa dengan keadaan ini. Lalu dia kembali dan duduk di meja kasir tepat di depan ku. Aku melihat mata nya, Alhamdulilah kali ini aku sudah mulai terbiasa tidak canggung lagi. Aku anggap semua yang telah berlalu bersama dia di tempat ini dulu itu hanyalah mimpi Indah ku, dan sekarang aku terbangun. Sadar menerima kenyataan bahwa kamu A Rangga sudah tidak dapat aku raih lagi.


Ketika aku membayar belanjaan kamu pun berdiri disitu. Ketika aku mau keluar, kamu berbalik. Kita berhadap-hadapan dan hampir menyentuh karna saking dekatnya, Aku menundukan pandanganku dan cepat pergi keluar. Aku berlalu dihadapan mu.


Aku keluar dan menunggu barang di siapkan Hilmi Sambil duduk mata ku tak sadar memperhatikan Hilmi yang sedang menyiapkan barang ku, karena aku senang sekali merhatiin orang yang sedang bekerja.


"Hey,, liat nya gitu banget teh? "Hilmi mengagetkan aku.

__ADS_1


"Oh,, ga apa-apa, seneng aja liatin nya. "sambil aku tertawa dan Hilmi pun tertawa.


"Ayo pulang, udah beres kok. " Sambil membawa barang belanjaan ku ke mobil.


"Ayo. " lalu aku mengikutinya dibelakang.


Dia baik orang nya, selalu bantu aku juga kalo lagi belanja. Bahkan saat dulu pertama kali aku akan membuktikan petunjuk istikharahku, saat aku mencari A Rangga akan meminta bantuan masalah printer. dia orang yang pertama aku temui. Sayang nya Hilmi gak bisa bantu masalah komputer kata dia, A Rangga biasanya sih bisa. Dia bilang seperti itu.


Aku pulang ke toko, dan merapikan barang belanjaanku seperti biasa.


"Jemput nenek, katanya mau nginep. Udah lama ga nginep juga. "


"Iya. "

__ADS_1


Aku berangkat dan menjemputnya.


Dirumah, ibu bertanya lagi tentang mu A Rangga. Aku menjelaskan kalo kamu sudah punya pacar, ga perlu diharapkan lagi, ga perlu menunggu lagi.


Ibu hanya bisa menghela nafas, dan memegang dadanya. Aku tau ibu sakit, ibu kecewa. Tapi kita ga bisa menyalahkan takdir Allah bu, meski aku sangat mencintai A Rangga, tapi hati nya udah milik orang lain kita ga bisa memaksa, Dia memilih pergi. Ikhlas kan saja bu.


Ibu sangat marah, dan sedih mengapa aku harus bertemu dengan mu A Rangga kalo saat ini harus ditinggalkan juga. Aku tidak bisa berkata apapun.


Ibu ga mau, aku belanja lagi ke tempat mu. Karena sama saja membantu orang yang telah menyakiti anaknya kalo seperti itu. Ibu sangat membenci A Rangga kali ini.


Tapi aku tidak pernah bisa membenci mu terlalu lama, Karena cerita aku dan kamu memang mungkin harus aku lalui, seperti suatu mimpi. Keadaan dimana aku merasa sangat bahagia karena ada kamu yang membantu menyembuhkan luka ku. Tapi secepat itu pula berakhir tanpa ada bekas seperti nya yang kamu rasa, jauh berbeda dengan aku, yang berusaha kuat untuk menyembuhkan hati aku. Karena kamu tidak pernah merasa menyakiti aku.


Kamu memang SOULMATE ku a Rangga, kamu seseorang yang dikirimkan tuhan ke dalam hidupku, untuk menyembuhkan luka ku dari Ditto. Sehingga aku tidak begitu merasakan sakitnya berpisah dengan Ditto. Hadirnya kamu mampu membuatku menjadi lebih mencintai diriku sendiri, Aku belajar memperbaiki diriku, belajar menjadi pribadi yang lebih baik, belajar mencintai seseorang apa adanya, belajar sabar, belajar ikhlas, belajar memaafkan, belajar menghargai waktu, belajar menjadi sosok wanita yang sangat kuat, tidak pernah menyerah dengan keadaan. Yang paling utama adalah belajar tentang keimanan, percaya dan yakin pada Allah, hanya Allah yang maha kuasa atas apapun yang terjadi dalam hidup kita.

__ADS_1


Kamu pendamping masa iddahku, dan setelah aku sembuh, Setelah aku melalui semua proses ini. Kamu pergi. Seakan semua yang sudah aku lalui ini hanya mimpi.


Terima kasih banyak A Rangga


__ADS_2