SOULMATE

SOULMATE
126


__ADS_3

Hari ini giliran belanja dus-dusan ke si om, Yang rentengan udah kemarin.


Aku kirimkan pesanan ku lewat whats app ke si om.


Sedikit demi sedikit perlahan tapi pasti aku menjalankan usahaku dengan baik. Mudah-mudahan suatu hari nanti impian ku mempunyai minimarket mandiri terwujud, Semoga saja. Yang terpenting sekarang segala kebutuhan hidup ku dan Jarel bisa terpenuhi dengan usaha ku sendiri tanpa bergantung pada suami. Memang aku tak pernah bergantung pada suami dari dulu. Mungkin pada saat kemarin aku hanya sedikit oleng berharap bantuan manusia, ternyata aku tidak dapat apa-apa. Malah dipandang rendah ketika aku terjatuh dan tak punya apa-apa. Hanya pelajaran hidup yang berharga. Disitu aku dapat melihat mana orang yang modus dan mana orang yang tulus. Bahkan ketulusan ku juga tidak berarti apa-apa jika diberikan nya pada orang yang salah. Sekarang aku kembali menjadi diriku sendiri, Zara punya power, wanita istimewa mandiri dan mempunyai tujuan hidup yang jelas.


Sorenya si om datang mengantar barang belanjaanku ke toko. Alhamdulilah sales yang lain pun mulai berdatangan meskipun masih kecil-kecilan, Tak apa semuanya butuh proses. Usaha mulai dari nol, jika kita melangkah maka selangkah demi selangkah suatu saat nanti aku akan sampai pada tujuan hidup ku sendiri.


Malam nya Aku mengirim pesan ke a Rangga menanyakan barang. Karena Si om tidak tau stock barang di gudang, si Om bagian pengiriman barang saja.


"A Rangga Roti udah dateng belum? "


"Masih kosong. "


"Oh kalo besok datang, kabarin ya."


Aku penasaran bagaimana kelanjutan a Rangga dengan Mawar sekarang.


"Kapan mau nikah sama Mawar, udah apa belum? "


A Rangga membalas dengan emot, banyak sekali.


"Maksud? "


Bingung dia, Mungkin karena terlalu banyak Mawar entah Mawar mana yang Zara maksud.


Aku balas emot tertawa.

__ADS_1


"Maaf urusan pribadi, ga usah ikut campur."


Ha.. ha.. aku hanya bisa tertawa. Kamu takut kah padaku sekarang Rangga.


"Dengan siapapun nantinya, pastinya jodoh Allah yang ngatur. "


Iyalah, masa Pa RT yang ngatur atau ibu yang ngatur, kan memang Allah yang ngatur. Berarti kamu belum nikah sama Mawar sekarang. Itu aja sih.


"Ok siap, ga akan nanya deh. " dengan emot ketawa aku membalas.


"Cukup ya ga usah WA kesini lagi. Kalo urusan belanja ke si om aja. "


Waw... inilah balasan yang aku dapat terakhir dari A Rangga.


"Ok siap. Cukup sekian dan terima kasih." Aku membalas pesan dari a Rangga.


"Karena rata-rata setiap orang akan baik di awal namun belum tentu diakhir. dan mungkin saya pun termasuk diantaranya. Kan watak seseorang siapa yang tau."


Meskipun berkali-kali aku menganggap A Rangga baik, tapi pada akhirnya a Rangga tidak mau dianggap jadi orang baik. Sisi gelap dalam diri a Rangga lebih dominan, sehingga menutupi segala yang baik yang ada pada dirinya.


Kata-kata bijak yang Rangga berikan di awal mampu menyadarkan ku menjadi pribadi yang lebih baik sekarang, tapi dirinya sendiri masih seperti itu, Seakan akan menolak perubahan dalam dirinya untuk menjadi orang yang lebih baik.


Lebih baik aku pergi, karena memang bukan urusan ku lagi sekarang. Hidup nya seperti apapun ya terserah dia. Aku ga merasa dirugikan juga. Yang penting adalah aku sekarang dapat memahami karakter Rangga itu seperti apa.


Mungkin memang aku pernah merasa, Aku selalu mencintai mu Rangga sejak awal kita bertemu. Cintaku padamu tak pernah pudar. Meskipun perlakuanmu kepada ku seperti itu. Aku selalu bisa memaafkan. Zara dan Rangga tak pernah terpisahkan, kesedihan mu adalah kesedihanku, kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku. Aku dan dirimu satu. Satu jiwa dalam 2 tubuh yang berbeda. Meskipun terpisah jarak ruang dan waktu. Namun Rangga selalu ada didalam hati, jiwa, dan pikiran Zara selama ini.


Tapi sampai kapan aku bertahan jika hanya terluka. Kalau aku pernah selamat melewati hujan badai, kenapa harus menggigil melewati hujan gerimis. Kalo Zara bisa melupakan Ditto dalam sekejap, kenapa Zara tidak bisa melupakan Rangga.

__ADS_1


Tidak ada rasa bangga tanpa usaha, tidak ada rasa puas tanpa kerja keras, karena suksesmu tergantung usahamu. Sesekali Zara memilih menghadang badai, aku tau aku bisa remuk dan hancur. Tapi apalah artinya hidup jika terus bersembunyi didalam lemari. apalah artinya hidup jika tak pernah menyalakan nyali. Jika badai itu menghancurkanku, setidaknya aku tidak membusuk di persembunyian itu.


Seiring berjalannya waktu aku belajar memahami sifat dan karakter Rangga yang sangat-sangat tertutup. Tidak ada Sosmed, tidak memakai foto, sebegitu misterius hidupnya. Apa memang dia seorang DPO Wanita. Jika memang dia orang baik ya syukur alhamdulilah. Tapi jika dia sebenarnya player kelas kakap untuk apa aku mengaharap kan Imam seperti itu, meskipun latar belakang nya seorang santri keluaran pesantren tapi jika orang nya tidak bisa dipahami dan tidak bisa terbuka dalam komunikasi apa aku sanggup hidup bersama orang seperti ini nanti nya. Malah sekarang Rangga seakan akan menghindar dariku. Takut semua kelakuannya terbongkar. Ga apa-apa pada saat itulah kita memperbaiki diri. Karena orang itu tidak akan selamanya benar dan tidak akan selamanya berbuat buruk juga.


Rangga juga pernah bilang, disatu sisi alasan baik nya yang bisa aku terima adalah.


"Kalo boleh jujur, aku tidak pernah mempermasalahkan status. Ada satu alasan kenapa sampai sekarang aku belum punya pendamping. Jujur, masih punya tanggungan keluarga. Ayah udah meninggal, dan masih punya adik. Kalo laki-laki kan beda tanggung jawabnya sama perempuan. Perempuan kalo sudah menikah, tanggung jawab pada orang tuanya berkurang, karena pindah tanggung jawabnya pada suami. Sedangkan kalo laki-laki meskipun sudah menikah tanggung jawab terhadap orang tua nya tetap sama. Paling harus bisa adil aja dalam nafkah materinya."


Alasan yang bisa diterima dengan akal sehat. Alasan seorang laki-laki hebat penuh rasa tanggung jawab terhadap keluarga. Zara suka itu.


Sisi buruk nya A Rangga adalah.


A Rangga pernah bilang


"Aku tak sebaik yang kamu kira. "


"Mau tau ga jeleknya apa? "


"Gampang deket sama orang lain, terutama cewek, banyak pula. Sering godain cewek. Dan suka tidur kalo lagi males. Males kerja juga ya udah tidur aja. "


Benar saja, aku pernah melihat ada satu perempuan yang nempel kepada a Rangga dia terus menggandeng tangan a Rangga tanpa rasa malu. Itu di toko loh, posisi banyak orang. Wanita nya istri orang pula. Apalagi di tempat sepi. Entahlah apa yang mereka lakukan.


A Rangga bilang itu baru satu yang aku lihat, masih banyak yang lainnya. Dengan bangga nya dia pikir dia adalah penakluk banyak wanita, siapapun akan dia dapatkan, dengan modal tampang dan kata-kata bijaknya. Ketika merasa tidak cocok dan bosan maka akan mencari yang lebih baik lagi. Bahkan dia pernah bilang mungkin jika aku dandan sedikit dia akan tergoda katanya. Allahu akbar Keren sekali ya.


Kalaupun A Rangga mau punya pacar, dia pernah bilang ga akan yang dekat katanya. Mending yang LDR, mungkin aku paham sekarang agar kelakuan nya tidak terbongkar, dan bisa dengan mudah memanipulasi wanita tersebut. Apa orang seperti ini yang aku idamkan sebagai Imam.


Pada saat itu Logika ku tidak jalan karena tertutupi rasa Cinta ku kepada Rangga. Aku harap seiring berjalannya waktu kebiasaan buruk nya itu akan berubah. Karena mungkin memang saat ini dia masih single, sehingga perilakunya seperti itu.

__ADS_1


Tapi seiring berjalannya waktu. bukan nya dia memperbaiki diri, malah memilih untuk pergi.


__ADS_2