SOULMATE

SOULMATE
Bertemu Keluarga hangat


__ADS_3

setelah cukup lama menaiki kuda, sesekali mereka istirahat. beban dua orang cukup membuat kekelahan kuda itu... sambil beristirahat William mencari buah buahan untuk mengganjal perut mereka yang sudah mulai lapar karena waktu sepertinya sudah hampir sore hari....


"Will, kita mau kemana? tanya Ana.


"desa terdekat. teman temanku menungguku." Wll menjawab tanpa menoleh pada Ana.


"okay.... sudah cukup istirahatnya. hari sudah mulai sore kita harus bergegas, kalau tidak kita akan kemalaman...." ucap William sambil berdiri.


Ana ikut berdiri kemudian naik ke atas kuda di bantu William... langkah kuda dipercepat karena hari sudah terlalu sore. mereka masih sama sama diam karena tidak ada topik yang akan di bahas....


terlihat dari jauh pemukiman penduduk... walaupun di terangi cahaya temaram tidak bisa menyembunyikan keindahan desa itu... gilaa.... aq ada dimana ini... ini benar benar seperti mimpi... aq terjebak di masa lalu... tidak ada listrik.... bahkan bangunannya juga berbeda.... bagaimana aku bisa kembali kerumah... mama papa... aku takut.... kak andre tolong aku....


jerit Ana dalam hati...


beberapa saat kemudian Ana dan William sampai di desa terdekat.... William melajukan kuda mereka ke rumah seorang... rumah itu bernilai artistik dan terlihat indah...


William dan Ana turun dari kuda... melangkah menuju teras rumah...


tok..tok..tokk...


William mengetuk pintu...


krieettt...


pintu terbuka dari dalam...


seorang wanita paruh baya masih cantik terlihat membukakan pintu... wanita itu memakai pakaian tradisional yang mengembang di bagian pinggang ke bawah....


"bibi may" sapa William.


"William." jawab bibi may.... " kau ini lama sekali hampir malam membuatku cemas saja. teman teman mu sudah tiba sejak tadi" tambah bibi may sambil memukul bahu William...


" ayo masuk paman dan teman temanmu sudah menunggu..." ucap bibi may sambil menarik lengan William masuk ke dalam rumah. kemudian langkahnya berhenti setelah melihat Ana sekilas...


"Will, siapa dia" tanya bibi may sambil melihat Ana intens dari atas kebawah.... "will dia....?"


" bibi dia Ana... aku menemukannya di danau hampir tenggelam..." sahut william...


"halo bibi may aku Ana... salam kenal" sapa Ana sambil tersenyum manis..


" halo Ana, aku bibi may salam kenal juga untukmu... selamat datang di rumahku.... ayo masuk ke dalam..." jawa bibi may ramah sambil menarik tanganku ke dalam rumah...


kami bertiga masuk ke dalam rumah... ruangan dalam rumah membuatku takjub karena sangat indah... dengan ukiran dan hiasan cantik...


masuk lebih dalam lagi terdapat beberapa orang laki laki mengobrol...


setelah tahu kami masuk... mereka menoleh bersamaan ke arah kami... memandang aneh pada Ana... mungkin karena pakaiannya yang berbeda... Ana saat itu memakai celana jeans dan kaos berwarna merah... tanpa alas kaki...


""will dia siapa?" tanya pria tua paruh baya pada william.

__ADS_1


" sudah nanti saja ceritanya... William kau mandi saja dulu biar Ana bibi yang urus." kata bibi may pada william.


"iya bi" jawab william.


" ayo Ana." bibi may menarikku ke dalam sebuah ruangan yang ku tahu itu seperti kamar tidur... " kau bersihkan dulu badanmu di sana. bajumu kotor. biar aku siapkan baju gantinya."


" terimakasih bibi may... maaf merepotkanmu " jawab Ana.


aku melangkahkan kakiku ke dalam kamar mandi... mulai membersihkan diri... tidak ada sabun atau sampo... tapi ada semacam caira dalam sebuah wadah . setelah ku cium harum bunga bunga yang menyegarkan.... sepertinya ini pengganti sabun. pikir Ana


setelah mandi Ana melilitkan sebuah kain ke tubuhnya dan berjalan keluar kamar mandi... di dalam kamar ada bibi may yang menunggu....


" ayo aku bantu memakai pakaiannya..." kata bibi may sambil tersenyum ramah..


" aku tidak punya anak... William dan teman temannya sudah aku anggap anak sendiri... sekarang ada kamu... aku dari dulu selalu ingin anak perempuan.... jadi kamu bisa menganggapku sebagai ibumu...." tambah bibi may sambil membantuku mamakaikan pakaian yang sama dengannya...


" terimakasih bibi" jawabku setelah selesai berpakaian... " tapi bi aku sedikit tidak nyaman memakai korset ini... aku merasa sedikit sesak nafas..."


" kau cantik sayang... akhirnya aku bisa mendandani anak perempuan.... ini memang pakaian adat sini.... kamu sebagai perempuan harus memakainya..." kata bibi may sambil memegang tangan Ana lembut....


Ana ingat dengan mamanya... merindukan keluarganya... menunduk sedih " terimaksih bibi sudah baik menerimaku dan menganggapku sebagai anak..."


" tentu saja sayang. semua teman william adalah anakku.." memeluk Ana dengan sayang... dan melepaskan pelukan sambil berkata" ayo mereka pasti menunggu kita... tadi bibi sudah menyiapkan makan malam... mereka pasti sudah kelaparan..."


kami melangkah menuju ruang makan. disana sudah duduk beberapa pria... William juga ada dia terlihat tampah tampan dan segar setelah mandi....


" waaahhhh cantik sekali... bibi may kenalkan padaku.... siapa namamu nona? aku Ron. " Ron mengulurkan tangannya padaku...


" tentu saja lapar bi... aku sudah menunggumu dari tadi... aku sudah tidak sabar makan masakan bibi... pasti aku akan habis banyak....


" ayo Ana kamu duduk disini." kata bibi may.


" terimakasih bi." Ana dudk di depan William dan di samping bibi may...


merasakan di tatap begitu banyak pasang mata... Ana menundukkan wajahnya... sekilas dia melihat William menatapnya dengan tatapan tanpa bisa diartikan...


" masakan bibi enak sekali" puji Ana pada bibi may...


" makan yang banyak Ana " sahut bibi may tersenyum...


setelah makan para pria pergi ke ruang tamu sambil berbincang...


Ana membantu bibi may membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan....


setelah selesai Ana dan bibi may ikut bergabung dan duduk di kursi yang masih kosong...


" Ana kenalkan suami bibi uncle jhon" kata bibi may menunjuk pria paruh baya yang masih terlihat tampan... tampak sangat bijaksana dan terlihat ramah..


" halo Ana" sapa uncle jhon.

__ADS_1


" halo uncle jhon, salam kenal aku Ana." jawabku tersenyum.


" dan dia yang paling muda yang tadi menyapamu dia adalah Ron... yang seumuran dengan william dan tampan dia harry. dan yang berkumis tebal dia uncle robin dan di sebelahnya uncle david.". tambah bibi may


semuanya melambaikan tangan sambil tersenyum pada Ana... kecuali william dan harry yang masih terlihat datar tanpa ekpresi...


" halo semuanya salam kenal... dan maaf merepotkan..." kata Ana


" Ana sekarang ceritakan tentang dirimu" kata bibi may memandangku serius...


Ana mulai menceritakan tentang siapa dirinya dan awal kenapa dirinya bisa sampai di tempat ini...


" Ana dulu ada seorang pria yang memakai pakaian sama dengan dirimu... bibi tahu kalau dia berbeda.." kata bibi may mengagetkanku...


" biar mereka mengantarkanmu pada seseorang yang bisa menunjukkanmu jalan pulang." tambah bibi may sambil menggennggam tanganku. " walaupun aku lebih suka kamu disini menemaniku."


" lalu bagaimana dengan laki laki itu bi.. berapa lama dia disini.." kata Ana menggebu...


" setahuku dia masih disini dan terhitung sejak kedatangannya mungkin sudah sekitar 5 tahun. " jawab bibi may sambil melihat ke arah pria pria yang duduk memerhatikan obrolan Ana dan bibi may...


" lama sekali bi... jika selama itu bagaimana dengan kehidupanku disana. bagaimana dengan keluargaku. pasti mama dan papa cemas sekali..." jawab Ana sambil berkaca kaca.


" tenang saja Ana kami akan membantumu. siapa tahu nasibmu tidak sama dengan laki laki itu... kamu harus semangat... " kata Ron tersenyum dan memberi semangat kepada Ana.


aku sangat beruntung bisa bertemu dengan mereka... Ron benar aku harus mencari cara agar bisa pulang. mereka sudah seperti keluargaku..


aku tersenyum pada semua dan tidak lupa mengucakpan terimaksih.


" sudah malam kalian tidur saja... Ana kamu tidur dengan bibi ya... merek pergi lusa kamu bisa ikut mereka." kata bibi may... " ayo kita ke kamar. " ajak bibi may... " kalian jangan malam malam tidurnya katanya mau membantu bibi mencari kayu bakar"


" iya bi." jawa mereka serempak...


sedangkam william masih setia dengan kediamannya.


Ana dan bibi may berjalan menuju kamar. setelah cuci tangan dan kaki. Ana mulai naik ke ranjang dan berbaring di sebelah bibi may...


" bibi. memangnya kenapa pria itu sampai sekarang belum bisa kembali ke dunianya...?" tanya Ana memecah keheningan malam..


bibi may yang semula menutup mata membuka kembali matanya. " bibi dengar katanya dia belum bisa melaksanakan tugasnya ".


" tugas bi?. tugas apa? tanya Ana bertanya tanya keheranan...


" bibi juga tidak tahu Ana... sudah kamu tidur dulu. sudah malam besok dipikirkan lagi... "


kata bibi may sambil memejamkan mata


aku bingung harus bagaimana... setelah mengetahui bahwa sebelumnya ada seseorang yang bernasib sama dengannku aku merasa lega... setidaknya aku tidak sendiri... tapi 5 tahun dia disiini... belum bisa kembali.. apa tugasnya... semoga tugasku tidak begitu sulit hingga bisa kembali secepatnya... batin Ana...


sesaat kemudian Ana terlelap karena kelelahan akibat perjalanan panjang...

__ADS_1


sedangkan para pria masih sibuk mengobrol diselingi tawa. tak lama kemudian dengkuran halus terdengar. tanda semua orang mulai hanyut dalam mimpinya masing masing-masing...


__ADS_2