
Haiii....
Aku balik lagi....
******
FLASHBACK
William pergi kerumah kekasihnya Jessy....
sesampainya di rumah Jessy,
tok..tok.. tokk
Will mengetuk pintu...
tak lama pintu dibuka dari dalam.
terlihat wanita muda dan cantik tersenyum dan memeluk William.
" apa kabar Jessy?." tanya William membalas pelukan Jessy...
" aku rindu sekali padamu" kata Jessy mengurai pelukan William dan mendongak memandang wajah kekasihnya penuh dengan kerinduan..
William mengusap rambut Jessy dengan sayang.... " ada yang ingin aku katakan padamu. apa kau mau pergi denganku?".
" tentu saja... kebetulan aku juga ingin bicara sesuatu padamu" kata Jessy tersenyum manis.
mereka berdua pergi ke belakang rumah Jessy. menikmati keindahan bunga yang terawat dengan baik....
beberapa lagi sempat hening.. bingung dengan pikiran masing masing... tentang pemilihan kata yang tepat....
" Jessy.."
" Will"..
ucap mereka bersamaan... kemudian tertawa....
" kamu duluan". kata William pada Jessy...
" baiklah..." ucap Jessy kemudian... " Will..."
" Hmmm, "
" aku ingin bilang kalau aku di ajak pergi ke kerajaan raja Dennis. pamanku mengajakku untuk bekerja menjadi penyanyi disana."
William terkejut....
" bukankah itu sangat jauh... padahal aku baru saja akan melamarmu... kau menikah saja denganku tidak usah bekerja... aku masih sanggup membiayai hidupmu... ayahku ingin aku segera menikah.... dan aku hanya ingin menikah denganmu karena aku sangat mencintaimu... batalkan saja rencanamu... ayahku sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi... aku sudah bilang padanya akan membawakan menantu untuknya" kata William menatap Jessy dalam penuh keseriusan.
__ADS_1
Jessy terkejut dengan penjelasan William... Jessy bingung, disisi lain dia sangat mencintai William. tapi di juga tidak bisa melewatkan kesempatan itu... menyanyi adalah cita citanya sejak kecil...
" will, aku mohon jangan membuatku berada di posisi sangat sulit... aku mencintaimu... tapi kau juga tahu kalau ini adalah cita citaku.... biarkan aku pergi Will... setelah aku berhasil aku akan kembali padamu... kita akan menikah.. beri aku sedikit waktu... lagi pula jika aku berhasil itu juga untuk masa depan kita."
" posisiku juga sulit Jess. aku sangat mencintaimu dan juga ayahku... aku mohon ikutlah denganku... aku bisa menjamin kehidupanmu..." kekeh William.
" pekerjaanmu tidak jelas Will... bagaimana aku bisa percaya padamu... maaf tapi aku tetap pada pendirianku dengan atau tanpa ijinmu... yang terpenting aku sudah mendapatkan ijin dari orang tuaku... nanti sore aku akan berangkat dengan paman. aku tetap mencintaimu Will... setelah selesai aku akan kembali padamu... entah kau masih menungguku atau tidak." kata Jessy berdiri meninggalkan William sendiri.
William masih duduk termenung. semua rencana yang dia persiapkan secara matang hancur seketika.
apa yang harus aku katakan pada ayah... aku tidak jadi menikah. ayah pasti sangat kecewa... usianya sudah tidak lagi muda dia berharap banyak padaku.... aku takut kesehatan ayah semakin memburuk...
batin William
FLASHBACK OFF
dengan langkah gontai William kembali ke teman teman mereka....
teman teman mereka khawatir dengan kondisi William yang berbeda dengan keadaannya saat berangkat tadi.
perlahan William menceritakan semuanya kepada teman temannya... disana juga telah datang uncle Robin dan uncle David. ikut mendengarkan William dengan seksama.
haaahhhhh.... semua menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan dengan kasar... ikut merasakan beban yang dirasa William...
" kau antar saja Ana pergi ke rumah paman Cheng... biar uncle pikirkan jalan keluarnya... hari sudah mulai sore... karena hanya kau yang tahu rumahnya... besok kita sudah pulang." kata uncle Robin memecah keheningan...
William, Ana, dan Harry pergi kerumah paman Cheng...
terlihat pria paruh baya keluar dari rumah. melihat kami sesaat... kemudian tersenyum pada William dan memeluk nya... William pun membalas memeluk paman Cheng.
" ayo masuk... sudah lama aku tidak melihatmu... walaupun kau sering kesini kerumah Jessy kau tidak pernah mengunjungi pamanmu yang sudah tua ini... apa kau sudah melupakanku.." kata paman Cheng mempersilahkan kami masuk ke dalam rumah dan merangkul bahu William.
" paman.. aku sangat sibuk.. kau tahu sendiri". kata William.
" hahahaha baiklah.... lalu apa yang membuatmu datang kesini?. tanya paman Cheng diselingi tawa..
" paman aku membawa seseorang... dia ingin bertanya jalan pulang." kata William sambil menatap Ana.
" ohh yaaa.... sini nak paman ingin melihat tanganmu" kata paman Cheng sambil melambaikan tangannya pada Ana.
dengan langkah ragu ragu Ana mendekati paman Cheng dan duduk disebelahnya.
mengulurkan telapak tangannya dan diberikan kepada paman Cheng.
paman Cheng... melihat telapak tangan Ana, bergumam dan terlihat menghitung dengan jarinya...
Ana mengernyitkan dahinya memikirkan kira kira apa yang sedang dipikirkan paman Cheng
Harry dan William pun tampak penasaran.
__ADS_1
setelah beberapa saat... paman Cheng mulai buka suara...
" kamu ingin pulang nak? tanya paman Cheng padaku.
" iya paman." jawab Ana
" kalau kamu ingin pulang kamu harus menyelesaikan tugas yang sengaja dipilihkan untukmu..." lanjut paman Cheng..
" tugas apa paman "
" tugas ini seperti teka teki... kamu harus menghasilkan pencipta kedamaian di dunia ini.... itu yang paman baca dari telapak tanganmu" kata paman Cheng.
" menghasilkan pencipta kedamaian...? apa maksudnya paman." tanya Ana.
" paman juga tidak tahu nak... dulu juga ada pemuda sepertimu mencari jalan pulang... petunjuknya hampir sama denganmu. tentu saja ada yang sedikit berbeda sepertinya tugasnya lebih berat... dan sampai sekarang dia belum bisa pulang..." kata paman Cheng melihat kami bergantian.
" kau jalani saja takdirmu... ikuti arusnya... jangan merasa terbebani... jika sudah saatnya tiba tanpa terasa kau pun bisa meninggalkan tempat ini... " tambah paman cheng.
Ana masih terdiam... meresapi kata kata paman Cheng yang tidak bisa dia pecahkan... dahinya berkerut menandakan bahwa dia perpikir keras.
" paman kami mohon ijin dulu... uncle Robin dan uncle David menunggu..." kata William
" hahaaaa iya iya pulanglah... hari sudah sore... sampaikan salamku pada ayahmu..." kata paman Cheng sambil mengantarkan kami keluar....
kami bertiga naik ke kuda dan mulai meninggalkan rumah paman Cheng...
sampai di penginapan uncle Robin dan uncle David juga Ron masih setia menunggu...
" apa kata paman cheng.? " tanya uncle David penasaran.
" Ana harus menghasilkan pencipta kedamaian..." sahut Harry menyampaikan kata paman Cheng.
" wahhhh pak tua itu masih saja pakai teka teki... menyebalkan." timpal uncle Robin kesal...
" sudahlah... kita akan membantumu mencari jalan pulang. tapi sebelum itu ada masalah yang harus diselesaikan dulu. dan ini tentang William. aku tadi sudah ke rumah Jessy.. bertanya tentang kebenarannya. dan memang benar baru saja Jessy berangkat dengan pamannya." kata uncle Robin.
" lalu bagaimana uncle... ayahku pasti kecewa... aku takut dia bertambah sakit..." kata William tertunduk lesu...
" kita bertiga sudah diskusi tadi dan punya solusi... entah kalian setuju atau tidak..."
" apa uncle?" tanya kami bersamaan.
" minta tolong pada Ana untuk menggantikan posisi Jessy...." jawab uncle david mantap menatap kami semua.
mereka menatap Ana bersamaan..
eh?
*deg...deg...deg... apa maksudnya
__ADS_1
*******
**jangan lupa, like dan komentarnya ya***....