
hai hai. ....
pagi
selamat membaca....
*******
Pesta pernikahan pangeran William masih berlangsung, banyak tamu kehormatan yang berdatangan...
semua menyambut gembira kabar gembira itu, saling mendoakan aga pernikahan awet dan selalu dilimpahkan cinta.
Tak terasa beberapa hari sudah berlalu... Willian dan Ana tidak pernah melakukan 'itu' lagi karena kelelahan akibat seharian menyambut tamu.
****
pada pagi hari Ana ditemani dengan dayang dayangnya berkeliling istana.
William, Harry dan Ron menghadap raja membahas masalah kerajaan.
" Sera, mereka sedang apa?"
tanya Ana pada salah satu dayangnya sambil menunjuk beberapa pria latihan.
" putri, kita ada di tempat latihan prajurit... mereka sedang latihan. " Sera menjawab pertanyaan putrinya.
" mmm... ya sudah ayo duduk disana, aku akan menontonnya. " ajak Ana pada pada dayang.
semua menunduk hormat kemudian mengikuti langkah Ana mendekat untuk menonton latihan secara langsung.
semua prajurit melihat kedatangan sang putri menunduk hormat.
maju seorang laki laki tampan yang sedikit lebih tua dari suaminya mendekati Ana.
" tuan putri apa anda perlu sesuatu? tanyanya
" siapa namamu? " tanya Ana
" hamba Peter"
" baiklah tuan Peter, saya hanya ingin melihat latihan kalian. silahkan dilanjutkan. saya tidak akan mengganggu. "
Peter membungkuk dan mundur perlahan meninggalkan Ana yang duduk tidak jauh dari tempat latihan.
ada yang sedang latihan pedang dan ada yang latihan memanah.
Ana memperhatikan dengan seksama... kemudian timbul niatan dalam dirinya untuk belajar... dia akan membicarakan ini dengan William dulu...
setelah puas Ana melanjutkan berkeliling ke area taman belakang istana.
tak jauh disana terdapat tanah lapang yang sangat luas. di tengah tengahnya terdapat pohon yang sangat besar... dahan terendah hanya sebatas pundak Ana...
__ADS_1
" kalian tinggalkan aku. tunggu aku disana
aku akan ke pohon itu sendiri" kata Ana membalikkan badannya ke arah dayang dayangnya.
" tapi.... "
" tidak ada bantahan. pergilah. " titah Ana
Ana meninggalkan dayang dayangnya dan melangkahkan kakinya menuju pohon besar....
kemudian dia mulai duduk dibawah pohon itu... memejamkan matanya merasakan hembusan angin yang membawa kedamaian...
*****
" dimana putri kalian? " tanya William yang melihat dayang istrinya berdiri di taman.
dayang Sera menunjuk sebuah tempat dimana Ana duduk bersandar di pohon memejamkan matanya.
William tersenyum kemudian mulai melangkahkan kakinya ke tempat istrinya.
dilihatnya Ana tertidur pulas.
bisa bisanya dia tertidur disini... kalau ada binatang bagaimana.... apa kamu terlalu lelah? tapi sepertinya aku sudah lama tidak menggangu tidurmu...
ahhh.... kau cantik sekali jika tertidur seperti ini....
William duduk disamping istrinya merebahkan kepalanya di pangkuan istrinya... mulai memejamkan matanya terlelap bersama Ana.
William membuka mata merasakan sesuatu menyentuh wajahnya.
" kau sudah bangun? kenapa malah ikut tidur bukannya membangunkanku. "
" aku suka melihatmu tidur" kata William masih merebahkan kepalanya dipangkuan Ana.
Ana tersenyum simpul..
William mengubah posisinya menghadap perut Ana dan memeluknya erat....
" heii.... tumben manja sekali... lihat banyak yang melihat... "
" kamu istriku... wajar saja... biar saja mereka melihat jika iri suruh mereka menikah. "
Ana menggelengkan kepalanya pelan...
heran dengan sikap suaminya... dulu William sangat dingin... jarang sekali bicara... sekarang dia menjadi sosok yang sangat manja pada Ana
" aku suka sekali saat kamu mengelus rambutku" kata William masih tetap memeluk Ana dan membenamkan wajahnya di perut Ana.
" Will, "
" boleh aku minta sesuatu ?"
__ADS_1
" tentu saja. "
" aku ingin latihan. ajari aku pedang dan memanah.? "
" kenapa tiba tiba? " William mendongak menatap Ana.
" aku sadar bahwa aku bukan ada di duniaku... aku ingin melindungi diriku sendiri tanpa harus merepotkanmu. "
" kamu istriku sudah seharusnya aku melindungimu"
" aku tahu... tapi aku juga ingin belajar. aku bosan jika harus berdiam diri terus. " bela Ana.
William menghela napas, kemudian bangkit dan duduk menghadap istrinya.
" kamu ingin belajar apa? "
" sepertinya pedang dan memanah. boleh? "
" hemmm.... tapi tidak belajar sendiri aku akan mengajari... aku tidak ingin kamu dekat dekat dengan pria lain."
" siap... bos... "
" apa kamu cemburu suamiku"
" tentu saja kau adalah milikku. "
mereka berdua tertawa bersama... Ana memeluk dan mencium pipi William tanda ucapa terimakasih atas diijinkannya untuk belajar.
William terkejut...
" hei kenapa disitu? harusnya disini. " kata William sambil menunjuk bibirnya...
" kamu mau? " goda Ana.
William berdecak kemudian mengangkat tubuh Ana ke atas pangkuannya.
Ana terpekik kaget.
Ana tersenyum den mengecup bibir William... sebelum Ana menarik kepalanya... tangan William dengan cepat menahan tengkuk dan kembali mencium dalam bibir Ana.
Ana merasa bahagia karena dicintai William. walaupun tidak sebesar cintanya pada Jessy., Ana bertekad akan mengisi hati William dengan dirinya.
" apa aku sudah bilang kalau kau hari ini sangat cantik... "
Ana menggelengkan kepalanya cemberut.
" kau cantik sekali.. rasanya aku ingin menyembunyikanmu dan tidak membagikannya dengan yang lain. " William mengecup lembut kening Ana.
" jangan pernah tinggalkan aku Ana. " William menatap mata Ana dalam.
Ana memeluk erat William. menyandarkan kepalanya di bahu william.
__ADS_1