SOULMATE

SOULMATE
74


__ADS_3

Kali ini sambil menemani ibu di ruang ICU tema nya mengenang kebaikan mantan.


Ibu udah bisa ngobrol, ibu membahas mereka sambil berbaring di ranjang ICU.


Aku juga gagal menikah dengan Daffin


Orang nya baik ketika putus dengan Adrian aku bertemu dengan Daffin, dia mampu merubah ku menjadi wanita yang lebih baik. Sebelum nya aku tidak berhijab, aku selalu tampil seksi, yang paling aku suka adalah rambutku, aku tidak mau rambutku tertutup hijab. Karena itu adalah mahkota ku. Berkali-kali Adrian meminta aku untuk berhijab aku tidak pernah mendengarkan nya. Malah aku cat rambutku warna maroon itulah mengapa aku tidak pernah dikenalkan kepada ibunya. Mungkin pada saat itu aku belum pantas untuk Adrian. Tapi setelah aku bertunangan dengan Daffin tanggal 11 Januari. Berkali-kali Adrian meminta balikan, Aku menolak.


Hubungan ku dengan Daffin berjalan 1,5 tahun, dia Leader di departemen yang satu gedung dengan departemen yang aku pegang. Lagi lagi Cinta lokasi, Aku selalu terlibat Cinta lokasi.


Kebaikan nya yang selalu aku ingat adalah dia selalu mengantar jemput aku kuliah ke kampus, baik kelas siang maupun kelas malam, dia yang selalu mengantar aku ke kampus. Bahkan ketika shift malam pun dia rela menjemputku ke kampus dulu, mengantar ku pulang ke rumah, setelah itu baru lah ke tempat kerja. Kadang-kadang ijin ke bapak Suryo yang kemaren aku bertemu lagi dengan nya pada saat aku belanja di tempat a Rangga. Ijin untuk menjemputku pulang dari kampus.


Belum lagi kalo jika sudah pulang dari Bogor seminggu sekali dia selalu pulang ke rumah ku membawa oleh-oleh, makanan apapun itu. Kesukaan ku. Orangnya royal ga pelit soal makanan.


Sayangnya ketika akan menikah, terjadi lah konflik perselisihan tentang biaya pernikahan. Sampai pada akhirnya ketika aku sedang wudhu di tempat kerja.


Tiba-tiba karyawan mu bertanya kepadaku.


"Teh udah putus ya sama Daffin. "


Aku kaget, karena aku belum putus waktu itu hanya sedang berkonflik masalah biaya nikah.


"Nggak, kata siapa? "

__ADS_1


"Daffin bilang ke anak-anak katanya udah lama putus sama teteh. "


Dengan emosi aku pergi menemui nya di Line tempat kerja nya dan bertanya. Tapi dia mengelak.


Ketika aku sudah kembali ke meja kerja ku. Tiba-tiba Daffin dateng, didepan teman-teman ku dengan terang-terangan.


"Mana cincin? Kembalikan. "


Aku bengong.


"Lah ngasih nya juga ke rumah kan baik-baik, kalo mau minta dikembalikan dateng aja nanti kerumah baik-baik. "


"Ok. "


Teman kerja ku langsung heboh bertanya. aku juga tidak mengerti dengan kelakuannya.


Aku melepaskan cincinnya dan dikembalikan pada dia, ibu ku menangis dan hubungan kami berakhir tanggal 30 September.


Ternyata pada tanggal 11 Januari pula dia menikah dengan teman kerjaku, setelah 11 Januari yang lalu bertunangan dengan ku. Saat itu aku masih labil aku melepas kembali hijabku.


Tak lama putus dari Daffin aku bertemu dengan Ditto bulan Oktober, Perkenalan 6 bulan langsung lamaran di bulan kelahiran aku bulan April, bahkan sebelum lamaran pun sudah 1 kali perkenalan orang tua di bulan Februari, bahkan ayah Handoko ayah mertua ku, langsung mencari rumah untuk aku dan Ditto tempati setelah menikah.


Bulan Mei setelah lamaran ayah Handoko langsung membangun rumah untuk aku dan Ditto. Semua pekerja ayah Handoko datangkan dari Cirebon, bahkan bahan-bahan bangunan pun di kirim langsung dari Cirebon, pembangunan hanya 1 bulan. Rumah nya selesai. Saking sayang nya Ayah Handoko kepadaku.

__ADS_1


Tanggal 8 Agustus 2015 aku dan Ditto menikah. Mas kawin dibelikan Ayah Handoko, rumah dibangunkan Ayah Handoko, bahkan Aqiqah jarel pun di belikan Ayah Handoko, sampai tanah untuk Jarel pun yang aku bangun toko sekarang di belikan Ayah Hadoko. Sekarang aku sadar, mungkin saat itu aku menikah bukan dengan anaknya tapi menikah dengan Ayahnya.


Ditto belum benar-benar siap untuk berumah tangga, Ayahnya yang menikahkan nya dengan ku , karena Ditto sudah cukup umur, Ayah Handoko juga menitipkan Ditto kepada ku, untuk menuntunnya menjadi orang yang lebih baik. Ternyata rumah tangga ku hanya bertahan 6 tahun 5 bulan. dan 11 Februari 2022 aku bercerai dengan Ditto. Aku dan Ditto memang berbeda jalan pemikirannya.


Aku mengambil pelajaran dari pernikahan ku dengan Ditto untuk masa depan. Mungkin jika nanti aku bertemu dengan seseorang, aku ingin seseorang itu menjadi pendamping hidupku yang terakhir untuk selamanya.


Caranya aku harus benar-benar tau, apakah orang itu mau menerima ku, apakah orang itu benar-benar sudah memutuskan untuk hidup bersamaku berdasarkan kemauannya sendiri atau karena pihak lain. Karena aku tidak mau gagal lagi.


Aku ingin orang itu benar-benar punya niat dari dalam dirinya sendiri atas kesadaran nya sendiri, untuk memilih ku menjadikan aku pasangan hidupnya. Mencintai aku dengan tulus dari dalam hati nya.


Karena yang akan menjalani pernikahan ini adalah aku dan kamu menjadi kita, berdasarkan restu orang tua dengan takdir Allah yang mempertemukan dan Ridho Allah yang mempersatukan. Didasari rasa Cinta dan kasih sayang yang tulus, mampu menerima kekurangan diri masing-masing dan berusaha saling melengkapi dan menyempurnakan dengan niat ibadah kepada Allah Swt. Menata masa depan, berusaha bersama mewujudkan cita-cita agar di masa tua nanti kita bahagia bersama.


Berjanjilah sebagai suami untuk bertanggung jawab, menjadi Imam, melindungi dan menyayangi. Dan menjadi Ayah yang bijaksana untuk anak-anak kita nanti. Berjanji akan tetap bersama dalam suka maupun duka, sehat ataupun sakit. Dalam keadaan apapun kita akan menjalani bersama sampai maut memisahkan.


Aku pun berjanji akan menjadi istri yang baik, taat dan patuh kepadamu, berusaha menjadi ibu yang baik untuk anak kita nanti, dan berjanji tidak akan pernah mebuatmu kecewa. Aku akan selalu mendukung mu untuk maju dan berkembang bersama, baik dalam usaha ataupun kehidupan kita untuk masa depan.


Aku yakin dengan begitu aku tidak akan gagal lagi dalam pernikahan, karena seperti yang selalu aku ingat bahwa pernikahan bukan hanya tentang menyatukan hati, namun juga menyatukan Jiwa, ego, pribadi, pemikiran yang berbeda demi tujuan yang sama.


Jika kita sudah mampu menyeimbangkan hal itu semua aku yakin aku dan kamu akan menjadi kita.


Sekilas tentang ko Afu dia dari Singkawang Jual mas di Sukabumi, aku bertemu dengan nya di toko. orang nya baik. Meskipun agama nya Kristen tapi dia selalu suka buka puasa bareng sama aku, bahkan dia paling suka mempersiapkan satu meja penuh hanya untuk buka puasa bersama dengan ku dibulan ramadhan.


Dia selalu menyuruh ku untuk menghabis kan semua makanan yang enak yang selalu dia berikan untukku. Bahkan ketika kakek sakit dirawat di rumah sakit pun dia bersedia menunggu dan berbaur bersama keluarga ku. Dia sangat menyayangi ibuku.

__ADS_1


Dia tau aku orang ga punya ga pernah makan di tempat Bagus makanya dia selalu membawa ku makan ditempat-tempat yang menurutku itu mahal.


Sayangnya ko Afu mengajakku menikah dengan syarat aku harus mengikuti keyakinan nya dan pulang ke Singkawang. Aku tidak mampu menukar Cinta dan iman. Kami memilih bepisah dan sekarang aku tidak tau kabarnya seperti apa.


__ADS_2