
"Yeay... sampeeeeeee" semua berteriak kegirangan.
Satu persatu turun dari dalam mobil.
4 Mobil berjejer baris di parkiran.
Aa menggendong Alka yang baru bangun tidur.
Kami menjemput Alka di rumah ayah dan ibu sebelum kami ke Ancol.
Papi yang duduk di bangku sebelah Aa, melihat cucu-cucunya yang berlarian ke arah pantai dengan gembira.
Aku menggandeng tangan papi.
"Kita di sini aja ya." ajak mbak Ike.
Sebuah tempat yang ada bangku-bangku untuk kami duduki.
Aku membersihkannya sebelum papi duduki.
"Udah pap. Bisa duduk di sini" ucapku pelan.
"Terima kasih, nak" senyum papi masih manis, walau keriput di mukanya sangat tampak sekali.
Alka yang melihat deburan air laut, langsung bergabung dengan yang lain.
"Jagain Alka ya" ucapnya kepada keponakannya.
Aa menghampiriku.
"Sayang, duduk aja. Nanti capek." ucapnya.
Aku mengangguk.
__ADS_1
Mbak Linda, mbak Ike dan mbak Farah mengeluarkan makanan yang dibawa.
Terlihat suasana yang harmonis di keluarga ini. Aku bahagia, bisa mempunyai abang dan mbak, walau hanya ipar. Tapi mereka tidak menganggapku ipar mereka.
"Aw" pekikku.
"Kenapa sayang?" spontan Aa melihatku, dan menggenggam tanganku.
"Perut Ine keram, A"
"Bawa Ine ke mobil, dek. Istirahat dulu di mobil" mbak Farah mengarahkan untuk kami istirahat di mobil.
Aa menggendongku menuju mobil.
"Sudah nyaman, sayang?" tanyanya setelah merebahkan jok sandaranku, dan meletakkan bantal di kepalaku.
"Apa kita pulang duluan? Ine lelah sekali kelihatannya."
"Gak usah, sayang. Ine gapapa. Ine tiduran aja bentar ya. Nanti juga hilang sakitnya"
"Biasa kalau ibu hamil. Aa temani yang lain saja. Ine mau tidur aja" ucapku. Sebenarnya aku sangat lelah hari ini, entah kenapa tiba-tiba hari ini aku sangat sedih. Tapi aku sendiri tidak tau, apa penyebabnya. Yang pasti, kondisi pikirannku sedang melow.
Aku memejamkan mataku, tapi tangan suamiku tidak melepaskan genggaman tanganku.
Saat itu, aku bermimpi.
Dalam mimpi itu, aku berada di antara bunga yang indah, semua berwarna putih. Aku melihat banyak anak kecil bermain memakai baju putih. Dan di sana, ada sosok almarhum papanya Alka. Mantan suamiku. Dia melambaikan tangannya. Aku mendekatinya. Dia tersenyum kepadaku. Tetapi, ketika aku hendak melewati jembatan yang dihiasi oleh bunga yang berwarna warni, Alka memanggilku.
"Mama, ma... Mama... "
Seketika aku terbangun dari tidurku.
"Mama.. Abang sudah mandi" ucap bocah polos itu.
__ADS_1
Aku tersenyum melihatnya.
Ku ingat mimpi itu, papanya Alka melambaikan tangannya dan tersenyum kepadaku.
"Alka mandi sama siapa, sayang?"tanyaku.
"Dimandikan mbak Ike," jawab Aa.
"Sudah mau pulang ya? Cepat sekali." ucapku dengan nada kecewaku.
"Sayang, Ine tidur hampir 2 jam. Sekarang sudah hampir jam 3 sore." jelas Aa.
Hah..
aku tidur hampir 2 jam?
aku bingung, padahal mimpi itu cuma singkat. Apa arti mimpi itu?
tapi.. ya sudahlah.
Aku bergegas turun dari dalam mobil.
"Mau kemana?" tanya Aa
"Mau bergabung dengan yang lain" jawabku
"Mereka sudah jalan pulang, sayang." jelasnya.
"Loh, papi mana?" tanyaku lagi.
"Papi di mobil mbak Linda. Kan serumah. Tadi Aa bilang, biar kita antar pulang lagi. Kata papi, kita muter-muter nanti, jadi papi bilang langsung aja kita pulang" jelasnya
"Ine jadi gak enak" ucapku lemas.
__ADS_1
"Udah gapapa. Mereka tau kok kondisi Ine sedang begini. Mereka juga bilang, muka Ine sangat pucat dari pagi tadi. Malahan, mereka menyarankan untuk kita duluan. Tapi papa gak tega sama abang, seru ya nak tadi mainnya?" jelasnya dan bertanya pada Alka.
"Seru paaaa.. tadi abang bikin rumah-rumahan dari pasir" jelas bocah itu.