SOULMATE

SOULMATE
Tersenyum dalam tangisnya


__ADS_3

Kejadian di dalam ruangan persalinan membuat semua orang yang ada di sana menjadi panik.


Apalagi dokter Yopi. Dengan stetoskopnya dia memeriksa Ineke.


"Pasien mengeluarkan banyak darah, dok, bagaimana dok? ."


"Cepat telepon bagian PMI, segera minta kirim darah A"


"Stok darah A, menipis, dok."


Sementara bidan membersihkan darah sisa melahirkan, Aa mengabarkan kondisiku ke keluarga.


"Ada apa, nak?" tanya ayah


"Tidak apa-apa, Ineke butuh darah A" Aa berusaha tegar di depan mereka.


"Ibu darah A. Ambil saja darah ibu" ucap Ibu


"Tidak, bu. Usia ibu tidak bisa untuk mendonorkan darah"


"Dek.. mbak Ike saja.. mbak kan darah A" ucap mbak Ike.


"Terima kasih mbak.., ayo mbak.. Yopi juga mau mendonorkan darah Yopi"


Aa dan mbak Ike segera menuju ruangan untuk mendonorkan darah mereka.


Di perjalanan, Aa memeluk mbak Ike.

__ADS_1


"Sabar dek. Tetap berdoa, dek." Seolah dia tau apa yang adiknya tersayang rasakan.


Ternyata, mbak Ike tidak bisa mendonorkan darahnya, karena tensinya sedang rendah.


"Maaf, dek. Mbak gak bisa bantu."


"Gapapa mbak." Aa tetap tersenyum dalam tangisnya.


"Jangan tinggalkan Aa, kita sudah berjanji akan bersama selamanya, tidak ada yang akan memisahkan kita, sekalipun maut menjemput, kita akan selalu bersama" ucap Aa dalam hati.


2 kantong darah A, siap dibawa ke ruang persalinan. Aa segera berlari menuju ruangan itu.


Yang Aa lihat ketika masuk kembali ke ruangan itu, suasana tangis masih terdengar.


"Cepat sus.. selamatkan istri saya."


Darah pun mulai masuk melalui selang ke dalam tubuh Ineke.


"Dok.. silahkan azankan untuk baby" salah satu perawat meminta dokter Yopi untuk ke ruangan baby.


Dia tersenyum melihat bayi perempuan cantiknya. Kemudian dia mengazankan di telinga bayi cantik itu, sambil menangis pelan. Bayi perempuan itu berhenti menangis ketika dokter Yopi mengangkatnya dan melafadzkan nama Allah. Seolah bayi itu tau, kalau yang mengangkatnya adalah lelaki yang menyayanginya.


"Ineke, lihatlah bayi kita, dia cantik. Ine harus melihatnya" ucapnya dalam hati seraya menangis.


"Biarkan kami membawanya ya, dok." ucap perawat.


"Tolong kabari keluarga saya, kalau ini anak kami, biarkan mereka melihatnya, walau hanya dari kaca" dokter Yopi berkata pelan, sambil meletakkan kembali ke dalam tempat tidur mungil itu.

__ADS_1


Dokter Yopi kembali menemui Ineke yang terlihat sedang tidur nyenyak, dengan oksigen di hidungnya. Darah pun masih belum habis masuk ke dalam tubuhnya.


"Sabar ya dok.. bu Ineke pasti bisa melalui semua ini. Saya tinggal ya dok." dokter Yusuf menepuk pundak dokter Yopi yang masih setia di samping Ineke.


Sementara bayi di bawa di ruang baby, seorang perawat memanggil,


"Keluarga dokter Yopi dan bu Ineke"


Semua memandang ke arah suara.


"Ini... " tanya ayah


"Ya pak, ini anak dokter Yopi dan bu Ineke. Kita bawa ke ruang perawatan baby ya pak. Nanti semua bisa lihat dari kaca besar ya pak"


ucap perawat itu ramah.


Semua mengikuti langkah perawat itu sampai ke depan jendela besar.


"eyang... Kenapa jendelanya belum dibuka? Abang kan mau lihat baby" rengek Alka kepada ibu.


"Ya sayang, sebentar lagi ya"


Tak lama, gordeng itu dibuka. Terlihat ada 3 baby di sana. Semua mencari nama baby bu Ineke dan dokter Yopi.


Mereka sangat bahagia saat itu melihat bayi mungil itu. Tertulis keterangan bayi ibu Ineke, panjang 52 cm, berat 3 kg.


#Bagaimana kelanjutan cerita ini? Akan banyak kejutan di cerita selanjutnya. Jangan lupa jempolnya ya. Terima kasih 😊

__ADS_1


__ADS_2