
Malam ini aku mengambil air wudhu, aku shalat taubat, Shalat hajat, dan Shalat istikharah. Meskipun ini bulan ramadhan, Menurut para ulama tidak ada lagi shalat malam setelah shalat witir. Tapi aku tetap melakukanya karena berharap Allah memberikan petunjuk kepada ku. Apakah aku harus menerima niat A Chandra atau tidak.
Berhari-hari aku lakukan hal yang sama tapi aku tidak menemukan jawaban, tidak seperti dulu ketika aku akan meminta bantuan A Rangga. Allah memberikan jalan untuk aku bertemu dengannya, Kali ini tidak.
Malah aku bermimpi berada di dalam sebuah masjid berkumpul dengan semua keluaga, aku memakai baju pengantin duduk didepan penghulu. Pa penghulu meminta ayahku menelpon seseorang, karena seseorang itu belum hadir di tempat.
Seseorang yang ayahku telpon itu adalah kamu A Rangga. Kamu memberi kabar masih di perjalanan, dan berharap semua menunggunya karena masih ada waktu untuk melangsungkan akad pernikahan.
Aku terbangun dan aku kaget, mengapa mimpi ku seperti itu, aku berharap bisa melupakan kamu tapi malah aku semakin mengingatmu. Mungkin mimpi itu salah.
Sekuat aku mencoba untuk menahan untuk tidak berurusan lagi dengan mu A Rangga. Tapi aku ga bisa, Pada akhirnya aku buka blokir whats app kamu, dan mengirimkan pesan.
"A Rangga. "
Satu jam kemudian kamu baru membalas pesan aku, aku tau ini siang hari, jam sibuk kamu.
"Kulan. "
"Minta solusi. "
Aku berharap kamu bisa memberikan saran untukku, karena hanya kamu yang selalu bisa memberiku arahan untuk apapun yang harus aku lakukan, ketika aku ragu dalam mengambil suatu keputusan. Karena kamu selalu bilang, jangan pernah mengambil suatu keputusan jika kamu masih ragu, pikirkan baik buruk nya apa, selalu berfikir sebelum melangkah.
Aku kirimkan screenshoot chat Whats app aku dan a Chandra, tentang niat serius a A Chandra padaku, apa aku harus menerimanya atau tidak.
__ADS_1
"Terima jangan, Biasanya A Rangga selalu ngasih solusi terbaik?"
"Tergantung teteh aja, Karena teteh yang ngejalani nya."
Sudah mulai panggil teteh lagi A Rangga sama aku, seperti pertama kali aku chat kamu.
"Kalo sanggup ya jalani, Kalo ga sanggup ya ga usah. Terus, Kalo punya perasaan ya terima, Kalo ga ya lebih baik saling mengenal dulu aja. "
"Ga ada perasaan sama sekali, karena sampai saat ini perasaan ku masih sama kamu, A Rangga. Ga semudah itu. Aku udah coba Istikharah tapi ga menemukan jawaban, aku takut gagal lagi. "
"Jalani aja dulu, toh waktu terus berjalan. "
"Kasian, gimana kalo nanti a Chandra terlalu berharap sama aku. "
"Orang nya mau serius, bukan main main kaya kamu."
upss.. salah ngomong aku ya.
Orang nya mau main ke rumah, nanti kalo dateng suruh nemuin ayah aja ya, aku takut.
"Iya gimana teteh aja, Bagus nya gimana. "
"Iya, makasih ya."
__ADS_1
Kamu bales satu jempol.
Aku balas lagi,
"Ibuku nanyain kamu, A Rangga gimana? aku bilang aja kamu udah punya pacar."
A Rangga balas dengan emoticon tertawa.
"Ketawa lagi, ga lucu. "
"Terus harus gimana? "
"Ga gimana-gimana, mana coba liat foto pacar a Rangga Jangan ditutup sticker mukanya. Kalo mau tunjukin. Kasian dia pake ditutup sticker segala mukanya. Kan ga keliatan cantiknya."
"Emang mau ngapain? "
"Mau tau aja. "
"Privasi nya."
"Lah, privasi segala sama-sama single ini bebas, apa takut aku tag facebook nya kaya kemaren, karena a Rangga udah chat sama janda. Atau aku kirim Video youtube aku ke dia. Takut ya."
"Privasi."
__ADS_1
Ya sudahlah kalo kamu ga beri tahu juga ga apa-apa suatu saat Allah pasti menunjukan.