SOULMATE

SOULMATE
94


__ADS_3

Hari ini aku suruh anak ku untuk masuk sekolah karena udah 3 hari izin ga masuk sekolah karena sakit, panas nya udah turun.


"Jarel ayo mandi dulu, sekolah. "


"Iya. " Jawab nya masih belum semangat.


Niat aku mau naik angkutan umum aja, kasian kalo jalan kaki badannya masih lemes. Eh ternyata ga ada, terpaksa jalan kaki.


"Aa pusing ga? "


"Nggak."


"Pelan-pelan aja ya jalannya. "


"Iya. "


Sampai disekolah udah jam 08.10, udah pada masuk anak-ananknya lagi baca do'a.


"Ibu maaf Jarel telat." Aku ijin ke ibu gurunya


"Eh Jarel udah sembuh? Iya ga apa-apa baru baca do'a, ayo sini masuk. "


"Mamah Jarel tunggu, ini foto kemaren yang anak-anak udah selesai. " Ibu guru memberikan foto anak-anak kelas yang kemarin Jarel ikut di foto juga.


"Makasih bu guru, Oh iya kalo ada apa-apa telpon aja ya bu, takutnya Jarel gimana-gimana."


"Iya ga apa-apa nanti dikabarin."


"Makasih bu guru, saya pamit. Assalamu'alaikum. "


"Iya silahkan-silahkan, Wa'alaikumsalam. "


Aku pulang dari sekolah TK berjalan kaki, didepan sekolah SD ada salah satu pelanggan ku menyapa, Pedagang kaki lima depan sekolah.


"Hey Zara, kenapa jalan kaki terus?"


"Eh, mang apa kabar? kok masih kenal Zara padahal udah tertutup loh mang Zara, kirain ga akan ada orang yang ngenalin aku."


"Alhamdulilah baik. Pasti selalu kenal dong. Dari jalan nya aja udah kelihatan, semangat ga tengok kanan-kiri, pandangan lurus kedepan. " si mang nya sambil ketawa.


"Kayak jalan orang Korea kan gitu mang, tapi kalo mau nyebrang tetep harus tengok kanan kiri dulu, iya kan? "


"Betul, harus itu. "


"Mobil kemana? "


"Dijual. "


"Aduh sayang banget. "


"Ga apa-apa, nanti ada rezeki beli lagi. "


"Amin, di do'ain ganti Jadi Pajero ya. "


"Amin mang makasih do'a nya. Ya udah duluan ya mang, Assalamu'alaikum. "


"Wa'alaikum salam, hati-hati ada yang nyolek di depan sana. "


"Ga akan. " Aku berlalu sambil tersenyum, ga akan kelihatan juga sih aku senyum atau nggak juga.


Aku mampir ke rumah kakak ku dulu.


"Chira lagi apa? " Aku panggil anak kakakku.


Anaknya senyum-senyum langsung ngumpet kebelakang, ga pernah mau digendong sama aku.


"Jarel sekolah bukan? udah sehat?" kakakku bertanya.


"Iya, belum sehat bener sih, masih lemes gitu badannya. Aku titipin bu guru, kalo ada apa-apa suruh kabarin aja. "

__ADS_1


"Oh ya udah. Ibu juga baru berangkat barusan ke Puskesmas mau bikin rujukan buat kontrol ke rumah sakit besok. "


"Lah sendiri? "


"Iya. "


"Emang udah kuat. "


"Mungkin, mau di anter kakak juga ga mau, udah berangkat sendiri barusan naik angkutan umum dari depan. "


"Terus besok mau kontrol ke rumah sakit jam berapa? kabarin aja. "


"Abis dzhuhur katanya. Mau sama Kekey aja dianternya. " Kekey anak pertama kakakku.


"Emang bisa? "


"Ga apa-apa, kasihan Jarel dirumah nanti kalo mamahnya nganter ke rumah sakit, pasti pulangnya malem kan no 59 antrian dokternya juga. "


"Iya sih. Ya udah kabarin aja nanti, aku pulang dulu takutnya ada yang mau beli pulsa ditoko, hp nya dibawa, ayah kan ga tau."


"Ya udah. "


Aku kembali ke toko bersama ayahku, Rame anak sekolah SMP dan SMA fotokopi rapot, Ayah ku fotokopi aku jadi kasir.


Jam 9.45 Aku kembali ke sekolah, menjemput anakku.


Anak-anak masih istirahat, lari- lari kesana kemari. Sedangkan anakku hanya duduk diam di kursi memandangi teman-teman nya yang berlarian kesana kemari.


"Aa pusing? " Aku bertanya


Jarel hanya menggelengkan kepala.


Ada Mamah Salwa bertanya padaku.


"Jarel kenapa? tumben ga semangat."


"Sakit. " Aku Jawab.


"Jarel pusing? " Aku bertanya kepada anakku.


Tiba-tiba nangis dia, batuk dan mau muntah.


Aku masuk izin ke Toilet, kebetulan ibu guru juga ada didalam kelas.


"Ibu Izin ke Toilet. "


"Iya boleh-boleh silahkan. "


Aku membawa anakku ke toilet, dia muntah lagi.


Aku dan Jarel kembali ke kelas. Jarel nangis mau pulang duluan. Ibu guru lagi absen anak-anak satu persatu mengembalikan buku paket yang telah anak-anak kerjakan tadi.


"Ibu maaf Jarel izin pulang duluan."


"Iya boleh, ga apa-apa. Ini buku tugas Jarel udah selesai. Kasian dari tadi juga diem dikelas ga ikut olahraga, Biasanya kalo sehat kan paling semangat dikelas. Besok libur aja dulu, istirahat dulu di rumah ga apa-apa ya."


"Iya bu, pamit duluan ya. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Aku keluar kelas, ibu-ibu yang menjemput bertanya.


"Jarel kenapa?"


"Sakit bu."


"Iya kasian, istirahat dulu aja. Besok juga libur aja kasian."


"Iya ibu-ibu saya pamit duluan ya. Assalamu'alaikum."

__ADS_1


"Wa'alaikum salam."


Aku jalan bersama anakku, karena tidak ada angkutan umum yang lewat. Aku mampir rumah ibu. Kasian karena tengah hari juga, panas banget.


Sampai di rumah ibu.


Ibu langsung memeluk Jarel dan menangis. Karena udah 5 hari tidak bertemu cucunya. Ibu marah sama aku karena belum membawa Jarel ke dokter. Aku bingung, aku ga bisa kalo bawa Jarel ke dokter sendiri, ga kuat dengan nangis nya.


Aku pulang ke toko, sedangkan Jarel masih dirumah ibu. Aku berpikir apa aku harus ke dokter ya, tapi aku takut nanti di sana Jarel nangis parah, mana kartu BPJS Jarel ada di Ayahnya, mantan suami aku.


Aku memutuskan untuk mengabari mantan suami ku Ditto, bagaimana pun Jarel masih anaknya.


Aku buka blokiran Whats app Ditto dan mengirimkan pesan.


"Minta kirim ulang kartu BPJS Jarel, yang kemarin kehapus. " mau ga mau terpaksa aku menghubungi nya kembali demi Jarel.


"Bentar. " Ga lama ternyata Ditto langsung balas pesannya.


"Aku pindahin ke komputer soalnnya."


"Ya udah ga apa-apa paling dipake nya juga besok. "


"Jarel kenapa? Ini aku lagi meeting. "


"Muntah darah, Sakit nya sih dari hari senin badannya panas. Barusan disekolah muntah lagi. Batuk, kecapean juga mungkin, pulang pergi ke sekolah jalan kaki belum terbiasa, kaget dia. "


"Emang mobil kemana? "


"Dijual. "


"Kesiapa? "


"Ke bah Danu, "


"Oh iya ga apa-apa tadinya aku kira di jual ke orang lain, kalo masih ke sodara sih aku percaya."


"Ga berani kalo ke orang lain. "


"Iya kalo ada apa-apa info dulu, ini aku kirimin kartunya. "


Ditto mengirimkan format pdf kartu BPJS nya.


"Iya makasih."


"Disimpen, jangan sampe ilang lagi, masih aja kebiasaan ceroboh dan lupa. "


"Mana fotoin Jarel, aku kangen."


"Di rumah ibu, barusan keluar jam 10 dari sekolah pulang duluan, kalo langsung jalan ke rumah kasian panas, jadi mampir ke rumah ibu. "


"Jarel suka nanyain aku nggak? "


"Nggak. "


"Ga boleh gitu, aku masih ayah nya Jarel. Dari kapan sakitnya?"


"Sabtu, Kamis berangkat sekolah jalan, pulang nebeng motor ate, Jum'at pulang naik angkutan umum, turun dipangkalan terus jalan ke rumah, nah dari hari Sabtu mulai panas badannya.


"Udah punya temen belum dia di rumah? " Karena Jarel tidak punya teman bermain dulu. Selalu main dengan ayahnya ketika ayah nya malam pulang kerja dan hari libur Sabtu Minggu."


"Paling sama anak saudara kakak di rumah nenek, kalo di rumah sih ga ada. Waktu aku bolak-balik rumah sakit juga dititip aja dirumah kakak. "


"Oh iya syukurlah. Ibu keadaanya gimana sekarang?"


"Alhamdulilah udah mulai membaik, besok juga jadwal kontrol ke rumah sakit. "


"Ya udah semoga keadaan ibu lekas membaik. Aku mau istirahat dulu. "


"Ok. "

__ADS_1


Sudah tak ada lagi rasa marah kepada Ditto di dalam Hatiku. Semua nya sudah berlalu dan aku pun sudah memaafkan kesalahannya, aku juga menyadari mungkin ada kesalahan yang pernah aku perbuat juga terhadapnya dulu, Berdamai lebih baik.


__ADS_2