
selamat membaca...
*****
hari yang dinanti telah tiba rombongan raja Dennis telah tiba.. walaupun bersitegang raja Henry tetap menyambut rombongan raja Dennis dengan sukacita.
malam hari setelah pesta perayaan diadakan rapat tertutup dengan raja Dennis.. setelah perdebatan yang cukup alot, akhirnya dicapai kesepakatan pembagian wilayang kekuasaan. bagian timur menjadi milik raja Dennis. dan bagian barat menjadi milik raja Henry. sedangkan selatan dan utara di bagi sama rata menjadi.
semua merasa puan dengan hasil keputusannya. jika raja Dennis tidak terima dan memutuskan untuk melawan maka akan dipastikan bahwa dia akan kalah. apalagi dengan dukungan pangeran William.
pangeran William yang tidak pernah kalah dalam perang selalu diperhitungkan oleh musuh musuhnya. jadi raja Dennis memilih jalur aman daripada harus mengorbankan prajuritnya sia sia.
setelah beberapa hari raja Dennis pamit pulang untuk kembali ke kerajaannya. dia mengirimkan hiburan sebagai tanda terima kasih atas sambutan tuan rumah.
di aula kerjaan raja Henry semua berkumpul bahkan para petinggi kerjaan ikut berkumpul untuk melepas kepulangan raja Dennis dan menikmati pertunjukan hadiah yang diberikan raja Dennis.
acara pun dimulai.. Ana duduk disebelah suaminya... dia mengenakan gaun yang sangat indah membuat kedua raja terpesona. hal itu membuat William geram karena pria pria melihat istrinya begitu intens..
William melingkarkan tangannya posesif di pinggang istrinya.
" Ana mengerti bahwa suaminya cemburu melingkarkan tangannya di lengan suaminya..
" tenang saja sayang... aku tidak akan berpindah ke lain hati " kata Ana menggoda suaminya.
" awas saja kau berani menggodaku." William berbisik di telinga Ana. Ana tersenyum manis pada William. William mengecup lembut kening Ana membuat Ana tersipu malu.
tak dapat dipungkiri bahwa hati William kini sudah terisi penuh oleh Ana. tingkah laku Ana membuat William terus merindukan istrinya.
apalagi jika mengingat wajah para lelaki yang mengagumi kecantikan istrinya membuat William begitu marah.
Ana pun merasakan hal yang sama. dekat dan menjadi istri William membuat Ana jatuh cinta akan sikap Wiiliam yang begitu manis dan tidak jarang pula memanjakannya. semua keinginan Ana selalu dituruti William.
Ana menjadi menantu kesayangan ayah mertuanya. ayah William pun sering memanjakannya. tapi Ana tahu diri dan lebih sering tidak merepotkan siapapun selama itu masih bisa dia kerjakan sendiri.
semua tamu menikmati pertunjukan dari raja Dennis. di akhir acara ada bintang tamu yang sangat spesial. menurut rumor dia adalah kesayangan raja Dennis. dan dikabarkan akan menjadi selir raja Dennis. walaupun masih muda raja Dennis sudah memilik istri yang sangat cantik... tapi tidak cukup itu saja. kabarnya dia juga sudah memilik 5 selir dan masih akan menambah... dan bintang tamu kali ini yang akan dikabarkan menjadi selir selanjutnya.
muncul dari dalam ruangan seorang wanita yang sangat cantik. dia unjuk kebolehan di depan para tamu undangan. wajah yang cantik serta tubuh yang indah membuat tamu meneteskan air liur mereka.
dirasa tangan William meremas tangan Ana dalan genggamannya. Ana menoleh pada William melihat apa yang terjadi. rahang William mengeras menandakan bahwa dia sangat marah.
__ADS_1
Ana melihat ke arah gadis itu.
kenapa William melihatnya seperti itu... apa dia mengenalnya. kenapa juga William harus marah. Ana bertanya dalam hati...
remasan tangan Wiki semakin erat membuat Ana mengaduh kesakitan.
William yang menyadari kesalahannya minta maaf pada Ana. dan mencium tangan Ana mengobati rasa sakit yang ditimbulkan.
" aku tidak papa." Ana tersenyum pada William mengusap lengannya.
malam semakin larut acara sudah selesai... semua tamu undangan mengucapkan terimakasih pada raja Dennis atas pertunjukannya.
seorang wanita cantik yang menjadi bintang utama mendatangi William dan teman temannya.
" William" panggil wanita itu pada William.
" nona Jessy." sapa William
keduanya saling pandang. wanita itu memandang William sendu penuh kerinduan. sedangkan William memandangnya datar tanpa ekspresi.
" Will" panggilku memecah lamunan William
" sayang kenalkan dia nona Jessy orang yang aku ceritakan dulu." kata William memperkenalkan wanita di depannya.
Ana melihat Jessy dan tersenyum, sedangkan Jessy terkejut karena melihat William memeluk dan memanggil sayang pada Ana
" Jessy perkenalkan di Ana istriku."
" hallo nona Jessy senang bisa bertemu dengan anda." kata Ana menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.
" hallo nona Ana senang bertemu dengan anda juga ". Jessy terkejut tapi tetap tersenyum kikuk menjabat tangan Ana.
Ron dan Harry pun juga menyapa Jessy.
" sudah malam kami pamit undur diri nona Jessy... istriku juga terlihat lelah "
" ahh iya" jawab Jessy
kami meninggalkan Jessy sendirian mematung mencerna apa yang baru saja terjadi.
__ADS_1
" William... apa bisa kita bicara sebentar saja..." kata Jessy menghentikan langkah kami.
William melihat Ana. terlihat Ana menganggukkan kepalanya menyetujuinya.
" baiklah besok sebelum aku pulang kita akan bicara. sekarang aku akan istirahat. permisi" kata William kemudian meninggalkan Jessy sendirian.
di dalam kamar setelah Ana dan William membersihkan diri... William duduk berjongkok di depan Ana. memandang wajah cantik istrinya yang selama ini menemaninya..
" Ana... aku ingin kau percaya padaku... mungkin aku tidak pandai dalam mengungkapkan perasaanku. tapi selama bersamamu ruang di hatiku hanya terisi olehmu... bahkan rasanya mengalahkan rasa cintaku pada Jessy dulu... jadi aku mohon tetaplah bersamaku apapun yang terjadi... jadilah teman hidupku dalam suka maupun duka. karena membayangkan kau jauh dariku rasanya aku sudah tidak sanggup..." kata William menggenggam tangan Ana.
Ana mengendarnya terharu... tidak menyangka bahwa perasaan cintanya kini terbalaskan.
" aku mencintaimu Will..." kata Ana berhambur memeluk William erat.
" aku juga mencintaimu Ana. sangat mencintaimu. " William membalas pelukan Ana
" apapun yang terjadi besok... tetaplah bersamaku dan percaya padaku. "
Ana mengangguk dalam dekapan suaminya.
merasakan kehangatan tubuh suaminya yang membuatnya merasa nyaman dan terlindungi.
William mengusap lembut rambut Ana yang tergerai dengan indah. menatap mata cantik istrinya dengan penuh cinta.
Ana tersenyum melihat perlakuan William yang sangat manis.
dengan perlahan William mendekatkan wajahnya pada Ana... menyatukan bibirnya pada bibir istrinya yang begitu manis dan membuatnya ketagihan.
William ******* bibir Ana dengan lembut.... tangannya menekan belakang kepala Ana memperdalam ciumannya...
******* halus lama lama menuntut ingin lebih... membuat keduanya haus akan tindakan yang lebih menantang sekaligus memberinya kenikmatan.
Ana selalu melayani suaminya dengan baik... berharap suaminya selalu puas dengan pelayanannya hingga tidak pernah memikirkan ingin mendapatkan kepuasan dari wanita lain...
William pun selalu puas dengan pelayanan Ana. William tidak pernah egois hanya memikirkan dirinya saja. dalam berhubungan keduanya saling memberi dan menerima membuat keduanya merasa saling ketergantungan.
William menyatukan tubuhnya dengan tubuh istrinya dengan penuh cinta... membuat kenikmatan itu rasanya berkali kali lipat.
hanya desahan dan deritan ranjang yang terdengar... malam mereka lalui dengan panas bergelora....
__ADS_1