
"Apa aku tidak boleh melihat putraku sebentar saja Dewa? Aku hanya ingin menggendongnya dan memeluknya sebentar saja" ucap Laksh di kuil matanya terpejam.
Dia benar-benar sangat merindukan putranya, sudah sebulan semenjak dia keluar dari penjara. Dia tak juga bisa menemukan keberadaan Ragini dan juga putranya.
Laksh masih memejamkan matanya, dia berharap jika Dewa mengabulkan doanya.
"Oaaa.. Oaaa.. Oaaaa"
Laksh terperanjat saat mendengar suara bayi, dia langsung membuka matanya. Matanya membulat saat melihat Ragini sedang menggendong putranya dan menuju kuil itu.
Mata Laksh berbinar saat melihat mereka, namun senyuman Laksh luntur saat dia membayangkan jika Ragini pasti akan menolaknya.
Laksh menarik kupluk di jaketnya dan menutupi kepalanya. Dia menundukkan kepalanya. Dia kemudian berjalan mundur dan kini dia tepat berada di belakang Ragini. Ragini masih menggendong erat bayinya, Laksh benar-benar bahagia saat bisa melihat secara dekat putranya untuk pertama kalinya.
Rohit kecil terus menatap Laksh, dia tersenyum dan tertawa sangat manis. Seolah dia merasakan ikatan dengan Laksh.
Ragini tak menyadari jika di belakangnya ada Laksh dan dia masih menatap putranya.
Ragini perlahan membuka matanya, dia menghampiri pendeta yg berada di kuil itu.
"Pak pendeta, aku memberikan ini untuk persembahan. Lusa aku akan menikah dengan kekasihku, aku harap Dewa merestui langkah kami"
DEGGHH..
Laksh merasakan jika hatinya di tikam berkali-kali. Dia seolah tak percaya dengan apa yg dia dengar. Hatinya benar-benar hancur, harapan yg baru saja dia bangun seakan musnah.
Airmatanya kembali menetes dari pelupuk matanya tak dapat dia bendung lagi. Dia benar-benar menatap pilu gadis yg sangat dia cintai. Dia harus merelakan gadis-nya itu menikah lagi dengan pria lain.
"Itu dia" sambungnya.
Laksh langsung menoleh, dia benar-benar terkejut saat melihat pria yg Ragini maksud, pria yg akan menjadi pendamping hidupnya sangat mirip dengan Rohit.
Laksh seakan tak percaya, karena mustahil jika Rohit hidup kembali karena dia juga menyaksikan saat jasad Rohit di kremasi di hadapannya.
Lalu siapa pria ini?
Apa dia kembarannya?
Atau memang kebetulan wajahnya sangat mirip dengan Rohit.
Jadi Ragini akan menikah dengan pria yg memiliki wajah yg mirip dengan Rohit?
Apa dia benar-benar mencintai pria ini, atau ini hanyalah sebuah pelarian karena wajah pria itu mengingatkannya kepada orang yg sangat dia cintai?
Beberapa pertanyaan mencuat di benak Laksh, dia seakan bingung dengan sikap Ragini.
Pria itu merangkul bahu Ragini dan ekspresi Ragini seakan tak merasa risih ataupun canggung.
Bahkan sesekali Laksh melihat pria itu bercanda dengan putranya.
'Apa hubungan mereka sudah semakin dekat?'
Laksh menatap lirih pemandangan di hadapannya yg membuat hatinya merasa teriris. Dia mengalihkan pandangannya.
Dia benar-benar tak kuat menahan perih di hatinya, dia memutuskan untuk pergi dari sana. Namun saat dia ingin pergi tiba-tiba angin berhembus dengan sangat kencang. Lonceng yg berada di kuil berbunyi saling bersautan, kupluk yg digunakan Laksh untuk menutupi wajahnya terbuka.
Ragini menoleh dan tak sengaja kedua bola mata mereka bertemu. Untuk pertama kalinya mata mereka saling menatap lagi.
Ragini benar-benar terkejut saat melihat Laksh ada di hadapannya. Lidahnya terasa kelu, mulutnya seakan terkunci hingga dia tak bisa mengeluarkan sepatah kata apapun.
Laksh mencoba tersenyum, dia menarik sudut bibirnya hingga mengurva. Mereka sama-sama diam, saling menatap seksama wajah masing-masing.
"Laksh" ucapnya pelan.
Laksh merasakan keteduhan di dalam hatinya saat Ragini mengucapkan namanya. Ucapan Ragini mampu membuatnya mengembangkan senyuman di bibirnya.
Namun senyumannya pudar saat Ratan merangkul pinggang Ragini. Laksh merasakan sakit saat dia menyadari jika kehadirannya sudah tak lagi berarti di hidup Ragini.
__ADS_1
"Siapa dia, sayang?"
Laksh menelan ludahnya, rahangnya mengeras. Dia memasang kupingnya agar bisa mendengar jawaban Ragini.
"Di-dia.. Di-dia" jawab Ragini gugup.
Laksh menatap lirih gadisnya itu, dia tersenyum miris. Dia terlalu banyak berangan jika Ragini masih mengakuinya sebagai mantan suaminya.
"Ada apa, sayang? Mengapa kau gugup?"
Wajah Ragini terlihat sangat pucat, dia menggigit bibir bawahnya.
"Bukan siapa-siapa.. Aku adalah teman lamanya" sambar Laksh.
Ratan menoleh, dia tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Oh.. Aku pikir kau siapanya. Perkenalkan aku Ratan, calon suami Ragini"
Laksh menoleh ke arah Ragini yg menundukkan kepalanya. Dia menatap uluran tangan Ratan dan menyambutnya.
"Laksh" jawabnya singkat.
"Laksh.. Aku dan Ragini akan menikah lusa, aku harap kau bisa datang. Sebentar.. Aku akan ambil undangannya di mobil dulu. Sayang.. Kau tunggu disini dulu"
Ratan pergi meninggalkan Ragini dan Laksh. Hanya keheningan yg terjadi diantara mereka berdua.
"Apa aku boleh menggendongnya sebentar?"
Perkataan Laksh memecah keheningan yg terjadi diantara mereka.
Bagaimanapun juga Laksh berhak atas anak itu karena dia ayah kandungnya. Ragini perlahan memberikan Rohit kepada Laksh.
Untuk pertama kalinya Laksh menggendong buah hatinya sendiri, dia tersenyum saat melihat Rohit tersenyum dan tertawa kepadanya seolah dia merasakan kenyamanan saat di gendongan ayah kandungnya.
Laksh mengecup pipi mungil Rohit dan meneteskan airmatanya. Tangan mungil Rohit menyentuh pipi Laksh, dia mulai menggerakkan tangannya mengusap wajah Laksh. Seolah bayi itu tak menginginkan jika ayahnya bersedih.
Ragini menatap lirih pemandangan dihadapannya itu. Dia benar-benar tak tega dengan apa yg dia lihat. Dia benar-benar jahat telah memisahkan Laksh dari putranya sendiri.
Hati Ragini seakan perih saat Laksh membisikkan kata itu kepada Rohit.
"Laksh.. Ini undangan untukmu, aku dan Ragini harap kau bersedia untuk datang di pernikahan kami"
Laksh mengambil undangan itu, dia menatap lirih undangan itu. Kerlingan matanya kini menatap Ragini pilu, Ragini menundukkan kepalanya.
Dia benar-benar merasakan perasaan aneh di dalam hatinya saat Laksh menatapnya seperti itu. Jantungnya berdebar semakin kencang, dia juga tak mengerti perasaan seperti apa yg sedang dia rasakan.
"Aku pasti datang" jawabnya.
"Sini Laksh.. Berikan Rohit kepadaku, nampaknya dia ingin tertidur sekarang, lihat itu ekspresi wajahnya sudah sangat mengantuk"
Namun saat Ratan ingin mengambil Rohit dari gendongan Laksh, Laksh menahannya.
"Biar aku yg menimangnya sebentar"
Ratan bingung dengan sikap Laksh, dia hanya menatap Ragini dan tersenyum.
Bayi Rohit tertidur saat Laksh menimang dan penepuknya pelan.
"Wahh kau hebat sekali Laksh, biasanya Rohit tak secepat itu nyaman dengan orang lain, tapi denganmu dia seolah merasa sangat nyaman seakan kau ayah kandungnya saja hahaha"
Ragini dan Laksh saling tatap, mereka saling mengunci mulut mereka. Hanya sebuah senyuman yg terukir dari wajah keduanya.
Ponsel Laksh tiba-tiba berdering. Laksh memberikan bayi Rohit kepada Ratan.
"Ya bu"
"......"
__ADS_1
"Baiklah.. Laksh akan segera pulang"
Laksh memutar kembali tubuhnya.
"Ragini.. Ratan (mereka menoleh) aku permisi pamit pulang dulu"
Laksh menatap lirih bayi Rohit yg sedang tertidur pulas.
Laksh menghampiri bayi itu dan mencium keningnya. Ratan bingung dengan sikap Laksh, dia menatap Ragini.
"Aku pamit dulu, bye"
Laksh melambaikan tangannya. Ragini terus menatap kepergian Laksh, tiba-tiba Laksh memutar tubuhnya dan menatap Ragini. Dia mengembangkan senyuman di bibirnya, Ragini hanya menundukkan kepalanya. Laksh kemudian kembali memutar tubuhnya dan pergi meninggalkan kuil itu.
"Nampaknya Rohit sangat nyaman berada di gendongan Laksh, ya kan Ragini?"
Ragini terperanjat dari lamunannya, dia tersenyum kaku. Dia menatap lirih putra mungilnya itu.
***
"Ada apa mom?"
"Laksh.. Apa kau mengingat Keluarga Balla?"
Laksh mengangguk.
"Ada apa bu?"
"Lusa putranya menikah dan kau tau Laksh, siapa wanita yg akan dinikahi olehnya?"
"Ragini.. Ragini mantan istrimu"
Laksh hanya tersenyum kaku.
"Laksh.. Kau baik-baik saja"
Laksh mengangguk.
"Jadi ibu menelpon Laksh hanya untuk memberitahu Laksh tentang itu?"
Annapurna mengangguk.
"Ya sudah bu, Laksh lelah.. Laksh masuk ke kamar dulu yah"
Annapurna menatap lirih kepergian putranya itu.
Laksh merebahkan tubuhnya di kasur miliknya, dia memejamkan matanya. Dia menatap foto putranya yg terpajang di nakas.
"Akhirnya setelah sekian lama ayah bisa menggendongmu dan menciummu, nak" ucapnya lirih.
Pandangan mata Laksh berpindah ke patung Dewa Ganesha itu, dia mengatupkan kedua tangannya dan memejamkan matanya.
"Terimakasih Dewa untuk hari yg sangat indah ini, terimakasih kau telah mempertemukan aku dengan kedua orang yg sangat aku cintai, terimakasih kau telah mengabulkan permintaanku untuk menggendong putraku sebentar, tapi apa aku boleh meminta sesuatu lagi kepadamu? Aku ingin mendapatkan cintaku Dewa, aku ingin Ragini kembali hadir di dalam hidupku karena aku tak sanggup hidup jika tanpanya. Ahh maafkan aku Dewa jika doaku sangatlah muluk, tak usah kau pikirkan. Terimakasih Dewa, untuk hari ini. Terimakasih"
***
Di apartement yg Ragini tempati....
Entah mengapa Ragini merasa gelisah, dia terus mondar-mandir. Dia menatap tubuh mungil Rohit yg sedang tertidur.
"Perasaan apa yg saat ini aku rasakan Dewa? Mengapa aku seakan ragu untuk menikah dengan Ratan? Mengapa dari tadi hanya ada Laksh di benakku? Apa yg terjadi kepadaku, Dewa?"
Ragini benar-benar bingung dengan perasaannya. Entah mengapa hanya Laksh yg memenuhi pikirannya saat ini.
Ragini kemudian memutuskan untuk tidur dan memeluk gulingnya. Matanya terus menatap wajah Rohit yg sangat mirip dengan Laksh.
"Aku merasa jika diriku sudah tidak waras" ucapnya pelan.
__ADS_1
Dia kemudian mulai menutup kedua matanya.
To be continued....