
Aku kembali melaporkan perkembangan novel ku pada A Rangga.
"A Rangga, jadi tambah terkenal loh nanti. Temen-temen yang udah baca penasaran pengen tau A Rangga. "
Kamu balas dengan emoticon ketawa.
"Hanya manusia biasa. "
"Ya kalo luar biasa takut dong, Hayo berikan komentar, tanggapan atau saran."
"Bingung, tanggapan atau saran nya gimana. Soalnya belum pernah jadi penulis. "
"Apa sih yang ga bikin A Rangga bingung, apa-apa bingung, bingung dan bingung. Aku juga belum pernah nulis novel, iseng aja tapi keterusan. "
"Dari pada salah langkah, kan peribahasa juga mengatakan berpikir sebelum bertindak. "
"Ga apa-apa salah langkah juga paling jatuh, daripada ga melangkah sama sekali."
"Nah itu yang ga mau. "
__ADS_1
"Bukan tidak melangkah, tapi berpikir dulu sebelum melangkah bageur. "
"Oh gitu ya. "
Aku tuh paling greget sama kamu, paling males kalo udah denger jawaban bingung. Emang ga bisa apa untuk memutuskan dengan tegas. Kamu tuh laki a Rangga, laki-laki itu harus berani, tegas, jujur, adil. apapun resiko yang akan dihadapi jika kita udah mencoba berusaha semaksimal mungkin insya Allah ga akan pernah kecewa dengan apa yang dihasilkan meskipun terkadang hasil tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Contohnya aja ketika aku mencintai kamu, aku udah berusaha sekuat tenaga ku, semampu aku. Aku tulus mencintai kamu, apa adanya kamu aku sanggup menerimanya. Tapi pada akhirnya kamu tidak mempunyai perasaan yang sama dengan aku, ya aku ga bisa memaksa dan ga bisa menyalahkan kamu juga. Yang terpenting aku tidak pernah menyesal karena setidaknya aku sudah pernah memperjuangkan kamu. baik akhirnya bersama atau tidak seumur hidupku ku tidak akan menyesalinya bahkan mungkin akan mejadi cerita indah dalam perjalanan hidupku ketika suatu saat nanti aku mengingatnya.
"Kalo jatuh bangkit lagi aja, seperti yang selalu kamu bilang padaku kan, jatuh bangkit lagi, jatuh lagi, bangkit lagi aja. " dengan emoticon tersenyum.
"Toko libur kapan? Aku belum belanja. "
"Hari minggu terakhir buka. Masih ada waktu. "
Kebiasaan orang sunda ketika mau hari Raya idul Fitri itu mengunjungi rumah kerabat, dengan membawa masakan seperti rendang dan kawan-kawannya, tempatnya di rantang. Atau juga dengan parcel lebaran biskuit, syrup dan kawan-kawannya. he..heee..
Kamu balas dengan emoticon ketawa.
"Punya mamah sih, lumayan kan aku ng'grab aja. Oh iya, Makasih thr nya. Itu bajunya bagus, aku suka. Pas banget. "
__ADS_1
Aku dapet thr baju dari toko nya, warna maroon. Suka banget. Tapi sayang nya kita udah ga saling menyapa seperti biasanya setelah kejadian kamu upload foto pacar waktu itu, pas ketemu pun jadi terasa berbeda.
"Alhamdulilah kalo suka. "
"Buat lebaran ya, kan ga beli baju lebaran, jarel aja yang beli mamah nya sih ga usah, ga akan nangis ko. Eh dapet juga thr baju, terus dikasih baju juga sama kakak aku, buat samaan katanya sama ibu juga. "
"Bukan baju yang baru tapi hati yang baru. "
"Hati yang baru, buat siapa ya? Takut, trauma."
"Buat siapa? Maksudnya? "
"Hati baru, terlahir baru bukan? "
"Iya, maksudnya kan, hati yang baru itu hati yang kembali bersih. "
"Oh, itu sih menurut a Rangga, kalo hati baru aku sih buat seseorang aja." dengan emoticon ketawa.
Kamu balas emoticon ketawa juga.
__ADS_1
"Jarel sih bilangnya gini, Hore Lebaran.. Baju baru...Suami baru.. Ayah baru..." Lucu sekali dia.
Kamu balas lagi dengan emoticon ketawa.