SOULMATE

SOULMATE
Ingin ikut


__ADS_3

haaaiiii


maaf sudah lama tidak up kemarin kemarin masih sibuk dengan si kecil...


happy reading gaeessss...


********


selesai belajar memanah Ana dan William kembali ke kamar untuk membersihkan diri....


Ana meminta untuk dayang dayangnya pergi.... dia ingin mengurus suaminya sendiri.


Ana ingin menjadi istri yang baik bagi William. awalnya mereka menolak karena itu sudah menjadi tugas mereka... tapi Ana bersikeras dan di ijinkan oleh William.


" Will, sudah aku siapkan airnya... kamu mandi dulu. " kata Ana sambil menyiapkan baju William.


William segera meraih tangan Ana... Ana berbalik dan menatap William heran.


" ada apa?"


" temani aku mandi." jawab William tegas tak menerima penolakan.


wajah Ana bersemu merah... mengerti posisinya, dia segera mengikuti William ke kamar mandi... Ana membantu melepas pakaian suaminya. Ana memalingkan wajahnya...


William tersenyum melihat wajah Ana yang malu. William meraih dagu Ana dan menatapnya...


" kenapa?"


" aku belum pernah mandi dengan seorang pria... tentu saja aku malu.."


William tertawa kecil.... setelah pakaiannya terlepas dia membantu Ana melepas pakaiannya. Ana menahan tangan William.


" aku akan membantumu."


Ana menurunkan tangannya dan membiarkan William dengan kegiatannya... Ana menutupi tubuh bagian atas dan bawahnya dengan tangan.


" aku sudah melihat semuanya... aku juga sudah menikmatinya.." bisik William di telinga Ana. William mengecup pundak Ana yang terbuka. Ana bergidik geli. kemudian William meraih tangan Ana. membimbingnya menuju bak berukuran cukup besar berisi air hangat...


Ana membantu menggosok tubuh William begitu pula sebaliknya...


William menggosok tubuh Ana depan dan belakang... tangannya sengaja berlama lama di tubuh bagian depan istrinya.


William sudah tidak bisa menahan diri lagi...


dia mencium lembut bibir merah Ana... Ana terkejut hanya bisa diam tanpa membalas ciuman panas William.


William menarik wajahnya menatap Ana. Ana melihat mata William yang sudah terbakar gairah.


William meraih tubuh Ana dan mendudukannya di pangkuan William.

__ADS_1


Ana merasakan tubuh bawah William yang sudah mengeras.


Ana meraih benda itu dan memainkannya membuat sensasi berbeda yang dirasakan William. William memejamkan mata menikmati permainan tangan Ana.


tidak tahan lagi William meraih tengkuk Ana dan menciumnya dengan sedikit kasar. Ana yang sudah diliputi gairah yang sama, mulai membalas ciuman William.. tangan Ana melingkar menekan wajah William memperdalam ciumannya. sedangkan tangan satunya masih setia bermain dengan senjata William yang menegang.


napas keduanya semakin memburu...


tidak tahan lagi William mengangkat tubuh Ana. sambil terus berciuman.


Ana terkejut segera melingkarkan kedua kaki nya ke pinggang William.


William membawa Ana menuju tempat tidur...


meneruskan kegiatan panas mereka...


William bermain sangat lembut membuat Ana bahagia dan merasa sangat di cintai.


keringat menjadi saksi bisu pergulatan panas keduanya... setelah beberapa saat William mengerang nikmat dan menjatuhkan tubuhnya di samping Ana.


Ana terkulai lemas dengan napas memburu menikmati pelepasannya yang ntah berapa kali...


William memeluk dan mengecup kening Ana....


" terima kasih sayang .. "


Ana membalas dengan senyuman.


*****


malam hari semua berkumpul di aula istanam tak terkecuali Ana yang duduk disamping William.... hari ini Ana terlihat sangat cantik dengan baju berwarna kuning muda. membuat kulitnya semakin bersinar.


" Will, raja Henry mengalami masalah. dia ingin kamu membatunya."


William terdiam. " ada masalah apa ayahanda?". lanjut William


" biasa... perebutan kekuasaan... dia ingin membantunya."


" tapi bukankah raja Henry punya ksatria yang tangguh... bahkan aku sudah bertemu dengan mereka. sepertinya tidak ada masalah. sekalipun ada penyerangan aku yakin mereka pasti bisa bertahan." timpal William


" kamu tahu Henry masih sangat muda... dia seusiamu. dia juga cinta kedamaian. mungkin dengan kedatanganmu dan dukunganmu peperangan tidak sampai terjadi."


" aku akan menemanimu kesana pangeran." Harry berkata.


" aku juga akan ikut" Ron ikut ikutan.


" aku juga ikut". kata Ana membuat semua menoleh kepadanya.


" sayang kamu tidak boleh ikut bahaya."

__ADS_1


" aku bisa jaga diri. aku akan giat berlatih. aku bosan jika di sini terus."


raja Charles mengusap lembut rambut Ana...


Ana hanya tersenyum.


" bolehkan aku ikut ayah?"


" kamu tanggung jawab suamimu... kalau dia mengijinkan tentu saja kamu boleh ikut."


William hanya menatap Ana tanpa ekspresi. wajah dinginnya kumat. Ana bergidik ngeri...


" sudah kalian istirahat sudah malam. besok persiapkan semuanya. lusa kalian bisa berangkat." kata raja Charles kemudian bangkit undur diri.


semua yang mengikuti rapat juga satu persaty mulai meninggalkan tempat. hanya tersisa William,Ana,Ron dan Harry.


" apa maksudmu ikut?".


" apa salah jika aku ikut suamiku....?"


" disana kita tidak sedang liburan. aku tidak tahu apa yang akan terjadi. keadaan bisa saja menjadi sangat berbahaya. aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu."


Ana memegang tangan William lembut.


" aku tidak nyaman ada disini sendirian. apa lagi Ron dan Harry ikut. aku tidak punya teman. semua memperlakukanku seperti aku punya penyakit serius. tidak boleh ini itu... aku bosan." keluh Ana.


" sudah biarkan dia ikut. kita akan bantu menjaganya. " kata Ron.


William menghembuskan napasnya pasrah.


" baiklah. tapi kamu harus janji. akan menuruti semua perintahku dan menjaga diri... aku tidak mau kamu sempai terluka sedikitpun."


" siap bos" Ana memberi hormat pada William


membuat yang lain tertawa. obrolan berlanjut hingga malam. William, Ron dan Harry masih membahas rencana mereka.


dirasa mengantuk dan bosan Ana tertidur di kursi beralaskan kaki William.


William mengusap lembut rambut Ana membuat Ana semakin larut dalam tidurnya.


" Ana gadis yang baik... aku rasa kamu sudah mulai membuka hatimu untuknya" kata Harry menatap wajah sendu milik Ana.


" iya... aku rasa aku sudah mulai mencintainya."


" jaga dia Will."


" pasti."


semua mulai mengantuk. Ron dan Harry kembali ke kamar masing masing. William menggendong Ana untuk ditidurkan di kamar mereka.

__ADS_1


*******


terimakasih atas dukungannya. jangan lupa like dan komentarnya ya...


__ADS_2