SOULMATE

SOULMATE
Ruang rapat


__ADS_3

"hm" jawabku singkat.


Kemudian dia menghampiriku dan mencium keningku.


"Kenapa bangun?" tanyanya..


"Aa gak ada di samping Ine" jawabku pelan.


Kemudian dia tiduran di sampingku lagi.


"Istirahat ya.. Ine harus banyak istirahat. Besok, Ine harus banyak melalui pemeriksaan lagi. Aa gak mau kecolongan." ucapnya sambil mengelus rambutku.


"Ine kan sudah sehat, A. Ngapain lagi. Ine aja mau pulang ke rumah. Oh ya, Igun udah tau kalau Ine di sini? Gimana kerjaan Ine?" tanyaku.


"Udah, istirahat dulu aja, sayang." Dia mengelus punggungku.. dan aku pun terlelap di pelukannya.


Keesokan hari, Aa sudah siap dengan atributnya. Tugasnya menjadi salah satu penjaga kesehatan alias dokter, harus dipenuhi. Sudah beberapa hari, dia harus mendampingiku.


"Sus.. saya titip istri saya, nanti mertua saya akan datang. Saya mau ada rapat pagi ini. Jangan biarkan dia turun dari tempat tidurnya ya. Saya minta tolong." ucapnya kepada suster Vita yang bertugas pagi itu.

__ADS_1


"Baik, dok.." ucap suster senior itu.


Aku terbangun dari tidurku.


Ku lihat ruangan itu sangat sepi, kemana Aa?


"Selamat pagi bu Ine. Saya suster Vita, dokter Yopi sedang rapat pagi ini. Sebelum ada yang datang untuk menjaga ibu, saya diminta dokter untuk menjaga bu Ine. Jangan segan ya bu, kalau membutuhkan apa-apa." ucap suster vita menjelaskan.


"Baik, sus.. terima kasih, tapi saya mau ke kamar mandi" ucapku karena kandung kemihku terasa penuh.


Suster Vita membantuku untuk ke kamar mandi, bahkan dia tidak meninggalkanku ketika di dalam kamar mandi.


Tubuhku memang terasa lemah. Seandainya tidak ada suster Vita, tentu aku akan terjatuh.


Sebelum aku naik ke atas tempat tidur, suster Vita, merapikan tempat tidur itu, dan ketika selesai, aku di tuntun ke atas tempat tidur. Memang terlihat manja saat itu, tapi memang yang aku rasakan, badanku terasa sangat enteng. Sehingga terkadang aku hampir jatuh.


"Bu Ineke, sarapan dulu ya" ucapnya, kemudian mengambil sarapan jatah kamar rumah sakit itu.


#Di ruang rapat

__ADS_1


"Bagaimana dokter Yopi, mengenai pasien yang sekaligus istri dokter Yopi. Apakah kondisinya sangat parah?" tanya dokter Febri, ketua dokter di rumah sakit.


"Bagaimana kandingan bu Ineke, dokter Yusuf. Apakah tidak membahayakan bila harus dipertahankan?" tanya dokter Febri kepada dokter Yusuf.


"Kondisi bu Ineke, sampai sekarang belum menunjukkan tanda kembali sehat. Hb nya makin rendah. Hari ini saya akan melakukan serangkaian tes untuk membuktikan alibi saya yang salah." ucap dokter Yopi, sambil tertunduk meneteskan air mata.


"Apa tidak sebaiknya kita mengganti dokter untuk mendampingi bu Ineke, karena saya melihat kekuatan emosional yang tinggi bila dokter Yopi yang memegang penuh atas kesehatan bu Ineke" ucap dokter Febri dengan lantang.


"Sabar dok. Minta yang terbaik saja" dokter Andra mencoba menenangkan dokter Yopi.


"Bagaimana kondisi kehamilan bu Ineke, dokter Yusuf" tanya dokter Febri lagi.


"Karena kejadian kemarin, saya mengkhawatirkan kondisi calon bayi yang di kandungnya. Obat-obatan yang harus dikonsumsi bu Ineke juga keras. Kecuali, bu Ineke mendapat mukjizat, dan perkiraan penyakit Leukimia itu, salah." jelas dokter Yusuf.


"Baiklah, berarti kita akan melakukan serangkaian tes hari ini. Sebagai dokter pengganti dokter Yopi, saya yang akan menghandle. Mau tidak mau, dokter Yopi harus melepas tanggung jawab ini" jelas dokter Febri kembali.


Aa tertegun lemas.


#Apa yang akan terjadi pada Ineke dan anaknya? Ayo, berikan komentar dan saran yang akan menjadikan cerita ini makin menarik.

__ADS_1


__ADS_2