
Ada pesan masuk dari Kevin.
"Assalamu'alaikum. "
"Wa'alaikumsalam."
"Hadir ternyata. "
"Iya."
"Makan dulu, biar ga masuk angin."
Aduh gak perlu disuruh juga kalo laper ya makan. Udah gede. he.. he..
"Udah tadi sekarang lagi lanjut menulis novel."
"Episode 105 ya? "
"Iya, itu tau? "
"Baru liat, tapi belum baca. Ternyata Haters ada dimana-mana ya. "
"Iya, ga apa-apa udah biasa, kalo ada yang suka pasti ada yang gak suka. Itu hanya pandangan mereka aja terhadap aku. Komentar nya pedes lagi, lumayan. "
"Heran aja sama orang kaya gitu. Kebisaannya apa? Kelebihan nya apa? Karyanya apa? Bisa nggak buat karya seperti itu."
"Kan kelebihan nya bisa berkomentar negatif, bikin orang emosi jiwa." aku tertawa.
"Serem ya, The coment. "
"Namanya juga manusia, tidak sempurna ada yang sifat nya baik, ada yang sifatnya buruk. "
"Lanjutkan menulis nya, Kevin mendukung sambil makan. "
"Iya. "
Aku Kembali melanjutkan menulis novelku.
"Mamah pinjem handphone. "
Jarel menghampiri ku.
"Mau apa? "
"WA ayah. "
"Ya udah nih, mamah juga udah beres menulis nya. "
Jarel langsung merekam Voice note nya.
"Ayah."
Jarel mengirimkan foto selfie nya kepada Ditto.
"Jarel lagi apa? " Ditto membalas.
"Lagi di toko. "
"Jarel sepatu nya suka nggak?"
"Suka. "
"Alhamdulilah kalo suka. "
"Jarel udah makan belum? "
__ADS_1
"Udah sama sayur. "
"Ya udah ayah makan dulu ya, dadah. "
"Iya dadah. "
Mamah nih udah, ayahnya mau makan. Jarel mengembalikan handphone ku. Seneng dia bisa berkomunikasi dengan ayahnya walaupun hanya selewat-selewat.
Keesokan harinya Kevin mengirimkan ku pesan lagi dan lagi. Sampai kapan ya dia mengirimkan pesan kita lihat saja.
"Assalamu'alaikum. "
"Waalaikumsalam. "
"Nulis lanjutan novel lagi? "
"Iya. "
"Udah tamat? "
"Belum. "
"Nikah nya aja belum, kalo Zara udah nikah baru bisa tamat."
"Banyak yang suka ya ternyata."
"Alhamdulilah. "
"Ada laki-laki yang deket ga sekarang? "
"Tidak ada yang spesial. Entahlah, lagian aku nya juga ga mau dekat dengan siapapun. "
"Spesial kaya martabak. "
"Iya."
"Ga tau, trauma mungkin atau hatinya masih nyangkut pada orang yang salah. "
"Ya makanya wanita itu jangan mencintai, biar Kevin aja yang mencintai."
"Karena baru merasakan hal yang seperti itu mungkin, itupun tanpa sengaja. Soalnya dulu ketika aku menikah dengan mantan suami, Ditto yang mencintai sedangkan akunya tidak."
"Wanita jangan terlalu mencintai, biar merasakan saja dari hati. "
"Kalo bisa seperti itu, Zara juga mau. Jujur ya dulu Zara menikah dengan Ditto karena melihat materi, Ditto juga tau itu, Ujung nya perceraian. Setelah itu Zara merasakan mencintai A Rangga dengan tulus, ujung nya ga jadi juga. Jadi untuk sekarang Zara udah males untuk memikirkan masalah Laki-laki. Biarkan saja semuanya ada pada tangan tuhan."
"Rangga tuh yang awalnya benerin printer? "
"Iya. "
"Bukan anak SMA lagi, Cinta cintaan. Sudah dewasa, saling menghargai, saling menghormati, berniat tujuannya hanya ibadah kepada sang pencipta. "
"Bukan seperti Cinta anak SMA juga. Zara hanya ingin memiliki keluarga yang bahagia, dengan penuh rasa Cinta kasih, satu visi misi dalam meraih masa depan bersama. Terutama mempunyai Imam yang dapat menuntun zara menjadi lebih baik."
"Saling menghormati satu sama lain. "
"Menyayangi juga pastinya. Karena seperti yang a Rangga bilang pernikahan itu bukan hanya menyatukan hati, tapi juga menyatukan jiwa, ego, pribadi, pemikiran, yang berbeda demi tujuan bersama
Didasari dengan Cinta yang tulus antara satu sama lain."
Jika sekarang aku bertemu orang baru, terus harus beradaptasi lagi dari awal, aduh aku merasa males juga. Mendingan hidup sendiri deh, fokus membahagiakan anakku. Ada Allah yang selalu menuntun ku dan menjaga ku, ada Allah yang selalu memberi ku rezeki untuk kehidupan aku, keluarga dan juga anakku.
"Cinta bukan di ucapkan tapi dirasakan. " Kevin bilang seperti itu.
"Iya itu Kevin tau, sedangkan rasa Cinta ku hanya untuk Rangga, gimana cara menghilangkannya, apa Kevin tau? Kalo tau, kasih tau aku ya. "Aku tertawa.
__ADS_1
"Harus dicintai, bukan mencintai. Karena ketika lepas sakitnya terasa. Biarkan hati mu bahagia dengan cara dicintai. "
"Kalo udah lepas, tapi ga sakit gimana? Masih tetep Cinta. Aneh ga? Malah ketika melihat A Rangga dari kejauhan aja udah cukup bikin Zara seneng. Itu artinya apa? "
"Kalo lepas ya tetep sakit, laki-laki pun sama tapi tidak begitu kuat seperti wanita yang memperlihatkan emosinya. "
"Udah melewati sakit nya, udah melewati kecewanya, udah nangis juga. Tapi pas lihat lagi A Rangga, masih ada perasaan di hati. Itu apa? "
"Masih ingin jatuh ke lubang yang sama? ingin bangkit, menjalani hidup yang mungkin perjalanan nya masih panjang, Jangan bertemu."
"Nggak, udah bangkit menjalani hari seperti biasa. Jarang Ketemu juga. Tapi masih selalu ada di hati dan pikiran. "
"Ya sudah yang sekarang, sekarang jalani. Yang dulu simpan sebagai kenangan jangan di ingat-ingat. "
"Ga diingat-ingat tapi selalu teringat. Lucu ya. " Aku ketawa. "
"Perpisahan adalah awal perjalanan melewati hari-hari yang penuh bahagia. "
Ya Allah aku inget kata-kata a Rangga,
Teman bahagia mau?
Inget hari bahagia menanti di depan.
Kita sama-sama saling menjaga hati, jaga diri, jaga kehormatan, memperbaiki diri, memantaskan diri insya allah kalo jodoh nanti kita bertemu di depan penghulu ya cantik.
A Rangga kamu kemana? apa kabar? apa sekarang kamu telah hidup bahagia bersama Mawar? tolong beritahu aku, agar aku bisa melupakan mu a Rangga.
"Harus ada yang bikin kamu senang Zara, bahagia dan ceria. Jangan pernah merasakan sedih lagi, kecewa lagi, sakit lagi. "
"Amin.. seperti nya begitu itulah yang selalu aku harapkan dan menjadi do'a di setiap sujudku. "
"Ya Allah apabila A Rangga memang bukan untukku, bukan jodohku, bukan takdirku. Aku mohon ya Allah hadirkan lah seseorang yang pantas dan mampu untuk menjadi pendamping hidupku, imamku dan ayah terbaik untuk Jarel anakku."
"Ya sudah lupakan saja Rangga, karena Rangga juga ga menganggap kamu istimewa. "
"Andai saja bisa ya, masa sih 6 tahun bisa aku lupakan begitu saja, sedangkan yang 3 bulan sulit sekali untuk aku melupakannya. "
"Rangga nya aja cuek seperti tidak terjadi apa-apa. Iya kan?"
"Mungkin. Lucu sekali ya kisah Zara."
"Kamu orang nya keras kepala. "
"Iya."
Memang karakter aku seperti itu kalo belum sampai pada titik darah penghabisan aku tidak akan pernah berhenti berjuang. Setelah tidak mendapatkan hasil yang aku inginkan pun aku tidak akan kecewa karena aku pernah berjuang untuk mendapatkannya.
Aku pernah menahan seseorang untuk tidak pergi,
Aku pernah mengemis merendahkan diri karena takut kehilangan, Aku pernah memohon untuk tetap bersama, Aku pernah melakukan yang terbaik sampai tidak peduli dengan diri sendiri, Aku pernah menangis terisak meminta kepada sang pencipta. Sampai akhirnya aku sadar sekuat apapun menggenggam kalau tidak ditakdirkan bersama dia akan pergi.
Seperti sebuah ungkapan dari drama korea Eve.
Aku menunggu titik didih.
Suhu saat air tiba-tiba mendidih?
Air tidak tiba-tiba mendidih 10 derajat, lalu 20 derajat, kemudian 70 derajat. Air melewati semua nilai itu dan akhirnya mendidih. Saat akhirnya mencapai batasnya, lalu air menguap berubah menjadi sesuatu yang sangat berbeda.
Mereka melakukan hal yang seharusnya tidak melewati titik didih.
Selama perjalanan hidupku. Aku mengijinkan orang-orang untuk memandang rendah diriku, tidak menghargai aku, menyakiti aku, membully, menjatuhkan, mengecewakan. Tapi aku yakin tuhan tidak pernah tidur aku yakin suatu saat tuhan akan memutar balik keadaan. Mungkin memang cara tuhan untuk menjadikan aku seorang yang luar biasa istimewa dengan cara yang seperti itu. Aku sangat bersyukur dan beterimakasih kepada tuhan.
Bekas luka tidak akan pernah hilang, tapi hati yang terluka mungkin bisa sembuh.
__ADS_1
Menulis adalah cara terbaik untuk mencurahkan segala rasa yang terpendam dan menjadi media pengobat rasa depresi.