
"mandi, yok. Udah siang. Masih mau main ke pantai gak?" tanyanya.
Aku menggeleng.
"Ine udah puas cerita sama laut. Terima kasih sayang" ucapku.
Aa tersenyum, dan menggendongku ke kamar mandi, kami yang sama-sama tidak mengenakan pakaian, Aa berniat main air bersama. Dan di sana, dia melakukannya lagi, tapi, kenikmatan itu berulang lagi.
"Ini benar-benar liburan yang menyenangkan." ucapnya ketika kami jalan pulang.
Aa sangat antusias sekali mengadakan acara doa bersama ini. Aku hanya menggeleng dengan keinginannya untuk acara ini. Bukan Jakarta kalau tidak macet. Tapi aku menghiburnya di saat dia sudah mulai bosan.
"Assalamu'alaikum," ucap kami ketika sampai di rumah papi.
Di sana, ternyata, seluruh keluarga sedang kumpul. Senang rasanya bisa kembali kumpul dengan keluarga Aa yang memang menyayangiku. Keluarga yang menerimaku disaat aku terpuruk.
"Papi sudah pesan cathering, dan tenda. Gue udah pesen EO buat acara kalian" ucap mbak Ike.
"Terus, gue apa dong" tanya Aa.
"Udah, semua udah kita bagi tugas. Gak repot kok. Papi tuh, senang sekali dengan calon cucu bungsunya." tunjuk bang Hengki.
Anak-anak berkumpul di ruang keluarga sambil bermain. Ramai sekali. Anak Mbak Ike, 2. Anak bang Hengki, 2. Dan anak mbak Linda, 3. Tapi mereka saling akur.
"Andrea, beliin es krim dong. Enak kali ya panas gini" ucapku kepada Andrea.
"Asiikkkk... " ucap yang lain.
__ADS_1
"Buru kak.. nanti dedek bayi nangis kalau tidak segera" ucap Aa kepada Andrea.
Aa mengeluarkan uang di dompetnya, dan para krucil langsung berhamburan pergi ke warung dekat rumah.
"Mbak bikin manisan loh dek, bentar mbak ambilkan" mbak linda menuju dapur dan mengambil manisan mangga muda.
Aku menahan air liurku, tapi, Aa menyantapnya dengan lahap.
Semua yang ada di rumah itu tertawa melihat Aa.
"Yang ngidam, elu apa bini lu, deeek?" tanya bang hengki disambut dengan tawa.
"Mbak Linda, tau aja, kalau yopi pengen ini"
"A.. nanti sakit perut" ucapku pelan.
Papi mengeluarkan air matanya.
Aku mendekati papi. Ku pegang tangannya.
"Papi kenapa?"
"Papi bahagia, masih bisa melihat anak papi kumpul, terlebih Ine. Bisa kumpul di sini. Seandainya, mami masih ada, pasti lebih bahagia melihat keadaan ini"
Aku menghapus air mata papi.
"Kamis sudah minap di sini, kan nak?" tanya papi.
__ADS_1
"Ya, pi. Kami minap sini."
"Ajak Alka ya" dia kan juga cucu papi.
Aku terharu mendengar kalimat dari lelaki tua yang ada di sebelahku. Dan aku pun mengangguk.
"Tanteeeee , ini es krim nyaaaa" teriak mereka dari halaman depan.
Mereka rebutan hendak memberikan es krimnya untukku.
Aku tertawa melihat kelakuan mereka. Akhirnya aku memutuskan untuk ke halaman depan dan mengadakan pesta es krim bersama para bocah.
Hari sudah sore. Kami berpamitan, karena hendak menjemput Alka di rumah ibu dan ayah. Pak Min dan bu Min, sudah pulang dari pagi, karena hendak membereskan rumah. Aa tidak mau ada debu, karena Alka alergi debu.
"Kita mampir ke toko mainan dulu ya sayang, Aa mau belikan Alka mainan" ucapnya. Aku tersenyum.
Dia kembali dengan kotak di tangannya.
" Apa itu?" tanyaku
"Ada deh." kemudian Aa melajukan mobilnya dan berhenti di depan rumah ayah dan ibu.
Aa membukakan pintu mobil untukku, dan menggandeng tanganku.
"Mamaaaa... papaaaa" teriak Alka yang melihat kami dan memeluk kami.
"Anak papa rindu gak sama papa?" tanya Aa kepada Alka yang digendongnya.
__ADS_1
Alka mengangguk dan memeluk leher Aa.