SOULMATE

SOULMATE
Kalung indah di sore yang cerah


__ADS_3

Keusilannya yang luar biasa, kumat sore itu.


Tempat tidur yang sudah rapi, ditiduri olehnya yang hanya memakai dalaman saja.


"Yopi Adrianuuuuuuusssssss" teriakku.


"Ya istriku.. " kemudian dia telungkup dengan kedua tangannya memegang dagunya.


"Mandi sana!" perintahku


"Galaknya ya Allah... Dedek.. jangan galak-galak kayak mama ya" ucapnya sambil memperhatikan perutku. Kemudian dia tertawa. Aih.. kenapa lesung pipinya dalam seperti itu.


"Mandi gak ya, kalo gak, ine teriak nih !"


Akhirnya dia berlari ke kamar mandi.


Dia mengeluarkan kepalanya


"mama cantik, tapi galak" kemudian dia masuk lagi ke dalam kamar mandi.


Aku menyiapkan bajunya, dan menyingkirkan baju yang habis dipakainya. Kemudian aku menyiapkan baju untuk aku pakai sore ini.


Baju, celana, dan daleman sudah aku tumpuk di atas tempat tidur.


Ketika dia keluar, aku masuk ke dalam kamar mandi.


"Yaaaaa... tau mau mandi kan bisa bareng" ucapnya memelas.


Aku yang sedang memanjakan tubuhku, tertawa, seperti ada yang menggelitik, tapi aku takut terdengar olehnya. 10 menit aku berada di kamar mandi, saat keluar, dia dengan muka manyun duduk di atas tempat tidur dengan muka melas. Aku yang sedari tadi menahan tawa, akhirnya tertawa lepas.

__ADS_1


"Puasnya... tapi Aa senang, lihat Ine tertawa seperti itu"


Kalimat itu bikin aku tertawa kembali.


Ketika aku berkaca dan menyisir rambutku, tiba-tiba Aa memakaikan kalung ke leherku.


"wah.. apa ini?" tanyaku tertegun.


"Suka? Bagus gak?" tanyanya balik.


"Suka.. cantik... terima kasih sayang" ucapku yang memandangnya lewat kaca.


Dia mengecup keningku, dan memelukku dri belakang.


"Harus sehat ya sayang, Kalau gak sehat, kasih ke Aa aja."


"Idih, apaan kali, kalo Aa sakit, siapa yang cari uang, siapa yang nafkahin kami." ucapku memegang tangannya.


"Tapi Ine laper.. makan yok.. Bu Min masak apa ya?"


"Loh.. Ine belum makan?" tanyanya sambil menepuk keningnya sendiri.


Aku hanya tersenyim lebar, dan segera turun.


"Ine mau makan, tapi di suap Aa" ucapku ketika kami sudah di depan meja makan.


"Alka, mana bu?"


"Main sepeda di halaman, nak, ditemani bapak. Sudah mandi juga dia" ucap bu Min

__ADS_1


Aa mengambilkan aku makan,


"Lah, Ine mana, bu? Tadi katanya mau makan"


"Itu dok, menyusul Alka di halaman depan."


Dan Aa pun menyusul kami di halaman depan.


"Makan ya, "


kemudian dia menyuapiku dengan penuh kasih sayang.


"iih.. mama, masa makannya disuap papa" cela Alka sambil main sepedanya.


"Abang, mau papa suap gak?" tanyanya pada Alka.


Alka mendekat dan meminta disuap juga.


Bu Min yang memperhatikan kami, dari jendela ruang tamu hanya tersenyum bahagia. Ia keluar sambil membawa botol minum dan gelas.


"Mau ditambah lagi gak, dok. Biar saya ambilkan," ucapnya menawarkan bantuan.


"Boleh deh, soalnya nyuapin 3 orang"


"Kok tiga, pa, kan cuma abang dan mama saha" ucap Alka dengan polosnya.


"Kan ada dedek bayi di perut mama, bang" jawabnya sambil menunjuk ke perutku.


Bu Min membawa tambahan porsi untuk kami.

__ADS_1


"Papa juga makan dong" ucapku mengambil sendok, dan menyuapinya kembali.


Kami tidak tinggal di rumah mewah dengan halaman yang luas, tapi kami tinggal di rumah yang sederhana dengan isi cinta yang luas. Rumah berisi kebahagiaan.


__ADS_2