SOULMATE

SOULMATE
Tak sadarkan diri


__ADS_3

Siang itu, mereka semua berpamitan.


"Banyak istirahat ya. Cepat pulih lagi." pesan mbak Ike.


"Terima kasih mbak. Makasih ya mbak, kemarin sudah ngurusin Alka" ucapku.


"Anakmu, adalah anak kami juga. Gak usah mikir yang aneh-aneh ya dek. Semangat sehat." ucap mbak Ike lagi.


Kemudian satu persatu keluar ruangan itu.


"Ayah dan ibu juga pamit ya nak. Alka biar tinggal sama ayah dan ibu saja. Ine sehatkan dulu badannya." ucap ayah.


"Alka mau pulang sama eyang?" tanyaku pelan.


"Ya ma.. Alka mau pulang, Alka mau sholat, Alka mau doain mama lekas sembuh" Alka memelukku dan menciumku.


Kenapa suasana hati jadi sedih. Sejuta tanya di benakku.


"Jangan banyak fikiran, ya nak.. Yopi akan menjaga Ine." ucap ibu lirih.


"Yopi, ibu titip anak semata wayang ibu,ya nak. Jaga dia. Sayangi dia" kemudian ibu memeluk Aa dan menangis.


"Sudah, bu.. Nanti Ine sedih." ayah mereda tangis ibu.


"Pasti, bu. Yopi akan menjaga Ine." ucap Aa sambil menyeka air matanya.

__ADS_1


Setelah semua pulang, Aa langsung masuk kamar mandi.


Aa keluar kamar mandi sambil menyeka air yang masih tersisa di mukanya.


"Sayang.. siapa dokter buat Ine?" tanyaku.


"Ada 2, sayang.. pertama, dokter spesialis penyakit dalam, kedua, dokter kandungan. Karena Ine sedang mengandung" kemudian dia duduk di tepi tempat tidur sambil memegang tanganku.


"Aa gak praktik?" tanyaku lagi.


"Ada dokter pengganti sementara." jawabnya


"Pergilah A.. Ine akan baik-baik saja" ucapku tersenyum padanya.


"Lagian kan, semua perawat tahu, kalau Ine ini istrinya dokter angkuh" aku pun tertawa kecil.


"A.. apa yang terjadi kemarin? Jawab dengan jujur ya, bohong, dosa" ucapku manja.


"Tapi, Ine sambil Aa suap makan ya" bujuknya. Karena dari pagi, aku tidak nafsu makan. Bau obat-obatan apalah itu, membuat perutku tidak nyaman.


Aku mengangguk setuju, Aa mengambilkan makan yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit.


Aa bercerita, saat membeli ayam geprek, Aa memperhatikan gerak gerikku.


"Entah kenapa, saat itu, Aa melihat raut muka Ine yang berbeda. Muka Ine sangat pucat. Setelah selesai, Aa melihat pintu mobil terbuka, Aa berlari, dan mendapatkan Ine dalam keadaan pingsan. Tak sadarkan diri, di samping mobil. Aa bingung, akhirnya Aa bawa aja Ine ke rumah sakit ini, walau jaraknya tidak dekat, paling tidak, Aa tau, ini adalah rumah sakit terbaik." jelasnya.

__ADS_1


"Trus, Aa ngebut bawa mobilnya?" tanyaku


Aa hanya nyengir, melebarkan senyumnya.


hm.. aku dah tau kalau dia dah begitu.


"Trus A.." ucapku lagi


"trus mulu, makan dulu, baru cerita" ucapnya kesal. karena aku menolak disuap makan lagi.


"Gak enak rasanya." sambil aku menutup mulutku.


"3 hari Ine tidak makan. sekarang gak mau makan lagi? Lihat aja, badan Ine kurus sekali. Atau Ine mau makan apa? Kita pesan aja ya" bujuknya.


"Mau makan es krim" ucapku sembarang.


"mau spageti" lanjutku.


"Kue soes, tapi yang enak" ucapku manja


"Ya sudah, kita pesan ya. Yang penting Ine makan. Tapi kan butuh proses, makan yang ini dulu aja ya"


"Gak mau.. ine mau makan pesenan Ine ajaaa" sambil memeluk tangannya.


Aa tidak banyak protes lagi, dan segera mengambil ponselnya dan memesan apa yang aku inginkan.

__ADS_1


Aa melanjutkan ceritanya. Aku membaringkan tubuhku di lengannya.


"Kondisi Ine saat dibawa ke rumah sakit ini sangat buruk, Tekanan darah ine sangat rendah. Ine tidak bangun-bangun juga, akhirnya, Aa melakukan pemeriksaan detail, dan... "


__ADS_2