
Dokter Yopi tersenyum lebar saat Ineke tersadar dari tidurnya. Ia mengecup kening istri tercintanya itu. Saat Alka mendekati mamanya, awalnya Ineke tidak mau menerima kalau Alka adalah anak dari pernikahan yang tidak ia inginkan. Tetapi, dokter Yopi memintanya untuk mendekap Alka. Alka merasa ada yang aneh ketika mamanya memeluknya.
"Ma.. ini Alka. Alka sayang mama" ucap polos anak lelakinya itu.
Kemudian bayi mungil perempuan itu di peluknya. "Maafkan mama, nak. Jadi, siapa nama bayi kita, A?"
"Dia belum kita kasih nama, sudah hampir 1 bulan, sayang."
"Alika Adrianus" spontan nama itu terucap dari bibir Ineke.
dokter Yopi menyetujuinya.
Alka yang sejak tadi hanya diam duduk sendiri, tidak ingin melihat mamanya kecewa. Anak kecil itu terlihat sedih. Dia seperti tidak mengenali mamanya yang dulu menyayanginya. Alka merasa tidak disayang oleh mamanya. Tapi, dia hanya bisa diam dan memandang mainannya.
"Pa.. Abang mau pulang ke rumah eyang" rengeknya kepada dokter Yopi.
Sementara, Ineke asik memeluk bayi perempuan mungilnya itu, dia tidak memperdulikan keberadaan Alka. Ingatannya belum sepenuhnya kembali. Yang dia tau, Alka adalah anak dari pernikahannya yang terdahulu.
__ADS_1
dokter Yopi mendekati putra sulungnya, walaupun bukan dari benihnya, tetapi ia menyayangi Alka sepenuh hati.
"Abang kenapa, nak?"
"Abang gapapa, pa. Abang mau pulang." ia memeluk papa dokternya. seakan dia kecewa dengan mamanya.
"Abang, laper gak? Papa laper loh. Abang mau makan apa, nak?" dokter Yopi mencoba menenangkan Alka yang sedang sedih, sambil memeluknya. Alka duduk dipangkuan papa dokternya.
Ineke melihat keadaan itu. Dia bingung. Alka bukan anaknya, tetapi melihat mereka seperti ada perasaan yang dalam diantara mereka. Seperti apa dulu? Ineke masih belum tau.
"A.. boleh Ine minta untuk Alika tetap di sini?" tanyanya.
Menjelang Maghrib, mbak Linda dan mas Koko datang menjemput Alika.
"Kami bawa pulang, baby nya ya dek. Kasian kalau baby harus ada di rumah sakit. Lagian Ine harus banyak istirahat, biar lekas sembuh dan sehat lagi." ucap mbak Linda.
"come on baby, let's we go home" ucap mas Koko.
__ADS_1
"Namanya Alika, mbak. Alika Adrianus" dokter Yopi menerangkan dengan bangga, baby sekarang punya nama.
"Bisa selametan dong" ucap mas Koko.
Mereka tersenyum bahagia.
Ineke memeluk dan mencium bayi kecilnya.
"Mama janji cepat sembuh, nak. Agar kita bisa bersama lagi. Alika yang pinter sama mama Linda ya nak" kemudian, Ine memberikan bayi itu ke tangan mbak Linda.
Tinggallah Ine dan Alka, di ruang itu. Karena dokter Yopi, mengantarkan ke pintu lift.
Tapi, Ine seolah belum mau melihat Alka. Alka tetap sedih. Hanya air mata yang mengalir ke pipinya yang menerangkan jika dia sangat menderita. Ineke membalikkan tubuhnya. Dia merasa lelah. Alka mencoba menyelimuti mamanya. Tapi tetap di acuhkan oleh Ine.
Pintu kamar terbuka. Alka kecil berhambur lari memeluk dokter Yopi sambil menangis.
"mama gak sayang Alka lagi, pa"
__ADS_1
dokter Yopi memeluk dan menggendong anak laki-laki itu keluar kamar. "Maafkan mama, nak. Mama masih sakit. Nanti pasti mama akan kembali. Alka kan anak mama. Mama gak mungkin gak sayang sama Alka. Jangan menangis lagi ya nak. Doakan mama cepat pulih, dan kita bisa kembali ke rumah kita"
Alka tersenyum saat melihat pak Min dan Bu Min datang menghampiri mereka.