SOULMATE

SOULMATE
69


__ADS_3

Kondisi ibu semakin menurun. Ga bisa makan dan minum, jangan kan makan minum air putih aja keluar lagi.


Aku lihat kondisi toko juga sangat memprihatinkan, apalagi rokok, tinggal tersisa 3 bungkus rokok kretek, Ya Allah rasanya hati ini ingin sekali menjerit. Apa yang harus aku lakukan. Uang untuk setor mobil belum terkumpul juga.


Aku mengirim pesan whats app ke atasan aku dulu di personalia tempat aku bekerja dulu, mudah-mudahan ada lowongan.


"Assalamu'alaikum pa Firman di office ada lowongan ga sekarang?"


Belum balas. Aku kirim pesan di messenger ke atasan aku yang lain.


"Assalamu'alaikum, Pa eko ada lowongan ga di office sekarang? "


Pa Eko langsung membalas pesannya.


"Loker buat siapa Zara? "


"Buat Zara pa. "


"Saat ini belum ada Loker buat staff, ntar kalo udah ada dikasih info ke Zara. "


"Oh iya makasih pa. "


"Sama-sama pa. "


"Zara WA ganti nomor bukan?"


"Nggak pa, ini nomor nya. " Aku kirim no whats app aku ke pa Eko."


"Ok, sip. "


Mudah-mudahan nanti ada kabar, ada lowongan kerja.


Pa Firman balas pesan Whats app nya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, Ada Zara lowongan di office HSE bareng pa Ditto. "


"Waduh bersatu lagi dong pa, syarat nya apa aja? "


Biarin lah kalo memang lowongan kerja nya jadi staff Ditto ga masalah, profesional aja dalam kerja. Urusan mantan suami kan urusan pribadi. Kalo ditempat kerja beda. Kalo memang Ditto harus jadi atasan aku ga masalah yang penting kerja.


"Bersatu lagi aja, rujuk. " dengan emoticon nyengir.


"Oh tidak bisa pa, udah beda jalur. "dengan emoticon ketawa.


"Coba tanyain pa, kalo bisa aku siapin berkas lamaran ya. "


"Ok, tunggu nanti dikabarin lagi. "


Ya Allah ko sulit sekali ya, apa yang harus aku lakukan. Aku harus berbuat apa, bingung. Aku harus melangkah kemana. Istikharah belum bisa lagi halangan. Aku menangis lagi, meski aku tau menangis bukan solusi yang tepat.


Aku inget Grosir tempat A Rangga kerja. Apa aku harus melamar kerja ketempat A Rangga aja ya. aku bisa komputer buat input barang, menata barang di rak pajangan bisa, angkat dus dusan minuman atau mie instan ok, apa ngantongin terigu kali ya, Bisa juga. Apapun yang penting bisa menghasilkan uang yang halal.


Aku telpon berkali-kali ga ada jawaban. Ya Allah ga di angkat sama sekali.


Aku coba terus berulang-ulang ga ada jawaban.


Ibu memanggil aku, dengan suara terbata-bata.


"De, ini ada uang ibu 500 ribu pake dulu aja buat kekurangan nyicil mobil. Ibu pegang 200 ribu buat nanti takutnya ada apa-apa buat pegangan aja."


Dengan berat hati aku terima, aku hitung lagi ternyata masih kurang 300 ribu. Aku kembali ke toko dan menunggu rupiah datang lagi dari pembeli jajanan di toko ku.


Aku coba telpon A Rangga lagi, apabila aku sudah tidak bisa menemukan jalan keluar. Pikiran ku selalu akhirnya tertuju padamu A Rangga, entah kenapa aku juga tidak mengerti.


Kamu memberikan pesan


"Maaf teh ada keperluan apa? "

__ADS_1


Ga bisa wa sepertinya, aku ingin bicara, Biar jelas.


"Mau cerita."


"Boleh. "


"Telpon ya. "


"Ga bisa. "


"Oh iya ga Apa-apa. "


Aku menunduk di meja kasir ku ditoko dan menangis, Ya Allah aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan setelah ini, Aku tidak tau.


A Rangga mengirimkan pesan lagi.


"Maaf, aku ga mau di anggap memberi harapan palsu seperti di cerita novel kamu. Aku ga mau semakin dipandang jelek di mata orang seperti cerita di novel kamu. "


"Bukan, aku harus gimana kedepannya? Ga ada orang lain yang bisa ngasih solusi. Dan cerita novel ku pun aku ambil dari Salinan Whats app A Rangga. Tak lebih dan tak kurang. "


"Maaf teh, aku hanya orang biasa, tidak semua yang aku ucapkan itu benar. Takutnya ada perkataan aku yang menyakiti hati, aku minta maaf. "


"Kalo masalah itu, udah aku maafin dari kemarin juga. "


"Oh iya makasih. "


"Ga salah, memang selama ini aku yang salah. Jangan ambil yang jeleknya aja dari novel ku A Rangga. Ambil pelajaran yang baiknya. Karena sebetulnya A Rangga juga orang baik. "


Aku ga ada sedikit pun niatan buruk untuk menjelek-jelekan orang lain di mata orang banyak. Ini hanya kenyataan hidup yang aku lalui selama ini, aku bertemu Ditto yang sifatnya seperti itu, pada akhirnya kami berpisah lalu aku bertemu dengan A Rangga yang cerita nya seperti itu pula.


Aku hanya menceritakan tentang apa yang selama ini aku rasakan, tak lebih dan tak kurang. Ini kenyataan yang terjadi dalam hidupku setelah aku bercerai dengan Ditto dan Bertemu dengan a Rangga aku menyalin kembali setiap perkataan orang-orang kepada ku, baik Ditto, A Rangga teman-teman dan saudara yang aku temui selama perjalan masa iddahku.


Aku rasa hari-hari ku ini penuh makna yang sayang untuk terlewatkan begitu saja. itu kenapa akhirnya aku menulis novel ku ini, berharap suatu hari nanti jika aku telah menemukan lagi kebahagiaan ku. Aku ingat aku pernah berada di titik terendah dalam hidupku. Dan mungkin saja banyak orang lain diluar sana yang mengalami hal yang sama seperti yang aku jalani saat ini. Kunci nya tetap sabar dan semangat selalu berdo'a yakin Allah akan menolong kita keluar dari keadaan seperti ini, yakin pertolongan Allah sangat dekat.

__ADS_1


__ADS_2