
Pak Min, pastikan semua barang tidak ada yang tertinggal di dalam mobil ya, ucap ayah.
Pak Min dan dokter Yopi membawakan tas keperluan kami. Bu Min membawa tas susu Alka. Dan aku menggandeng Alka.
"Ayah dan Ibu tidak bisa masuk, kalian jaga diri ya, Yopi, Ibu titip Ineke dan Alka. Jangan lepaskan tangan mereka ya." ucap ibu menasehati dokter Yopi,
"Ya bu.. Terima kasih banyak, kami sudah diantar kemari."
"Tidak apa-apa, tapi, kalau kalian sampai, kabari kami ya"
Kemudian kami menyalami ayah dan ibu
"Dah Alka.. Jangan nakal ya sayang" ayah m
melambaikan tangannya kepada kami.
Kami menunggu keberangkatan, tiba-tiba, perutku berbunyi.
Aa menoleh ke arahku,
"Laper ya sayang, mau makan apa?"
aku mengangguk, dan mencari sesuatu yang ingin kusantap. Mataku mengarah ke sebuah counter buah,
"Ke sana yok." ajakku.
"Sebentar, Aa mau bilang ke pak Min ya, itu mereka" sambil menunjuk area bermain anak.
__ADS_1
Aku yang tidak sabar berjalan menuju counter itu. Dan mengambil semangkuk salad buah.
Aa mengejarku, dan mendapatiku sudah berada di depan kasir.
"Cuma ini aja? Satu? Ambillah tiga. Bisa dimakan di pesawat nanti"
aku menggeleng, dan dia melihat ulahku, dengan sabar kemudian membayar salad itu.
Waktu kami masih tersisa 45 menit sebelum berangkat. Jadi aku masih bisa menyantap salad buahku.
Aa memperhatikanku,
"Enak? Mau Aa belikan lagi?" tanyanya.
"Gak.. nanti mual kebanyakan" ucapku sambil menelan suapan terakhir.
"Minum, sayang" dia membukakan air mineral yang tadi dibelinya.
Aku merangkul tangan Aa dan menyender di lengannya.
"Terima kasih, sayang" ucapku
"Untuk.... ?" tanyanya
"Membuat kami bahagia"
Dia pun tersenyum, "Terima kasih juga, sudah menjadikan Aa, suami sempurna" kemudian dia mengecup tanganku.
__ADS_1
Kami sampai di pulau Bali. Dengan keindahan panoramanya.
Aa sengaja memilih hotel yang dekat dengan pantai, agar kami puas menikmati suasana pantai.
Aa memilih 2 kamar, 1 untuk kami, dan 1 nya untuk Alka dan pak Min juga bu Min. Nomor kamar pun dipilih tidak berjauhan.
Perjalanan yang jauh, membuat Alka tertidur.
Aa menggendongnya dan meletakkan di kamar mereka.
"Istirahat dulu, ya" ucap Aa kepada mereka.
Kamar kami, sengaja di dekorasi untuk pasangan yang honeymoon. Banyak bunga, dan kartu ucapan dari pihak hotel
"Indah sekali." ucapku sambil melihat ke dalam kamar.
Kamar itu lumayan luas, aku menatap ke luar jendela. Pantai yang indah, suasana yang asri.
Aa meletakkan tas koper kami di dekat lemari hotel. Dan segera menghampiriku yang masih melihat pantai dari kamar kami.
"Suka?" tanyanya yang memelukku dari belakang.
Aku menggeleng.
"Kapan matahari tenggelam?" aku melihat jam di tanganku, menunjukkan pukul 3 sore. Tapi karena waktu di Bali berbeda 1 jam dengan Jakarta, berarti sekarang sudah jam 4 sore.
"Nanti kita ke pantai ketika matahari terbenam ya sayang." ucapnya kemudian mengengdongku ke atas tempat tidur.
__ADS_1
"Ine kurusan deh, kok enteng amat. Jangan-jangan suka telat makan atau malah gak makan siang ya?"
Deg.. kalau ketahuan, bisa-bisa dia malah marah dan merusak honeymoon ini.