SOULMATE

SOULMATE
Pertemuan Kembali


__ADS_3

Sudah lima bulan semenjak Laksh di penjara dan tepat lima bulan juga Laksh dan Ragini resmi bercerai.


Laksh hanya bisa terus meratapi nasibnya, semenjak hari itu Ragini tak juga menunjukkan batang hidungnya untuk bertemu dengan Laksh, dia benar-benar menjauh pergi dari kehidupan Laksh.


Di saat dia terpuruk seperti ini harusnya support dari orang tersayang mampu menguatkan hatinya. Namun yg dia dapatkan hanyalah sebaliknya. Hanya ada rasa kebencian yg teramat dari orang yg dia kasihi.


Dia benar-benar merasakan hidupnya sepi dan hampa, dia hanya bisa berdo'a kepada Dewa agar suatu saat nanti, Dewa-nya berkenan memberikan kebahagiaan untuknya.


Laksh tersenyum miris, dia mencium liontin kalung mangal sutra Ragini, dia melilitkan kalung itu di pergelangan tangannya hingga terlihat seperti gelang. Dia hanya berharap ada keajaiban yg bisa membawanya kembali bersama Ragini walaupun itu akan terlihat sangat rumit. Tapi tidak ada rasa pesimis di dalam hatinya, walaupun kemungkinannya 0,000001% dia tetap berharap.


"Andai kau tau betapa aku sangat mencintaimu, Ragini. Maafkan aku" ucapnya pelan.


Lagi dan lagi airmatanya kembali menetes dan terjatuh, Laksh benar-benar tak bisa mengendalikan perasaannya saat dia mengingat tentang Ragini.


"Ku mohon.. Kembalilah" ucapnya lirih.


***


"Rag.. Kau masih kuat? Usia kandunganmu sudah membesar loh harusnya kau istirahat saja di rumah" ucap Kanchi teman Ragini di coffe shop.


Ragini hanya tersenyum simpul.


"Aku masih bisa melakukannya koq, kau tenang saja"


Kanchi hanya menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah tapi kau harus hati-hati.. Sini berikan padaku"


Kanchi merebut nampan yg berisi minuman itu dari tangan Ragini. Ragini hanya menggelengkan kepalanya.


"Rag.. Di dapur banyak cucian kotor! Kau urus yah" ucap Kavya sinis.


Ragini hanya mengangguk. Dia menuju dapur dengan mengelus perutnya.


"Ckck.. Usianya masih muda tapi dia akan segera menjadi seorang ibu, astaga! Kehidupan anak muda sekarang memang menyeramkan, nampaknya sex bebas seperti menjadi trend, ckck"


Ragini masih mendengar perkataan Kavya, dia hanya menundukkan kepalanya.


Dia meneteskan airmatanya dan mengelus perutnya.


"Kau tidak bersalah nak, kau bukan anak haram" ucapnya pelan.


***


"Laksh.. Apa kau baik-baik saja disini" tanya ibunya.

__ADS_1


Laksh tersenyum dan mengangguk.


"Ada apa ibu? Tumben sekali ibu hari ini kesini?"


Annapurna menyentuh tangan anaknya.


"Ibu hanya memastikan jika keadaan putra ibu baik-baik saja"


Laksh menaikkan sebelah alisnya, dia menerka jika ada sesuatu yg di sembunyikan oleh ibunya.


"Ada apa ibu? Katakanlah!" ucap Laksh dengan menatap tajam wajah ibunya.


Annapurna hanya menunduk, dia terlihat sangat gelisah.


"Nak.. Ibu kehilangan jejak Ragini sejak sebulan terakhir ini, dia sudah tak lagi bekerja di tempat Akash dan tinggal di rumahnya yg lama, entah kemana gadis itu pergi. Tak ada yg tau, ibu sudah mencari tau ke tetangganya namun tak ada yg mengetahui keberadaan Ragini sekarang"


Laksh menghembuskan nafasnya kasar, dia mengusap wajahnya dengan kasar, dia benar-benar khawatir karena kondisi kandungan Ragini yg pasti semakin membesar.


"Akash dan Meethi tidak tau?"


Annapurna mengangguk.


"Hmm.. Ku mohon ibu.. Cari dia, dia pasti sangat membutuhkan orang terdekatnya, karena usia kandungnya pasti sudah mendekati hari lahirnya, aku mohon ibu cari dia. Jika perlu ibu lapor ke polisi saja, aku mohon bu" ucap Laksh dengan mata berkaca-kaca.


Annapurna hanya mengangguk, dia mengelus pipi putranya itu.


***


"AAWWWAAAAAAASSSSSS" teriak seorang pria saat melihat Ragini melintasi jalan.


Pria itu langsung berlari dan menarik lengan Ragini ke tepi jalan.


Dia memeluk erat tubuh Ragini, Ragini masih memejamkan matanya. Dia benar-benar sangat shock.


"Kau baik-baik saja, nona?" tanya pria itu.


Ragini perlahan membuka matanya, dia terkejut saat melihat pria itu.


"Kau" ucapnya pelan.


Tubuh Ragini tiba-tiba terjatuh dan ambruk di pelukan pria itu.


"Nona.. Hei.. Ku mohon.. Bangunlah.. Buka matamu"


Pria itu terus menepuk pipi Ragini pelan untuk membangunkannya. Dia benar-benar khawatir karena Ragini tak kunjung membuka matanya.

__ADS_1


"Apa yg harus ku lakukan?"


Pria itu celingak-celinguk, dia kemudian menggendong tubuh Ragini dan membawanya ke dalam mobilnya.


***


"Aww.. Sakit dokter" teriaknya.


Dokter itu mulai memeriksa Ragini.


"Suster siapkan alat untuk persalinan, nampaknya gadis ini akan melahirkan"


Suster itu mengangguk, dia kemudian berlari keluar ruangan.


Pria yg sedari tadi menungggu Ragini dengan cemas langsung menarik lengan suster itu.


"Suster, apa yg terjadi? Ada apa? Apa dia baik-baik saja"


"Maaf tuan aku sedang terburu-buru, istri anda akan segera melahirkan"


Suster itu pergi saat pria itu mulai melonggarkan cengkraman tangannya.


"Istriku? Dia akan melahirkan? Astaga"


Pria itu duduk dengan cemas di luar ruang bersalin itu dia benar-benar gelisah.


Dia terus mondar-mandir dan sesekali melirik ke jendela kecil yg ada di pintu ruangan itu.


Pria itu kemudian menepuk kepalanya.


"Astaga bodoh! Kenapa kau begitu sangat khawatir, seolah kau memang suami dari gadis itu" pria itu meneriaki dirinya sendiri.


"Oaa.. Oaaa.. Oaaa.."


Pria itu tersenyum dan melompat saat mendengar suara tangisan bayi, pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka.


"Selamat tuan putra anda telah lahir, dia sangat tampan persis seperti anda" ucap suster itu sambil menggendong bayi mungil itu.


Pria itu tersenyum dia mulai menggendong tubuh mungilnya.


"Benar-benar tampan dan lucu.. Hmm bolehlah kau dibilang seperti aku anak tampan" ucapnya.


Pria itu mencium bayi mungil yg terlihat menggemaskan itu.


Ragini menatap lirih pria yg sedang menggendong putranya itu.

__ADS_1


"Mengapa kau mempermainkan takdirku lagi, Dewa.. Mengapa kau kembali menghadirkan dia lagi di hidupku, padahal aku sudah berusaha untuk melupakannya" ucapnya lirih.


To be continued...


__ADS_2