SOULMATE

SOULMATE
83


__ADS_3

Kondisi ibu drop lagi, mungkin gara-gara kemarin berdebat hebat dengan ku. Sampai sekarang aku tidak bicara dengan ibu, Aku ga mau terbawa emosi lagi.


"Ibu jadi kontrol ga nanti siang? "


Aku bertanya pada ayah.


"Jadi. "


"Oh ya udah pulang jemput sekolah aja ya. Jadwal dokter nya juga jam 11."


"Iya. "


Aku menjemput Jarel di sekolah. Tiba-tiba anak-anak bilang.


"Mamah Jarel, Jarel nya muntah ke meja. "


Aduh kenapa lagi ni Jarel.


"Iya, makasih ya."


Aku langsung masuk kelas, di meja ada kain lap. Bekas membersihkan muntahnya anakku.


"A dimana? "


"Ini bu, tadi Pas baca do'a mau pulang jarel nya muntah. "


Ibu guru keluar bersama Jarel dari toilet.


"Aduh ibu maaf kebiasaan ya Jarel ngerepotin."


"Ga apa-apa, pusing mungkin tadi abis makan langsung main di luar, lari-lari pas jam istirahat."


Aku ga enak hati dengan ibu guru nya karena Jarel sering muntah dikelas.


Aku membawa kain lapnya, dan membersihkan nya di toilet.


Aku membawa Jarel keluar, berpamitan kepada ibu guru nya.


"Ibu, maaf ya Jarel nya udah ngerepotin. "


"Ga apa-apa bu, istirahat aja ya Jarel dirumah. "


"Iya, mau dititipin ke rumah kakak ini juga, saya nya mau bawa ibu lagi ke rumah sakit, kontrol. "

__ADS_1


"Oh. Cepet sembuh ya nenek nya Jarel. "


"Amin,, pamit dulu ya bu."


"Iya silahkan. "


Aku pulang ke rumah.


"Udah siap belum ibu? " aku bertanya kepada ayah.


"Udah tuh dikamar. "


Aku masih malas bicara dengan ibu. Ibu masuk mobil dan Jarel juga. Aku mampir ke rumah kakakku titipin Jarel. Kebetulan ada saudara-saudara kakakku juga, mereka menghampiri Ibu, melihat kondisi ibu lewat kaca mobil ku.


"Berdua aja ke Rumah sakitnya? "


"Iya Bu de, Ayah nunggu toko. Soalnya ada ice cream mau dateng, udah pesen kemarin."


"Ya udah hati-hati nanti pas parkir ibu nya titip security aja dulu minta kursi roda. "


"Iya, pamit dulu ya Bu de. "


"Iya hati-hati. "


"Aduh lupa bawa masker. "


"Heuuhh..Nanti mampir dulu minimarket depan rumah sakit aja."


"Iya."


Aku menjawab seperlunya karena tidak mau berdebat lagi dengan ibu.


Depan lobi aku turun, ibu masih di dalam mobil. Aku menghampiri security wanita yang jaga pintu lobi.


"Bu, pinjam kursi roda ada?"


"Oh, Sebentar saya cari dulu ya."


Kebetulan ga ada kursi rodanya, Ibu security itu pergi ke ruang IGD, Tak lama dia kembali membawa kursi roda untuk ibu.


"Bu titip dulu ya, aku mau parkir dulu." Aku titipkan ibu pada security nya."


"Iya boleh bu silahkan."

__ADS_1


Aku cari tempat parkir, karena tengah hari parkiran penuh, aku parkirkan mobilku di belakang bangunan rumah sakitnya. Gimana nanti kalo pulang malem, pasti gelap. Biarkan lah ada yang jaga mungkin. Aku berpikir seperti itu.


Aku menghampiri ibu.


"Itu suruh ngambil nasi kotak barusan ada yang ngasih."


Ibu menunjuk ke arah meja depan meja pendaftaran, ada banyak nasi kotak, orang-orang juga pada ngambil. Mungkin ini hari jum'at, jadi ada nasi kotak di situ untuk makan siang. Aku mengambil satu nasi kotaknya.


Aku menuju meja pendaftaran.


"Ibu maaf untuk dr. Vicky daftar nya di lantai 3 ya."


"Oh, bukan disini ya. Ya udah makasih ya."


Aku tidak tau karena baru pertama kali nya mengantar ibu kontrol lagi.


Aku membawa ibu ke lantai 3. Ternyata berat juga mendorong ibu naik lift ke lantai 3 pake kursi roda.


Sampai dilantai 3 aku daftar kan ibu, langsung menuju ke lantai 4, ketempat dokter praktek nya.


Udah mulai periksa 4 orang. Ibu kebagian no antrian 57, Haduh paling juga kebagian sore ini diperiksanya.


"Ibu, bapak maaf ya dokternya shalat jum'at dulu, nanti dilanjut lagi pemeriksaannya jam 1 siang. "


Susternya memberi tahu kami.


Aku makan siang dulu sambil menunggu dokter. Ternyata jam 2 dokternya baru datang. Pemeriksaan dilanjutkan. Aku pasrah menunggu, pasti pulang malam.


Banyak pasien-pasien yang ga sabar menunggu, mereka semua ricuh merasa jengkel. Ya sudah harus gimana lagi, sabar aja. Menghadapi ujian hidup aja udah sabar, menunggu pemeriksaan dokter sih ga ada apa-apa nya bagiku.. ha.. ha..


Aku mendengarkan cerita-cerita mereka, keluh kesah mereka. sampai akhirnya mereka senang karena aku selalu mendengarkan cerita mereka. Sehingga satu persatu dari mereka tidak terasa udah dipanggil aja oleh susternya, dan berpamitan padaku, pulang duluan karena nomor antrian nya di bawah nomor antrian ibu.


Sesekali aku melanjutkan menulis, sambil mengisi waktu jangan sampai terbuang sia-sia.


Ibu dipanggil ke ruangan dokter jam 20.00 lama sekali menunggunya. Ibu diperiksa dokter, Dokter bilang detak jantung ibu lambat, jadi dosis obatnya harus dikurangi dari resep yang sebelumnya.


Menuju ke farmasi dilantai 1 untuk ambil obat ibu, daftar juga untuk kontrol lagi 2 minggu dari sekarang. Surat kontrolnya di cetak komputer otomatis. Banyak ibu-ibu yang tidak mengerti cara mengoperasikannya.


Akhirnya aku jadi operator mesin cetak surat kontrol dadakan. Mereka senang dan berterima kasih kepadaku.


Jam 9 obat dari farmasi baru bisa di ambil, Aku membawa ibu ke lobi. Aku titipkan kepada security karena aku harus membawa mobil diparkiran belakang.


Ternyata benar gelap diparkiran mobil ini, tidak seperti diparkiran lantai 2. Untung ada tukang parkirnya disitu jadinya aku tidak takut.

__ADS_1


Aku menuju lobi, menjemput ibu dilobi. Dan pulang kerumah. Malam ini cerah, aku bisa mengendarai mobilku dengan normal, jika hujan aku ga sanggup. Mata ku tidak bisa dibawa kompromi.


__ADS_2