SOULMATE

SOULMATE
Awal Kisah Bahagia


__ADS_3

"Laksh.. Ayo kita pulang semuanya sudah lengkap"


Ragini memperhatikan Laksh yg masih terlihat bingung.


"Hei apa yg kau pikirkan? Ayo kita pulang Laksh"


"Ragini.. Rohit suka susu rasa apa vanilla atau coklat?"


Ragini mengerutkan dahinya.


"Maksudmu?"


"Ini (mengambil dua kotak susu) Rohit suka susu ras coklat atau vanilla?"


Ragini tertawa geli dan menggelengkan kepalanya. Laksh melihatnya bingung.


"Laksh.. Kau ini lucu sekali.. Rohit itu masih bayi mana mungkin dia bisa minum susu untuk orang dewasa? Kau ini ada-ada saja"


Laksh terkejut, dia langsung menoleh ke kemasan kotak susu itu yg terdapat keterangan untuk dewasa.


Dia menggaruk kepalanya yg tak gatal dan terkekeh.


"Ayo kita pulang, semuanya sudah aku beli"


Laksh mengangguk.


***


"Ragini.. Tunggu sebentar"


Laksh berlari kecil membawa kantong jinjingannya.


Ragini menoleh.


"Ada apa lagi Laksh?"


"Kau mau eskrim?"


"Hah?"


"Aku haus Rag.. Tiba-tiba aku ingin eskrim, kita beli dulu yuk"


Ragini hanya tersenyum, dia mengikuti langkah Laksh yg sudah lebih dulu sampai di tempat penjual eskrim itu.


"Pak.. Eskrim coklat satu dan kau?"


Laksh menoleh.


"Vanilla"


"Vanillanya satu" ucap Laksh.


Penjual eskrim itu memberikan dua cone eskrim coklat dan vanilla kepada Laksh.


Laksh menjilat eskrim itu dengan bersemangat, matanya celingak-celinguk dan kemudian tertuju pada sebuah kursi taman.


Laksh menarik lengan Ragini.


"Rag.. Kita duduk disana dulu yuk, sampai eskrim ini habis"


Ragini mengangguk, dia mengikuti langkah Laksh.


Ragini tersenyum saat melihat Laksh makan eskrim seperti anak kecil saja, belepotan.


Ragini tertawa, Laksh yg tak mengerti juga ikut tertawa.


"Hei.. Apa yg kau tertawakan?" tanya Laksh bingung.


Ragini menggerakkan jari tangannya di sudut bibir Laksh. Laksh seketika terdiam, jantungnya seakan mau copot saat Ragini menyentuh bibirnya.


"Kalau makan itu pelan-pelan, jadi tidak berantakan"


Wajah Laksh memerah, dia mengelus tengkuknya.


Mata mereka saling beradu.


"Ragini.. Maaf"


Kata itu tiba-tiba keluar dari mulut Laksh dan membuat Ragini menoleh ke arahnya.


"Maaf untuk apa?"


"Untuk semua kekacauan yg disebabkan olehku yg membuat kau dijauhkan bahkan ditinggal pergi selamanya oleh orang yg kau cintai, aku benar-benar merasa bersalah, karenaku hidupmu benar-benar hancur, masa depanmu, impianmu, angan dan cintamu semuanya pergi, aku merenggut semua kebahagiaanmu, aku benar-benar sangat menyesal, maafkan aku"


"Ssstttt"


Ragini menutup mulut Laksh agar berhenti bicara.


"Lupakan Laksh.. Semuanya telah terjadi, mungkin memang Dewa selalu menggariskan kesedihan di takdir hidupku, entah kapan dia memberikan aku kesempatan untuk merasakan kebahagiaan"


Ragini menatap langit atas yg terlihat cerah.


"Kau lihat langit itu Laksh.. Sangat cerah, aku pun ingin merasakan seperti itu"

__ADS_1


Laksh menatap Ragini, dia menggenggam tangan Ragini.


"I love you, Ragini" ucapnya pelan.


Ragini menoleh, matanya berbinar dan senyumannya mengembang.


"Kau masih mencintaiku? Setelah apa yg aku perbuat kepadamu?"


Laksh mengangguk cepat.


"Kau bodoh Laksh, sangat bodoh"


Ragini memukul pelan bahu Laksh.


Laksh mendekap tubuh Ragini, tak ada penolakan dari Ragini. Malah Ragini seakan nyaman berada di dalam dekapan Laksh.


"Ragini.. Jika waktu bisa aku putar ingin sekali aku memperbaiki semuanya, andai"


Ragini memejamkan matanya, airmatanya tiba-tiba menetes.


"Maafkan aku Laksh" ucapnya gemetar.


Laksh menyadari jika Ragini sedang menangis, dia melepaskan dekapannya dan menghapus airmatanya.


"Berhenti menangis, aku tak sanggup melihatmu kembali meneteskan airmata untukku"


Ragini mengangguk.


"Aku mencintaimu, Laksh" ucapnya seketika.


Laksh mengembangkan senyuman di bibirnya saat Ragini mengucapkan kata itu.


"Really?"


Ragini mengangguk.


"Will you marry me?"


"Yes I will"


Laksh tersenyum haru, dia memeluk Ragini dan mencium pucuk kepala Ragini.


"I love you so much, Rag.. I really love you"


"I love you too Laksh, i verry miss you"


Mereka hanyut dengan suana haru mereka.


***


"Darimana saja kalian? Pasti kalian bersenang-senang dulu kan? Ckck.. Benar-benar menyebalkan kalian ini"


Laksh melengos pergi dengan membawa kantong belanjaannya seakan tak memperdulikan ocehan adiknya itu.


"Ishh.. Menyebalkan"


Ragini hanya terkekeh, dia mengambil Rohit dari gendongannya.


"Hei sayang.. Apa bibimu menangisimu hari ini, hm?" tanya Ragini kepada anaknya.


"Enak saja.. Aku merawatnya dengan sangat baik Ragini.. Kau tenang saja"


Bola mata Tanya tertuju kepada ekspresi aneh Laksh, dia terus senyum-senyum sendiri. Tanya menatapnya heran.


"Ragini"


"Hmm"


"Apa tadi kepala Kak Laksh terbentur?"


"Tidak"


"Masa iya?"


"Iya, kenapa memang?"


"Aku merasa dia sudah tidak waras, lihat itu dia senyum-senyum sendiri, ckck"


Ragini hanya tertawa.


"Kau ini"


Ragini pergi meninggalkan Tanya yg masih bingung dengan sikap Laksh.


"Apa yg terjadi kepadanya?" tanyanya bingung.


***


"Ibu" teriak Tanya.


Dia langsung memeluk ibunya.


"Hei.. Putri cantik ibu telah pulang ternyata"

__ADS_1


"Iya.. Aku sangat merindukanmu bu, akhirnya kau kembali juga"


"Tentu ibu akan datang di hari bahagia anak ibu"


"Hari bahagia anak ibu?" Tanya bingung.


Mata Tanya terbelalak saat melihat penampilan kakaknya yg memakai kurta pengantin.


"Kakak? Kau?"


Laksh hanya tersenyum.


Tak lama Ragini keluar dengan menggunakan baju pengantin dan kain sari merahnya.


Tanya menaikkan sebelah alisnya, dia seakan bingung. Tapi tidak dengan Anna dia langsung menghampiri Ragini dan memeluknya.


"Ibu sangat bahagia kau mau kembali menerima Laksh, nak"


Ragini hanya tersenyum.


"Kakak.. Kau dan Ragini akan......?"


"Iya.. Ragini akan menjadi kakak iparmu sebentar lagi kau harus lebih hormat kepadanya"


"Ragini.. Kau mau menikah dengan pria membosankan seperti ini? Ckck"


Laksh melotot.


"Hahaha.. Aku bercanda kak"


"Ibu.. Pendetanya?"


"Tenang saja Laksh, sebentar lagi dia akan datang"


Ragini dan Laksh duduk di mandap yg telah di siapkan, matanya selalu tertuju pada Ragini, entah mengapa hari ini Ragini seakan malu menatap Laksh dia selalu menunduk.


"Kau lihat itu Rohit, ayah dan ibumu akan kembali menikah, kau akan memiliki kedua orang tua yg utuh" bisik Tanya di telinga Rohit.


SKIPP..


Setelah melakukan semua ritual pernikahan sekarang Ragini dan Laksh telah sah menjadi sepasang suami istri.


Laksh tak henti-hentinya menatap ke arah Ragini, sedangkan Ragini hanya tertunduk malu dengan wajah yg memerah.


"Ragini" panggil Tanya.


Laksh melotot.


"Iya.. Iya kakak ipar, siapa suruh kau menikahi wanita yg sepuluh tahun lebih muda darimu, haha"


Laksh terus melotot.


"Tanya" tegur Annapurna.


"Iya bu maaf, aku hanya bercanda"


Tanya memeluk Ragini erat.


"Aku benar-benar tak menyangka jika kakak iparku adalah sahabatku sendiri, aku benar-benar sangat bahagia Ragini. Semoga kau selalu bahagia hidup bersama kakakku, kau tenang saja walaupun dia terlihat sangat menyebalkan tapi dia adalah seorang pria yg sangat penyayang, kau tenang saja"


Ragini hanya tersenyum. Laksh menatap haru persahabatan mereka.


Dia tersenyum lega akhirnya dia dan Ragini kembali bersatu, dan mangal sutra yg dulu melingkar di pergelangan tangannya kini berpindah melingkar di leher Ragini.


Laksh tak henti tersenyum menatap Ragini.


"Ehemm.. Ada apa Laksh? Daritadi ibu perhatikan matamu tak lepas menatap istrimu itu?"


Laksh mengelus tengkuknya malu.


"Kakak.. Kau jangan terlalu percaya diri, malam ini Ragini dan Rohit akan tidur bersamaku"


Laksh membulatkan matanya.


"Ya kan, Ragini?"


Ragini menatap ke arah Laksh dan mengangguk.


"Ahh.. Menyebalkan"


Laksh kesal, dia melengos pergi.


Tanya hanya terkekeh melihat kakaknya yg merajuk.


"Tanya kau ini senang sekali menggoda kakakmu" tegur Anna.


"Biarkan saja bu"


Ragini hanya tersenyum, dia hanya berharap ini adalah awal yg indah kisah bahagia di hidupnya bersama Laksh.


To be continued....


Mampir ke profil aku yah, banyak karya lain disana..

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like dan komen.. 🙏


__ADS_2