SOULMATE

SOULMATE
48


__ADS_3

Ada whats app masuk dari Ana.


"Kemana aja Zara, sehat? "


"Ada teh lagi banyak meditasi, alhamdulilah sehat." dengan emoticon tertawa.


"Ana lagi nongkrong aja ni teh di rumah, udah di jeddah sekarang."


"Wiihh keren, jam berapa disitu? "


"Jam 9."


"Teteh cintaku kandas dengan a Rangga." dengan emoticon menangis.


"Kenapa? "


"Baru bilang sekarang dia punya pacar, ini orang nya. Kejam sekali."


Aku kirimin fotonya.


"Jadi selama ini php aja? ga apa-apa mungkin dia bukan yang terbaik."


"Mungkin, ga usah ditutup pake sticker mukanya kata aku teh. tunjukin aja sekalian. Ditto juga teh, selingkuh aku udah tau orangnya sekarang. Mereka tega sekali ya sama aku teh. Hatiku mungkin terbuat dari baja. "


"iya teh pasti kuat, semangat untuk kita. "

__ADS_1


Ini adalah sahabat ku yang punya nasib sama dengan ku sekarang, kita selalu saling menguatkan dan saling mendo'akan.


"Ada orang baru teh, a Chandra mau serius, tapi Zara masih takut. Trauma mungkin ya untuk kenal sama orang baru."


"Jangan terlalu cepat, selidiki dulu."


"iya. "


"Hati aku masih nyangkut di A Rangga, logika ingin melupakan tapi hati ga bisa."


"Ikhlaskan, insya Allah diganti yang lebih baik oleh Allah."


"Iya teh, makanya sekarang lebih sering mendekatkan diri aja sama Allah, takut untuk kenal sama orang. Berdo'a aja semoga diberikan orang yang baik, yang tulus, yang bisa menerima kekurangan aku, yang tanggung jawab. Bukan waktunya untuk main-main."


"Ana juga pasrahkan semuanya sama Allah aja, Nanti bakal ada moment yang tepat, ingat Allah tidak pernah tidur. Mungkin sekarang dia belum merasakan apa yang aku rasakan. Tapi karma tidak akan pernah salah sasaran. "


"Tunggu episode selanjutnya, dan ending nya seperti apa. "


"Iya. "


Dari Messenger juga ada pesan masuk dari Paul.


"Jangan galau terus teh. "


"Nggak ko. " dengan emoticon tertawa, karena memang aku sedang berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengingat lagi A Rangga tapi tak semudah itu.

__ADS_1


"Emang Zara pertama ketemu sama A Rangga dimana?"


"Di grosir, tempat biasa Zara belanja, ga sengaja. "


"Ditto beneran tau A Rangga bukan teh, pas Ditto ke toko pengen tau A Rangga, itu beneran bukan teh?"


Penasaran teh paul, makanya memastikan sama aku apa cerita di novel itu benar, dan memang benar.


"Iya bener, kan aku suka cerita sama Ditto. Kalo pulang belanja pas nyampe toko. Sambil Ditto nurunin barang dari mobil, aku cerita. Tadi barang aku di bawain sama A Rangga loh ke mobil, seneng banget. jadi bisa sambil perhatiin gitu. Ditto ketawa-ketawa aja dengernya dan bilang sama Zara, tau aja kamu sama orang ganteng, kalo ga ganteng ga bakalan mau kamu. nanti coba aku yang belanja baik nggak ke aku, masa ke kamu doang baik nya. sambil ketawa ketawa gitu teh cerita nya sama Ditto. "


"Oh, gitu. pas waktu itu udah ketahuan Ditto selingkuh? "


"Belum lah teh, ga curiga juga aku. Percaya aja kalo Ditto ga pulang, dia kan bilang nya tugas ke luar kota. ya aku percaya aja. Sering kan ga pulang dengan alasan tugas keluar kota. "


"Maaf ya teh aku jadi kepo, karena Zara juga berhak untuk bahagia. "


"Iya ga apa-apa seneng kok ada temen cerita. "


"Semua pasti ada hikmahnya, Allah punya rencana yang lebih baik buat kamu ya Zara. "


"Amin. "


"Jadi penasaran A Rangga yang mana orangnya, hebat bisa meluluhkan hati Zara, berarti bukan orang biasa ya teh. "


"Ga ngerti Zara juga teh, pokoknya kalo udah deket dia tuh nyaman banget, padahal orang nya cuek, nyebelin tapi ngangenin. Apalagi kalo udah lihat matanya, yang tadinya Zara mau marah juga ga bisa teh, meleleh. Ilang aja semua kata-kata yang mau dibicarakan sama dia. Gak bisa dijelaskan pokoknya entah itu perasaan apa. "

__ADS_1


"Begitulah kalo udah jatuh hati. Jadi ga sabar nunggu kelanjutan ceritanya, di tunggu ya teh. "


Senang sekali banyak yang menyukai novel ku, meskipun hari-hari yang aku jalani ini tidaklah mudah, tapi dengan dukungan kalian setidaknya bisa meringankan beban pikiran ku dan membuat ku semangat untuk terus melangkah maju menuju masa depan, karena kita bukan hidup di masa lalu, masa lalu hanya bekal untuk kita mendapatkan pelajaran bagaimana untuk menata masa depan yang lebih baik dan bahagia. jadikan masa lalu sebagai pelajaran berharga dalam hidup kita bukan untuk disesali.


__ADS_2