
Hari ini di toko rame banget yang fotokopi nyampe ngantri, alhamdulilah karena banyak siswa baru yang mau daftar masuk sekolah SMA, didekat rumah ku ada SMA dan SMP, jika ada momen seperti ini fotokopi pasti rame banget.
Tiba-tiba ada pesan masuk di messenger dari ka Jo.
"Assalamu'alaikum, kaka di perum Mahkota nih, jauh ga ke rumahnya? "
"5 menit ka kalo ngebut pasti nyampe, maen aja kesini."
"Boleh main? Sebentar aja. "
"Boleh, kesini aja jajan es krim di toko ku mau? " aku balas pesan ka Jo sambil tertawa.
"Jahh. " ka Jo membalas dengan emoticon ketawa.
"Coba Shareloc, ini kaka di depan kantor KUA. "
"Yah ga dibales. "
"Sebentar ka lagi rame yang fotokopi. "
"Oh, maaf. "
Aku kirimkan alamat toko ku.
"Dari kantor KUA kemana lagi? kelewat apa maju lagi?
"Maju lagi ka? "
"Dari pertigaan kemana?"
"Masuk aja, pertigaan sekolah SMA. "
"Ini titiknya didepan Gor futsal. "
Aku segera kedepan dan melihat, ternyata ka Jo nyampe, dengan memakai jaket ojol nya.
"Haloooo kaka, sini."
aku melambaikan tangan kepada ka Jo. Antusias sekali aku, senang nya.
"Alhamdulilah akhirnya nyampe juga." Ka Jo turun dari motornya.
"Selamat bertemu kembali kaka, Seneng gak?"
Ka Jo tersenyum.
"Eh ada bapak?" Ka Jo tidak tau ada ayahku di toko.
"Sehat a?" Ayah bersalaman dengan ka Jo.
"Bukan aa ayah, ini panggilannya kakak."
Ayah ku tertawa.
"Panggil apa aja boleh pak." ka Jo malu.
__ADS_1
"Ayo silahkan-silahkan dirumah tuh biar enak ngobrolnya." Ayah mempersilahkan ka Jo untuk ngobrol diteras rumah.
"Ga usah pa, disini aja makasih, cuman mampir bentar. Sekalian bawa orderan barusan ke jalur sini."
"Oh iya."
Lagian aku udah pernah berucap dalam hati, siapapun nanti yang berani menginjakan kaki di teras rumah ku dan masuk kedalam rumah ku, itu adalah jodoh yang allah pilihkan untukku. Ka Jo kan teman aku, bahkan dia sudah berkeluarga.
Aku membawakan air mineral untuk ka Jo.
"Kakak ini minum dulu."
"Iya terimaksih, rame juga ya disini perumahannya?"
"Alhamdulilah rame ka."
"Tapi perasaan jauh banget, mungkin karena udah lama ga kesini, terakhir 2010 kan kalo ga salah?"
"Ehhmm..please ka, jangan nostagia deh."
"Nostalgila aja kali ya."
Ha. haa...aku ketawa aja, percaya ga percaya setelah 10 tahun tidak bertemu sekarang bertemu kembali.
"Oh iya dulu kan ke rumah ibu ya kakak."
"Ha..ha...Iya tahun 2012."
"Ibu sehat? si kakak dimana sekarang rumahnya?"
"Alhamdulilah sehat, kakak di depan rumah nya, deket rumah ibu."
Anakku datang ke toko, keluar dari rumah.
"Halo,,, siapa namanya? "
"Jarel. " anakku bersalaman dengan ka Jo.
"Panggil Om a, ini temen mamah. "
Anakku ngumpet dibelakang aku, malu karena belum kenal.
"Syukurlah, anak mu miripnya sama kamu, ganteng. "
"Kakak, ga boleh gitu loh. "
"Ha.. ha... oh ya maaf.. maaf." Karena ka Jo juga tau Ditto.
"Ga apa-apa udah biasa. " aku ketawa.
"Mobil kemana? "
"Dijual ka, di pake modal. "
"Waduhh.. sayang banget ya. "
__ADS_1
"Ya mau gimana lagi, nikah juga ga ada laki-laki yang mau sama aku. nyicil sendiri ga sanggup."
"Kalo kakak single kakak mau.
"Ga kapok kapok ya udah sering ditolak juga. " aku ketawa.
"Bercanda lah. "
Dulu aku pernah sering bilang kepada Ditto, jika suatu saat nanti aku bercerai dengan Ditto, orang yang pertama kali ingin aku temui adalah ka Jo. Ternyata sekarang benar aku bertemu lagi dengan ka Jo ditoko ku pula. Mungkin memang benar ucapan adalah do'a. Dulu aku sering membayangkan bercerai dengan Ditto dan akhirnya bayangan itu jadi kenyataan. Tapi entah lah dengan a Rangga, aku selalu membayangkan aku bisa menikah dengan a Rangga dan hidup bahagia. Tapi ternyata tidak, semuanya hanya halusinasi ku saja.
"Kakak ada niat kembali ke toko ga? " aku bertanya kepada ka Jo.
"Nggk, udah ga mau disuruh-suruh sama orang, mending kaya sekarang aja, rezeki allah yang ngatur ga usah khawatir. "
"Iya sih, kerja di tempat sendiri lebih enak, meskipun masih perlu perjuangan yang extra untuk menjadi sukses. "
"Yang penting tetap semangat dan jangan lupa berdo'a. "
Enak aja bawaan nya ngobrol dengan ka Jo, setelah lama tidak bertemu.
"Ya udah kakak pulang dulu ya. "
"Iya, udah shalat?"
"Udah tadi sebelum ngambil orderan ke sini ke mesjid dulu. Kakak biasa nongkrong nya ditoserba pusat kota itu loh. "
"Oh iya, tempat janjian aku dulu bersama ko Afu. "
"He.. he.. maaf ya ka. Soalnya kakak kalah ganteng sama kalah ngasih jajanan dulu sama ko Afu. "
Ka Jo ketawa.
"Kakak pamit ya, pa pamit dulu ya, Assalamu'alaikum. "
"Wa'alaikumsalam, hati-hati. "
"Ganteng ya. " Ayah ku berkata.
"Iya dong, mantan ku kan ganteng-ganteng ya, Beda sama Ditto. "
"Ha.. ha... Dasar kamu ya. "
"Orang Ditto juga tau, ngaku sendiri malah, kalo dia ga punya uang ga akan ada yang mau sama dia. Dia kan selalu bilang seperti itu yah. Dia membeli apapun dengan uang."
"Ah.. kamu dasar ya. "
"Sekarang aku baru sadar kalo Cinta dan kebahagiaan itu tidak bisa ditukar dengan uang. Meskipun segala nya butuh uang, aku juga ga munafik yah. Tapi rasa Cinta dan kebahagiaan itu sangatlah sederhana, perasaan yang timbul dari dalam hati kita secara alami, tanpa dipaksa dan memaksa. Seperti ketika aku melihat a Rangga, tiba-tiba suka terus sayang, perasaan nya ga bisa dimengerti dengan logika bahkan tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Sekarang aku juga merasa kalo Cinta itu memberi bukan meminta dan menuntut. Aku mencintai a Rangga apa adanya. Aku menyukai dirinya yang seperti itu, dengan cara ku seperti ini, Aku sudah merasa bahagia. tanpa menuntut dia untuk membalas perasaanku. Kan takdir tuhan siapa yang tau, jika akhirnya aku nikah sama orang lain bukan a Rangga, ya ga Apa-apa.
"Kamu, bisa ga sehari ga ngomongin Rangga. "
"Nggak. " Aku tertawa.
"Malu tadi ada bapak. " Ka Jo mengirimkan pesan.
"Ga apa-apa ayahku baik ko."
__ADS_1
"Iya kakak aja yang malu, Soalnya udah lama banget ga ketemu. "
"Ga apa-apa ka. "