Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir

Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir
Suka Mas Rio


__ADS_3

Setelah beberapa jam nungguin Naya terbangun dari tidurnya, akhirnya Naya bangun dari tidurnya.


Raka tersenyum dengan lembut Raka mencium tangan Naya, rasanya bahagia sekali karena istri kesayangannya ini akhirnya sudah membuka matanya.


"Mas, apa kamu menangis? Mata kamu merah," kata Naya sambil tersenyum manis, Raka juga membalas senyum Naya.


"Mas takut kehilanganmu dan anak kita, sayang." Jawab Raka, genggaman tangan Raka semakin erat.


"Mas, Naya baik-baik saja. Maaf sudah membuat mas kawatir ya," kata Naya. Dia tidak mau suaminya sampai menangis lagi.


Raka mengangguk pelan, tangan kekarnya mengusap rambut Naya dengan lembut, hati Raka begitu senang.


Dalam hati Raka, untung saja tidak terjadi apa-apa pada anak dan istriku. Jika terjadi sesuatu aku tidak akan tinggal diam Elina.


Tiba-tiba ponsel Raka berbunyi dan ternyata itu telpon dari Rio. Raka melihat telpon miliknya yang tertulis nama Rio, sungguh dia tidak percaya kalau Rio masih berani menelpon dirinya setalah apa yang di lakukan Rio pada dirinya selama ini.


"Sebentar sayang, mas angkat telpon dulu." Raka berlalu pergi agak menjauh dari tempat Naya berbaring.


Raka mengangkat telpon dari Rio, iya sebenarnya hatinya kesal tapi Raka juga takut ada yang penting tentang Elina.


"Hallo, ada apa?" tanya Raka agak ketus.


"Aku hanya ingin menanyakan apa Naya baik-baik saja?" tanya Rio tanpa basa-basi.


Raka terkejut, kenapa Rio terdengar kawatir pada istrinya? Hati Raka mulai menduga-duga dia takut kalau Rio juga mengincar Naya seperti dulu yang Rio lakukan saat berusaha mendapatkan Elina.

__ADS_1


"Apa perdulimu? Lagian, buat apa juga kamu menanyakan kabar Naya?" tanya Raka yang enggan memberitahu keadaan Naya saat ini.


"Aku hanya bertanya, apa salahnya aku kawatir pada Naya?" tanya Rio dengan santai.


Seketika hati Raka meronta-ronta, rasanya ingin sekali menj*tos Rio tapi sayangnya jauh.


"Tidak perlu menghawatirkan istriku!" tegas Raka dan dia langsung mematikan saluran teleponnya.


Raka kembali berjalan ke tempat Naya berbaring, dia duduk di kursi sambil tersenyum pada Naya.


*****


Rio mendengus kesal, sungguh Raka ini di tanya kabar istrinya saja malah seperti itu.


"Dasar Raka b*d*h, aku tahu aku pernah berbuat salah di masa lalu. Tapi apa salahnya jika aku menghawatirkan Naya?"


"Bahkan sekarang, Raka mendapatkan daun muda."


Rio senyam-senyum dia membayangkan wajah cantik Naya, mungkin jika Rio bisa merebut Naya dari Raka. Pasti akan Rio lakukan, tapi sayangnya Rio tidak bisa, karena Naya tidak seperti Elina yang mudah tertarik dengan laki-laki lain.


Rio masih menghawatirkan Naya. "Bagiamana jika tadi Naya kenapa-kenapa? Lalu anaknya juga kenapa-kenapa? Pasti aku akan langsung memasukkan Elina ke dalam penjara," batin Rio dalam hatinya.


Rio ini sebenarnya perduli dengan Raka dan Naya, hanya saja Rio itu sering kali iri dengan nasib Raka yang menurut Rio begitu bagus daripada dirinya. Bahkan setiap Raka punya istri saja, Rio akan berusaha mendapatkan istri Raka bagaimanapun caranya?


****

__ADS_1


Raka terus menjaga Naya dengan baik, bahkan dengan telaten Raka menyuapi Naya, lalu Raka membantu Naya meminum obatnya.


Karena kondisi tubuh Naya agak kurang fit, akhirnya Raka meminta Naya untuk di rawat di rumah sakit.


Naya tadinya menolak karena menurut Naya, dirinya baik-baik saja. Tapi biasalah Raka yang apa-apa paniknya suka berlebihan.


"Mas, kamu dari tadi diam saja. Apa ada masalah?" tanya Naya dengan nada lembut.


"Tidak apa-apa sayang, mas boleh bertanya sesuatu pada kamu?" Raka menatap mata Naya dengan tatapan begitu dalam.


Naya agak terkejut, bahkan tatapan matanya menjadi agak gugup. "Mas Raka mau bertanya apa? Tumben-tumbenan pakai tanya dulu?" batin Naya dalam hatinya.


"Sayang, boleh tidak mas tanya sesuatu?" tanya Raka untuk kedua kalinya.


Naya mengangguk, dia melihat suaminya dengan senyuman begitu manis.


"Katakan, mas mau tanya apa?" tanya Naya dengan nada lembut.


"Sayang, apa kamu menyukai Rio?" tanya Raka dengan tatapan penuh tanda tanya?


"Suka Mas Roo.....?!" Naya menghentikan kata-katanya.


Naya menghentikan kata-katanya, kali ini dia tidak habis pikir kalau suaminya ini bertanya hal seperti ini.


BERSAMBUNG 🤗

__ADS_1


terimakasih para pembaca setia 🤗


Maaf ya dari kemarin gak update, Author sedang sakit soalnya 🙏🙏


__ADS_2